"Pasien yang datang justru dikutuk Si Tukang Kwamia!"
Harun Jusuf, mantan tukang mantan tukang kwamia yang
namanya
pernah sangat ngetop di kalangan etnis Tionghoa ini,
berpenampilan sederhana. Ditemani Acu, istrinya, Harun
Yusuf
menjawab serta membuka semua rahasia kwamia secara
blak-blakan.
Iapun mengaku sedang menyiapkan sebuah tulisan untuk
diterbitkan menjadi sebuah buku mengenai perjalanan
hidupnya
dari Tukang Kwamia menjadi Anak Tuhan Yesus.
TANYA: Bapak sangat dikenal sebagai tukang kwamia di
kalangan etnis
Tionghoa. Apa yang Bapak lakukan setiap kali pasien
datang?
JAWAB: Begini. Tak semua pasien yang datang diterima.
Tetapi,
harus saya uji dulu. Maksudnya ialah saya tanyakan
tanggal
lahirnya lengkap dengan jam kelahirannya. Lalu
didaftar, tunggu, antri
dan jam berapa bisa diterima.
TANYA: Maksud Bapak?
JAWAB: Dari tanggal lahirnya, kita harus bikin
Pek Jie. Pek Jie ialah sebuah daftar di mana kita
dapat menghitung
dengan mengutak atik angka berdasarkan tanggal lahir
sehingga
menghasilkan sebuah angka. Jam, tanggal, bulan, tahun
kelahiran
diterjemahkan dalam dua huruf. Angka ini disebut
Bintang ("Xing").
Nah, dari sinilah nasib manusia berjalan sesuai dengan
apa yang sudah
ditentukan oleh Pek Jie.
TANYA: Dan, ternyata memang tepat?
JAWAB: Saya jamin 90% tepat, karena memang sudah
diuji. Jadi, saya
menerima pasien tak sembarangan. Jika menurut
perhitungan berdasarkan
masa lalunya, kapan menikahnya, kapan punya anaknya,
sudah 90 % tepat
barulah saya jadikan pasien. Tetapi, kalau kurang dari
segitu tak mau
saya jadikan pasien. Bisa saja saya katakan bahwa
tanggal lahir yang
diberikan kepada saya itu salah tanggalnya, karena
orangtuanya memang
salah mencatatnya.
TANYA: Benarkah seseorang yang datang minta dikwamia,
rohnya sudah
dikuasai terlebih dulu ?
JAWAB: Ya, benar. Rohnya sudah
berada di dalam cengkeraman roh yang saya pelihara.
Sejak itu roh
pasien harus tunduk pada roh saya apapun yang saya
perintahkan.
Misalnya saya ramalkan bahwa orang itu akan bercerai,
maka rohnya
tunduk 100% dan dia pasti akan bercerai!
Padahal sebenarnya belum tentu ia akan bercerai. Roh
kamilah yang
justru menakdirkan, merencanakan semuanya itu. Ini,
yang saya pikir
paling tepat. Makanya, tukang kwamia yang makin jitu,
makin
berbahaya, berarti yang dipeliharanya makin hebat.
Bekingnya makin
hebat.
TANYA: Kalau begitu, kutukan itu datangnya justru dari
si tukang
kwamia kepada si pasien?
JAWAB: Ya, betul, secara tak sadar, ya! Saya dipakai
oleh roh yang
ada dalam diri saya untuk mengutuk manusia atau pasien
yang datang!
Dengan begitu setiap pasien berada dalam cengkraman
kami. Melalui
mulut kami, tukang kwamia keluar kutukan-kutukan yang
harus
dijalankan secara tak sadar oleh si roh pasien itu.
Misalnya, jika
dikutuk bahwa tahun depan ia akan disikat orang
perusahaannya, biar
bagaimana hati-hatipun perusahaannya pasti akan
disikat orang lain.
Mengapa? Karena rohnya sudah sepenuhnya tunduk kepada
roh kami si
tukang kwamia!
TANYA: Bagaimana pandangan Bapak jika ada orang
Kristen yang masih
datang untuk dikwamia atau diramalkan kehidupannya?
JAWAB: Orang Kristen yang pergi ke tukang kwamia? Oh,
banyak. Banyak
sekali. Dulu, sebelum saya bertobat, sudah bukan
rahasia lagi jika di
antara sekian banyak pasien saya, banyak yang beragama
Kristen. Cuma,
setelah saya bertobat, saya ingin memberitahukan
kepada
mereka untuk menghentikan hal tersebut. Sebab, jika
masih tetap
percaya atau pergi ke tukang kwamia, nasib mereka
sudah tak ada di
tangan Tuhan lagi. Ia harus tunduk atau menuruti
kepada
ramalan-ramalan yang dia pegang. Setelah saya
bertobat, saya membaca
Firman Tuhan dalam Roma 6 : 16 . Kepada siapa kita
taat, kita
menjadi hambanya. Nah, jika orang Kristen masih pergi
dan percaya
kepada tukang kwamia, ia menjadi hamba dari roh tukang
kwamia.
Menjadi hamba roh tukang kwamia, pasti ada imbalan
atau tumbal yang
harus dibayar. Ingin diramal baik, sudah tentu tak
gratis. Jadi,
harus ada bayarannya dan bayarannya mahal yaitu nyawa
salah seorang
keluarga kita. Seperti yang dulu pernah saya alami.
Dua orang anak saya
meninggal dunia.
TANYA: Jadi, tumbal adalah suatu keharusan jika kita
meminta sesuatu
kepada tukang kwamia?
JAWAB: Di dunia mana ada yang gratis, kecuali ASI, air
susu ibu yang
kita minum. Kita pinjam uang kepada bank. Tak mungkin
bank memberi
secara gratis. Kita harus membayar bunganya, bukan?
Kita pinjam uang
sama teman. Namanya hutang, bukan? Kecuali dari
orangtua kita. Di
alam roh juga begitu. Harus ada harga yang harus
dibayar. Karena itu,
jika memperoleh hasil, maka hasil itu harus jelas,
apakah dari Tuhan
atau bukan. Jika dari Tuhan, maka Ia akan memberi
tanpa imbalan.
Gratis! Misalnya Ia menciptakan matahari. Orang
jahatpun bisa
menikmati sinar matahari. Begitu pula dengan air. Air,
Tuhan berikan
secara gratis. Kalau kita harus membeli air, itu
karena kita harus
membayar ongkos pembuatan air. Airnya kan gratis.
TANYA: Menurut orang Tionghoa yang kokoh memegang
tradisi lamanya,
peranan Shio sangat penting dalam perjalanan hidupnya.
Bagaimana
sebenarnya hal itu?
JAWAB: Karena tradisi yang turun-temurun, watak
manusia sudah tak
berfungsi sebagai watak manusia yang sebenarnya. Sifat
dan watak
manusia sudah seperti berubah menjadi sifat dan watak
binatang. Hal
ini terjadi karena sejak zaman dulu, orang Timur sudah
ditaklukan
oleh gambaran hewan dalam Shio-shio itu.
Mau tahu artinya Shio? Shio artinya persis atau sama
dengan! Siapa
yang bisa mengutuki anak kita, kalau bukan
orangtuanya? Melalui shio
itu akhirnya kuasa jahat itu, memakai mulut orangtua
supaya mengutuki
anaknya!
TANYA: Jadi, kalau begitu tak ada shio yang baik?
JAWAB: Mana ada ! Nasib binatang mana ada yang bagus.
Kelinci artinya
playboy. Rumah tangga bakal hancur.
Naga, artinya kesombongan. Ular artinya licik. Tikus
merusak, kerbau
bodoh, macan sadis atau buas, kuda diperbudak atau
ditunggangi orang.
Kambing, kebangetan atau "awban" atau berjiwa
pemberontak, monyet
nakal. Apa saja berani dia coba. Ayam jadi santapan
orang banyak,
anjing tak bisa membedakan. Jika dipelihara perampok,
dia akan
membela perampok atau majikannya saat melawan polisi.
Tak mungkin dia
membela polisi saat itu, bukan? Babi? Huh! Dia kan
binatang jorok.
Selalu kembali ke tempat yang kotor dan nasibnya
selalu berakhir di
tempat pembantaian.
TANYA: Kalau dengan horoskop?
JAWAB: Nah, di dunia Barat, dikutuki melalui horoskop
yang mengambil
sifat-sifat binatang. Manusia sudah berada dalam
perangkap iblis dan
iblis sudah berkeliaran di dunia ini dan mempengaruhi
manusia agar
jiwanya tidak seperti manusia melainkan berjiwa dan
bersifat seperti
binatang. Ajaran manusia membunuh, merampok,
memperkosa. Kita lihat
anak membunuh orangtuanya, ayah memperkosa anaknya,
jiwanya sudah
seperti binatang.
Pesan :
So guys, jangan percaya & coba2 lihat ramalan u/
hindari adanya celah dosa.
Percaya pada Tuhan and DO ALL THE BEST IN OUR LIFE FOR
GOD GLORY.
God Bless You.
taken from email by Ratnawati
Minggu, 30 Desember 2007
Cara Tuhan menjawab doa kita....
Ada seorang tentara Amerika yang melayani Tuhan
berdiri di pinggir jalan
untuk mencari tumpangan ke kota Chicago di Illinois.
Sebenarnya
perbuatan
"hitchhiking" ini melanggar hukum dan sangat
berbahaya, tetapi tidak ada
alternatif lain bagi tentara ini kecuali melakukan hal
itu.
Tiba-tiba sebuah limousine warna hitam menghampiri
tentara itu dan
memberikan tumpangan.
Tentara dan pemilik limousine tersebut saling
berkenalan (siapa namanya,
asalnya dari mana, kerja di mana, dsb) dan tiba-tiba
Roh Kudus
membisikkan
dalam hati tentara ini untuk membagikan berita
mengenai keselamatan di
alam
Kristus kepada pemilik limousine ini. Tentara itu
menolak bisikan Roh
tersebut, karena pikirnya, masakan saya habis
melanggar hukum tiba2
memberitakan Kristus, dan terlebih lagi karena tentara
ini TAKUT
dipukuli
pemilik limousine ini dan diturunkan di
tengah jalan.
Tapi bisikan Roh Kudus tersebut sedemikian kuat
sehingga tentara ini
tidak
tahan lagi dan berkata kepada pemilik limousine ini,
"Pak... boleh nggak
saya menanyakan masalah pribadi?"
"Oh, boleh saja," jawab Bapak ini, "Pertanyaan apa?"
"Kalau misalnya
Bapak
meninggal dunia besok pagi, Bapak kira-kira akan masuk
surga atau masuk
neraka?" "Kamu tahu nggak?" jawab Bapak ini, "Sesaat
sebelum saya
memberimu
tumpangan, saya juga tiba-tiba memikirkan hal itu, dan
saya
pikir kalau saya mati besok, saya akan masuk neraka."
"Bapak mau nggak
saya
beritahu caranya masuk surga?" tanya tentara ini. "Oh,
tentu saja mau,"
jawab Bapak itu.
Tentara itu lalu mulai membagikan berita keselamatan
mengenai Yesus
Kristus
dan menantang Bapak ini untuk menerima Yesus Kristus
sebagai Tuhan dan
Juruselamat pribadinya. Bapak itu bersedia menerima
Yesus, dan ia
menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan mengajak
tentara itu
membimbing dia berdoa untuk menerima Yesus sebagai
Tuhan dan
Juruselamatnya.
Air mata meleleh di pipi Bapak ini. Ia mengatakan,
"kamu tahu nggak?
Malam
ini kamu sudah melakukan hal yang sangat besar bagi
hidup saya, saya
nggak
akan pernah melupakan apa yang kamu sudah lakukan bagi
hidup saya
Chicago,
ketika tentara ini mohon diri (turun dari mobil),
Bapak itu memberikan
satu
kartu nama sambil berkata, "Ketahuilah. .. hari ini
anda sudah melakukan
hal
yang sangat penting dalam hidup saya. Kapan-kapan
kalau main ke Chicago
hubungilah saya di alamat ini." dan tak lama kemudian
mereka berpisah.
Waktu lima tahun sudah berlalu dan tentara ini
kemudian kembali
berkunjung
ke kota Chicago, dan ia ingat akan kartu nama yang
diberikan oleh Bapak
pemilik limousine ini kepadanya. Tentara ini ingin
tahu kabar mengenai
Bapak
tersebut, dan ia datang ke alamat yang tertera di
kartu nama tersebut,
dan
ia sampai ke sebuah gedung pencakar langit kantor
pusat sebuah
perusahaan
raksasa di Amerika Serikat. Ia memberikan kartu
tersebut kepada satpam,
dan
satpam itu sangat terkejut dan bertanya, "Dari mana
kamu dapatkan kartu
ini?" Tentara itu menjawab, "Yang empunya kartu itu
sendiri yang
memberikannya kepada saya." sehingga satpam itu
menjawab, "Kamu naik ke
lantai paling atas, sampai sana belok kiri dan kamu
tanya pada
sekretaris
yang ada di sana."
Tentara itu naik ke lantai paling atas dan memberikan
kartu nama itu
kepada
sekretaris yang ada di sana yang juga sangat terkejut,
"Dari mana anda
dapatkan kartu ini?" Jawab tentara itu, "Wah...
panjang ceritanya...
tapi
beliau sendiri yang memberikannya kepada saya." "Bapak
ini sekarang
tidak
ada di sini...apakah anda ingin bertemu dengan
istrinya?" "Boleh", jawab
tentara itu, dan ia dipertemukan dengan istri Bapak
itu yang adalah
Presiden
Direktur dari perusahaan raksasa tersebut. "Dari mana
kamu peroleh kartu
ini?" tanya ibu (istri) tersebut.
Tentara itu menceriterakan ihwal pertemuannya dengan
Bapak itu dan
bagaimana
Bapak itu menerima Yesus sebagai penyelamatnya.
Mendengar itu semua
meledaklah tangis Ibu tersebut. Ia menceriterakan
bahwa tak lama sesudah
menurunkan tentara itu, limousine tersebut memperoleh
kecelakaan yang
sangat
fatal yang menewaskan Bapak tersebut. Ibu itu
mengatakan bahwa
bertahun-tahun ia berdoa supaya suaminya diselamatkan,
dan ia mengira
bahwa
suaminya meninggal tanpa diselamatkan, sehingga ia
begitu marah kepada
Tuhan
dan meninggalkan gereja dan pelayanannya.
Apa yang dilakukan oleh tentara itu adalah hal yang
paling penting yang
pernah terjadi dalam hidup Bapak itu, tetapi hal yang
tidak kalah
penting
lagi ialah CARA Allah mengabulkan doa ibu itu.
Ibu itu sadar bahwa Allah BEKERJA di dalam doa2 yang
disampaikannya
TANPA
memberitahu Ibu tersebut bahwa doanya TELAH DIKABULKAN
TUHAN.
Dari kisah ini kita bisa belajar:
HARUSKAH Tuhan itu memberitahu kita apabila Ia bekerja
dalam rangka
mengabulkan doa-doa kita?
TIDAKKAH mata iman kita itu bisa melihat bahwa di
balik doa yang
SEPERTINYA
tidak dikabulkan oleh Tuhan itu TERNYATA Tuhan bekerja
untuk mengabulkan
doa2 kita?
Sedemikian cepatnyakah kita MENUDUH bahwa Tuhan itu
tidak setia, Tuhan
itu
berbohong, Tuhan itu tidak menjawab doa-doa kita, dan
Tuhan itu tidak
berkenan atas doa-doa kita?
HARUSKAH Allah itu mengabulkan doa kita dengan cara
yang SESUAI dengan
cara
yang kita sodorkan kepada Tuhan?
Apakah kita sudah sedemikian "dijangkiti" oleh "doa
instan" yang "harus
dikabulkan hari ini juga","harus dikabulkan tahun ini
juga" dan lain
sebagainya?
taken from email by Ratnawati
berdiri di pinggir jalan
untuk mencari tumpangan ke kota Chicago di Illinois.
Sebenarnya
perbuatan
"hitchhiking" ini melanggar hukum dan sangat
berbahaya, tetapi tidak ada
alternatif lain bagi tentara ini kecuali melakukan hal
itu.
Tiba-tiba sebuah limousine warna hitam menghampiri
tentara itu dan
memberikan tumpangan.
Tentara dan pemilik limousine tersebut saling
berkenalan (siapa namanya,
asalnya dari mana, kerja di mana, dsb) dan tiba-tiba
Roh Kudus
membisikkan
dalam hati tentara ini untuk membagikan berita
mengenai keselamatan di
alam
Kristus kepada pemilik limousine ini. Tentara itu
menolak bisikan Roh
tersebut, karena pikirnya, masakan saya habis
melanggar hukum tiba2
memberitakan Kristus, dan terlebih lagi karena tentara
ini TAKUT
dipukuli
pemilik limousine ini dan diturunkan di
tengah jalan.
Tapi bisikan Roh Kudus tersebut sedemikian kuat
sehingga tentara ini
tidak
tahan lagi dan berkata kepada pemilik limousine ini,
"Pak... boleh nggak
saya menanyakan masalah pribadi?"
"Oh, boleh saja," jawab Bapak ini, "Pertanyaan apa?"
"Kalau misalnya
Bapak
meninggal dunia besok pagi, Bapak kira-kira akan masuk
surga atau masuk
neraka?" "Kamu tahu nggak?" jawab Bapak ini, "Sesaat
sebelum saya
memberimu
tumpangan, saya juga tiba-tiba memikirkan hal itu, dan
saya
pikir kalau saya mati besok, saya akan masuk neraka."
"Bapak mau nggak
saya
beritahu caranya masuk surga?" tanya tentara ini. "Oh,
tentu saja mau,"
jawab Bapak itu.
Tentara itu lalu mulai membagikan berita keselamatan
mengenai Yesus
Kristus
dan menantang Bapak ini untuk menerima Yesus Kristus
sebagai Tuhan dan
Juruselamat pribadinya. Bapak itu bersedia menerima
Yesus, dan ia
menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan mengajak
tentara itu
membimbing dia berdoa untuk menerima Yesus sebagai
Tuhan dan
Juruselamatnya.
Air mata meleleh di pipi Bapak ini. Ia mengatakan,
"kamu tahu nggak?
Malam
ini kamu sudah melakukan hal yang sangat besar bagi
hidup saya, saya
nggak
akan pernah melupakan apa yang kamu sudah lakukan bagi
hidup saya
Chicago,
ketika tentara ini mohon diri (turun dari mobil),
Bapak itu memberikan
satu
kartu nama sambil berkata, "Ketahuilah. .. hari ini
anda sudah melakukan
hal
yang sangat penting dalam hidup saya. Kapan-kapan
kalau main ke Chicago
hubungilah saya di alamat ini." dan tak lama kemudian
mereka berpisah.
Waktu lima tahun sudah berlalu dan tentara ini
kemudian kembali
berkunjung
ke kota Chicago, dan ia ingat akan kartu nama yang
diberikan oleh Bapak
pemilik limousine ini kepadanya. Tentara ini ingin
tahu kabar mengenai
Bapak
tersebut, dan ia datang ke alamat yang tertera di
kartu nama tersebut,
dan
ia sampai ke sebuah gedung pencakar langit kantor
pusat sebuah
perusahaan
raksasa di Amerika Serikat. Ia memberikan kartu
tersebut kepada satpam,
dan
satpam itu sangat terkejut dan bertanya, "Dari mana
kamu dapatkan kartu
ini?" Tentara itu menjawab, "Yang empunya kartu itu
sendiri yang
memberikannya kepada saya." sehingga satpam itu
menjawab, "Kamu naik ke
lantai paling atas, sampai sana belok kiri dan kamu
tanya pada
sekretaris
yang ada di sana."
Tentara itu naik ke lantai paling atas dan memberikan
kartu nama itu
kepada
sekretaris yang ada di sana yang juga sangat terkejut,
"Dari mana anda
dapatkan kartu ini?" Jawab tentara itu, "Wah...
panjang ceritanya...
tapi
beliau sendiri yang memberikannya kepada saya." "Bapak
ini sekarang
tidak
ada di sini...apakah anda ingin bertemu dengan
istrinya?" "Boleh", jawab
tentara itu, dan ia dipertemukan dengan istri Bapak
itu yang adalah
Presiden
Direktur dari perusahaan raksasa tersebut. "Dari mana
kamu peroleh kartu
ini?" tanya ibu (istri) tersebut.
Tentara itu menceriterakan ihwal pertemuannya dengan
Bapak itu dan
bagaimana
Bapak itu menerima Yesus sebagai penyelamatnya.
Mendengar itu semua
meledaklah tangis Ibu tersebut. Ia menceriterakan
bahwa tak lama sesudah
menurunkan tentara itu, limousine tersebut memperoleh
kecelakaan yang
sangat
fatal yang menewaskan Bapak tersebut. Ibu itu
mengatakan bahwa
bertahun-tahun ia berdoa supaya suaminya diselamatkan,
dan ia mengira
bahwa
suaminya meninggal tanpa diselamatkan, sehingga ia
begitu marah kepada
Tuhan
dan meninggalkan gereja dan pelayanannya.
Apa yang dilakukan oleh tentara itu adalah hal yang
paling penting yang
pernah terjadi dalam hidup Bapak itu, tetapi hal yang
tidak kalah
penting
lagi ialah CARA Allah mengabulkan doa ibu itu.
Ibu itu sadar bahwa Allah BEKERJA di dalam doa2 yang
disampaikannya
TANPA
memberitahu Ibu tersebut bahwa doanya TELAH DIKABULKAN
TUHAN.
Dari kisah ini kita bisa belajar:
HARUSKAH Tuhan itu memberitahu kita apabila Ia bekerja
dalam rangka
mengabulkan doa-doa kita?
TIDAKKAH mata iman kita itu bisa melihat bahwa di
balik doa yang
SEPERTINYA
tidak dikabulkan oleh Tuhan itu TERNYATA Tuhan bekerja
untuk mengabulkan
doa2 kita?
Sedemikian cepatnyakah kita MENUDUH bahwa Tuhan itu
tidak setia, Tuhan
itu
berbohong, Tuhan itu tidak menjawab doa-doa kita, dan
Tuhan itu tidak
berkenan atas doa-doa kita?
HARUSKAH Allah itu mengabulkan doa kita dengan cara
yang SESUAI dengan
cara
yang kita sodorkan kepada Tuhan?
Apakah kita sudah sedemikian "dijangkiti" oleh "doa
instan" yang "harus
dikabulkan hari ini juga","harus dikabulkan tahun ini
juga" dan lain
sebagainya?
taken from email by Ratnawati
Tidak Apa-apa masih ada hari Esok....
Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup
dalam keluargayang bahagia,
dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia
tidak pernah mensyukuri betapa baiknya kehidupan yang
dia miliki. Dia
terus bermain, mengganggu sanak keluarganya kalau
mereka tidak mau
bermain apa yang dia ingin main. Tetapi, ketika dia
mau minta maaf,
dia selalu berkata, "Tidak apa-apa, besok kan bisa."
Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan
baginya. Dia belajar,
mendapat teman, Dan sangat bahagia. Tetapi, dia tidak
pernah
mensyukurinya. Semua begitu saja dijalaninya sehingga
dia anggap semua
sudah sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahi dengan
teman baiknya.
Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak tidak pernah
mengambil
inisiatif untuk minta maaf dan berbaikan dengan teman
baiknya. Alasan
dia, "Tidak apa-apa, besok kan bisa."
Ketika dia remaja, teman baiknya tadi bukanlah
temannya lagi. Walaupun
dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka
tidak pernah saling
tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih
punya banyak teman
baik yang lain. Dia dan teman-temannya hampir
melakukan segala sesuatu
bersama-sama, makan, main, kerjakan PR, dan
jalan-jalan. Ya, mereka
semua teman-temannya yang paling baik.
Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia bertemu
seorang wanita yang
sangat cantik Dan baik, dan segera dia menjadi
pacarnya. Dia begitu
sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan
ke posisi paling
tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin. Tentu, dia
rindu sama
teman-temannya. Tapi dia tidak pernah lagi menghubungi
mereka lagi,
bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, "Ah, aku
capek, besok saja
aku akan menghubungi mereka."
Ini tidak terlalu mengganggunya karena dia punya
teman-teman sekerja
yang selalu mau diajak keluar. Jadi, waktu pun
berlalu, dia lupa sama
sekali untuk menelepon teman-temannya. Setelah dia
menikah dan punya
anak, dia bekerja lebih keras agar dalam membahagiakan
keluarganya.
Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya,
atau pun mengingat
hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan
mereka. Tapi, itu
tidak masalah baginya, karena istrinya selalu mengerti
dia, dan tidak
pernah menyalahkannya. Tentu, kadang-kadang dia merasa
bersalah dan
sangat ingin punya kesempatan untuk mengatakan pada
istrinya "Aku
cinta kamu", tapi dia tidak pernah melakukannya.
Alasan dia: "Tidak
apa-apa, saya pasti besok akan mengatakannya."
Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun
anak-anaknya, tapi
dia tidak tahu ini akan berpengaruh pada anak-anaknya.
Anak-anak mulai
menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan
waktu mereka
dengan ayahnya. Suatu hari, kemalangan datang ketika
istrinya tewas
dalam kecelakaan. Dia ditabrak lari. Tapi hari itu,
dia sedang ada
rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang
fatal, dia baru
datang saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum
sempat berkata "Aku
cinta kamu", istrinya meninggal. Laki-laki itu remuk
hatinya dan
mencoba mencari menghibur diri melalui anak-anaknya
setelah kematian
istrinya. Tapi, dia baru sadar anak-anaknya tidak
pernah mau
berkomunikasi dengannya.
Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya
masing-masing.
Tidak ada yang peduli sama orang tua ini yang di masa
lalunya tidak
pernah meluangkan waktunya untuk mereka. Dia pindah ke
rumah jompo
yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik
dengan uang yang
dia simpan untuk perayaan pernikahan ke 50, 60, dan 70
dia dan
istrinya. Semua uang itu sebenarnya untuk dipakai
pergi ke Hawaii ,
New Zealand , Dan negara-negara lain, tapi kini
dipakai untuk membayar
biaya tinggal dia di rumah jompo tersebut.
Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang
tua dan suster
yang merawatnya. Dia kini merasa sangat kesepian,
perasaan yang tidak
pernah dia rasakan sebelumnya. Saat dia mau meninggal,
dia memanggil
seorang suster dan berkata padanya, "Ah, Andai saja
aku menyadari ini
dari dulu...." Dan dia meninggal dengan airmata di
pipinya.
Apa yang ingin dikatakan disini adalah, waktu itu
tidak pernah
berhenti. Anda terus maju Dan maju, sebelum anda sadar
itu, anda telah
maju terlalu jauh. Jika anda pernah bertengkar, segera
berbaikanlah!
Jika anda merasa ingin mendengar suara teman, jangan
ragu-ragu untuk
meneleponnya segera. Terakhir, dan yang paling
penting!! Jika anda
merasa anda ingin mengatakan kepada seseorang bahwa
anda sayang dia,
jangan tunggu sampai terlambat. Jika anda terus pikir
bahwa lain hari
akan mengatakan padanya, hari itu tidak pernah akan
datang. Jika anda
selalu pikir bahwa besok akan datang, maka "besok"
akan pergi begitu
cepatnya hingga anda baru sadar, waktu telah
meninggalkan anda.
Jangan tunda untuk mengirim email ini ke sahabat &
orang yang Anda
sayangi.. Atau... masih ada hari esok.......?
gbu
taken from email by Raatnawati
dalam keluargayang bahagia,
dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia
tidak pernah mensyukuri betapa baiknya kehidupan yang
dia miliki. Dia
terus bermain, mengganggu sanak keluarganya kalau
mereka tidak mau
bermain apa yang dia ingin main. Tetapi, ketika dia
mau minta maaf,
dia selalu berkata, "Tidak apa-apa, besok kan bisa."
Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan
baginya. Dia belajar,
mendapat teman, Dan sangat bahagia. Tetapi, dia tidak
pernah
mensyukurinya. Semua begitu saja dijalaninya sehingga
dia anggap semua
sudah sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahi dengan
teman baiknya.
Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak tidak pernah
mengambil
inisiatif untuk minta maaf dan berbaikan dengan teman
baiknya. Alasan
dia, "Tidak apa-apa, besok kan bisa."
Ketika dia remaja, teman baiknya tadi bukanlah
temannya lagi. Walaupun
dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka
tidak pernah saling
tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih
punya banyak teman
baik yang lain. Dia dan teman-temannya hampir
melakukan segala sesuatu
bersama-sama, makan, main, kerjakan PR, dan
jalan-jalan. Ya, mereka
semua teman-temannya yang paling baik.
Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia bertemu
seorang wanita yang
sangat cantik Dan baik, dan segera dia menjadi
pacarnya. Dia begitu
sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan
ke posisi paling
tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin. Tentu, dia
rindu sama
teman-temannya. Tapi dia tidak pernah lagi menghubungi
mereka lagi,
bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, "Ah, aku
capek, besok saja
aku akan menghubungi mereka."
Ini tidak terlalu mengganggunya karena dia punya
teman-teman sekerja
yang selalu mau diajak keluar. Jadi, waktu pun
berlalu, dia lupa sama
sekali untuk menelepon teman-temannya. Setelah dia
menikah dan punya
anak, dia bekerja lebih keras agar dalam membahagiakan
keluarganya.
Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya,
atau pun mengingat
hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan
mereka. Tapi, itu
tidak masalah baginya, karena istrinya selalu mengerti
dia, dan tidak
pernah menyalahkannya. Tentu, kadang-kadang dia merasa
bersalah dan
sangat ingin punya kesempatan untuk mengatakan pada
istrinya "Aku
cinta kamu", tapi dia tidak pernah melakukannya.
Alasan dia: "Tidak
apa-apa, saya pasti besok akan mengatakannya."
Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun
anak-anaknya, tapi
dia tidak tahu ini akan berpengaruh pada anak-anaknya.
Anak-anak mulai
menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan
waktu mereka
dengan ayahnya. Suatu hari, kemalangan datang ketika
istrinya tewas
dalam kecelakaan. Dia ditabrak lari. Tapi hari itu,
dia sedang ada
rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang
fatal, dia baru
datang saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum
sempat berkata "Aku
cinta kamu", istrinya meninggal. Laki-laki itu remuk
hatinya dan
mencoba mencari menghibur diri melalui anak-anaknya
setelah kematian
istrinya. Tapi, dia baru sadar anak-anaknya tidak
pernah mau
berkomunikasi dengannya.
Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya
masing-masing.
Tidak ada yang peduli sama orang tua ini yang di masa
lalunya tidak
pernah meluangkan waktunya untuk mereka. Dia pindah ke
rumah jompo
yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik
dengan uang yang
dia simpan untuk perayaan pernikahan ke 50, 60, dan 70
dia dan
istrinya. Semua uang itu sebenarnya untuk dipakai
pergi ke Hawaii ,
New Zealand , Dan negara-negara lain, tapi kini
dipakai untuk membayar
biaya tinggal dia di rumah jompo tersebut.
Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang
tua dan suster
yang merawatnya. Dia kini merasa sangat kesepian,
perasaan yang tidak
pernah dia rasakan sebelumnya. Saat dia mau meninggal,
dia memanggil
seorang suster dan berkata padanya, "Ah, Andai saja
aku menyadari ini
dari dulu...." Dan dia meninggal dengan airmata di
pipinya.
Apa yang ingin dikatakan disini adalah, waktu itu
tidak pernah
berhenti. Anda terus maju Dan maju, sebelum anda sadar
itu, anda telah
maju terlalu jauh. Jika anda pernah bertengkar, segera
berbaikanlah!
Jika anda merasa ingin mendengar suara teman, jangan
ragu-ragu untuk
meneleponnya segera. Terakhir, dan yang paling
penting!! Jika anda
merasa anda ingin mengatakan kepada seseorang bahwa
anda sayang dia,
jangan tunggu sampai terlambat. Jika anda terus pikir
bahwa lain hari
akan mengatakan padanya, hari itu tidak pernah akan
datang. Jika anda
selalu pikir bahwa besok akan datang, maka "besok"
akan pergi begitu
cepatnya hingga anda baru sadar, waktu telah
meninggalkan anda.
Jangan tunda untuk mengirim email ini ke sahabat &
orang yang Anda
sayangi.. Atau... masih ada hari esok.......?
gbu
taken from email by Raatnawati
Kisah Anne ..- Very Nice True Story
Ada pasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa
lama tetapi belum
mepunyai keturunan. Sejak 10 tahun yang lalu, sang
istri terlibat aktif
dalam kegiatan untuk menentang ABORSI,karena menurut
pandangannya, aborsi
berarti membunuh seorang bayi.
Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang
istri hamil, sehingga
pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan
kabar baik ini kepada
famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan
sekitarnya. Semua orang ikut
bersukacita dengan mereka. Dokter menemukan bayi
kembar dalam perutnya,
seorang bayi laki2 dan perempuan.Tetapi setelah
beberapa bulan, sesuatu
yang buruk terjadi. Tetapi bayi perempuan mengalami
kelainan, dan ia
mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba.
Dan kondisinya juga
dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter
menyarankan untuk
dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2
nya.
Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang
suami maupun sang
istri mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras
untuk tidak menggugurkan
bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga
kuatir terhadap
kesehatan bayi laki2nya. "Saya bisa merasakan
keberadaannya, dia sedang
tidur nyenyak", kata sang ibu di sela tangisannya.
Lingkungan sekitarnya
memberikan dukungan moral kepada pasangan
tersebut,dengan mengatakan bahwa
ini adalah kehendak Tuhan.
Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan
Tuhan, tiba-tiba dia
tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik
semua ini. Hal ini
membuatnya lebih tabah.Pasangan ini berusaha keras
untuk menerima fakta
ini. Mereka mencari informasi di internet, pergi ke
perpustakaan, bertemu
dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak
tentang masalah bayi
mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa
mereka tidak sendirian.
Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi
yang sama, dimana bayi
mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan
bahwa beberapa bayi
akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu
memperoleh donor organ dari
bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa
yang mau mendonorkan
organ bayinya ke orang lain ? Jauh sebelum bayi mereka
lahir, pasangan ini
menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka terus
bersujud kepada Tuhan.
Pada mulanya,mereka memohon keajaiban supaya bayinya
sembuh. Kemudian
mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar
diberikan kekuatan untuk
menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin
Tuhan punya rencanaNya
sendiri.
Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup
sehat untuk
dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih
dari 2 jam. Sang
istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika
sesuatu yang buruk
terjadi pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya.
Ada dua bayi yang
sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang
menunggu donor organ bayi.
Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka
menangis dalam
posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak
mampu menyelamatkan
Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi
kenyataan yg akan
terjadi.
Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan
kedua bayinya dengan
selamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut,
sang suami menggendong
Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya,
dan tersenyum dengan
manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah
terlupakan dalam hidupnya.
Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan
perasaan pasangan
tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa
mereka sudah melakukan
pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi
Anne),mereka sangat bahagia
melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka,
mereka sangat sedih
karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa
jam saja.
Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan
pasangan tersebut.
Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh
mengalir, air mata yang
berasal dari jiwa mereka yang terluka..
Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki
kesempatan untuk
melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap
bertahan hidup setelah
lewat 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak
bagi keluarga tersebut
untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak
mampu bertahan setelah
enam jam.....
Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur
pendonoran organ.
Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan
tsb bahwa donor tsb
berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari
kematian. Pasangan tersebut
sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne
hanya hidup selama 6 jam,
tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi
pasangan tersebut, Anne
adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan
hidup dalam hati
mereka selamanya...
============ =
Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari
kisah ini :
1. SESUNGGUHYA, tidaklah penting berapa lama kita
hidup, satu hari ataupun
bahkan seratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah
apa yang kita telah
kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi
orang lain.
2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama
perusahaan kita telah
berdiri, satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun.
Hal yang benar2 penting
adalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini,
yang bermanfaat bagi
orang lain.
3. Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua
bukanlah mengenai
bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana
mereka tinggal, maupun
berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan. Tetapi
hal terpenting bagi
kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa
anak2 kita melakukan
hal2 terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian
menjemput mereka,
mereka akan menuju surga".
Mohon KEMURAHAN HATI Anda untuk menyebarkan kisah ini
kepada sanak keluarga
Anda, famili, teman2, rekan2 kerja, rekan2 bisnis,
atasan, bawahan, sebuah
kelompok organisasi ataupun perusahaan,PELANGGA
N,serta siapa saja yang
Anda
temui.
Ada 4 kemungkinan respon dari pihak2 yang telah
membaca kisah ini.
PERTAMA, cuek / tidak peduli / tidak mengerti kisah
ini.
KEDUA, tersentuh dengan kisah ini, tetapi tidak
melakukan apapun.
KETIGA,tersentuh dengan kisah ini, intropeksi diri,
lalu mengubah cara
pandang tentang hidupnya.
KEEMPAT, tersentuh, intropeksi diri, mengubah cara
pandang tentang
hidupnya, lalu bergerak aktif untuk memaknai hidupnya
sendiri dengan cara
memberikan makna bagi kehidupan orang lain.
Bila di antara sekian banyak orang yang memperoleh
kisah ini dari Anda, ada
satu saja yang termasuk kategori nomor EMPAT, ini
berarti Anda telah
berhasil mengubah hidup seseorang, dari sekedar
"Hidup" menjadi "Hidup Yang
Lebih Bermakna". Mereka sungguh beruntung dengan
kehadiran Anda di dunia
ini.
Berhentilah Untuk Selalu Memikirkan Kepentingan Diri
Sendiri, Jadikanlah
Kehadiran Anda Di Dunia Ini Sebagai RAHMAT Bagi Orang
Banyak dan Bagi
Orang2
Yang Anda Cintai (Ayah, Ibu, Saudara/i,Suami/ Istri,
Anak2 Anda, dst)
taken from email from Ratnawati
lama tetapi belum
mepunyai keturunan. Sejak 10 tahun yang lalu, sang
istri terlibat aktif
dalam kegiatan untuk menentang ABORSI,karena menurut
pandangannya, aborsi
berarti membunuh seorang bayi.
Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang
istri hamil, sehingga
pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan
kabar baik ini kepada
famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan
sekitarnya. Semua orang ikut
bersukacita dengan mereka. Dokter menemukan bayi
kembar dalam perutnya,
seorang bayi laki2 dan perempuan.Tetapi setelah
beberapa bulan, sesuatu
yang buruk terjadi. Tetapi bayi perempuan mengalami
kelainan, dan ia
mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba.
Dan kondisinya juga
dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter
menyarankan untuk
dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2
nya.
Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang
suami maupun sang
istri mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras
untuk tidak menggugurkan
bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga
kuatir terhadap
kesehatan bayi laki2nya. "Saya bisa merasakan
keberadaannya, dia sedang
tidur nyenyak", kata sang ibu di sela tangisannya.
Lingkungan sekitarnya
memberikan dukungan moral kepada pasangan
tersebut,dengan mengatakan bahwa
ini adalah kehendak Tuhan.
Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan
Tuhan, tiba-tiba dia
tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik
semua ini. Hal ini
membuatnya lebih tabah.Pasangan ini berusaha keras
untuk menerima fakta
ini. Mereka mencari informasi di internet, pergi ke
perpustakaan, bertemu
dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak
tentang masalah bayi
mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa
mereka tidak sendirian.
Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi
yang sama, dimana bayi
mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan
bahwa beberapa bayi
akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu
memperoleh donor organ dari
bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa
yang mau mendonorkan
organ bayinya ke orang lain ? Jauh sebelum bayi mereka
lahir, pasangan ini
menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka terus
bersujud kepada Tuhan.
Pada mulanya,mereka memohon keajaiban supaya bayinya
sembuh. Kemudian
mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar
diberikan kekuatan untuk
menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin
Tuhan punya rencanaNya
sendiri.
Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup
sehat untuk
dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih
dari 2 jam. Sang
istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika
sesuatu yang buruk
terjadi pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya.
Ada dua bayi yang
sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang
menunggu donor organ bayi.
Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka
menangis dalam
posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak
mampu menyelamatkan
Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi
kenyataan yg akan
terjadi.
Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan
kedua bayinya dengan
selamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut,
sang suami menggendong
Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya,
dan tersenyum dengan
manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah
terlupakan dalam hidupnya.
Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan
perasaan pasangan
tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa
mereka sudah melakukan
pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi
Anne),mereka sangat bahagia
melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka,
mereka sangat sedih
karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa
jam saja.
Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan
pasangan tersebut.
Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh
mengalir, air mata yang
berasal dari jiwa mereka yang terluka..
Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki
kesempatan untuk
melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap
bertahan hidup setelah
lewat 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak
bagi keluarga tersebut
untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak
mampu bertahan setelah
enam jam.....
Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur
pendonoran organ.
Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan
tsb bahwa donor tsb
berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari
kematian. Pasangan tersebut
sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne
hanya hidup selama 6 jam,
tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi
pasangan tersebut, Anne
adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan
hidup dalam hati
mereka selamanya...
============ =
Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari
kisah ini :
1. SESUNGGUHYA, tidaklah penting berapa lama kita
hidup, satu hari ataupun
bahkan seratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah
apa yang kita telah
kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi
orang lain.
2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama
perusahaan kita telah
berdiri, satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun.
Hal yang benar2 penting
adalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini,
yang bermanfaat bagi
orang lain.
3. Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua
bukanlah mengenai
bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana
mereka tinggal, maupun
berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan. Tetapi
hal terpenting bagi
kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa
anak2 kita melakukan
hal2 terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian
menjemput mereka,
mereka akan menuju surga".
Mohon KEMURAHAN HATI Anda untuk menyebarkan kisah ini
kepada sanak keluarga
Anda, famili, teman2, rekan2 kerja, rekan2 bisnis,
atasan, bawahan, sebuah
kelompok organisasi ataupun perusahaan,PELANGGA
N,serta siapa saja yang
Anda
temui.
Ada 4 kemungkinan respon dari pihak2 yang telah
membaca kisah ini.
PERTAMA, cuek / tidak peduli / tidak mengerti kisah
ini.
KEDUA, tersentuh dengan kisah ini, tetapi tidak
melakukan apapun.
KETIGA,tersentuh dengan kisah ini, intropeksi diri,
lalu mengubah cara
pandang tentang hidupnya.
KEEMPAT, tersentuh, intropeksi diri, mengubah cara
pandang tentang
hidupnya, lalu bergerak aktif untuk memaknai hidupnya
sendiri dengan cara
memberikan makna bagi kehidupan orang lain.
Bila di antara sekian banyak orang yang memperoleh
kisah ini dari Anda, ada
satu saja yang termasuk kategori nomor EMPAT, ini
berarti Anda telah
berhasil mengubah hidup seseorang, dari sekedar
"Hidup" menjadi "Hidup Yang
Lebih Bermakna". Mereka sungguh beruntung dengan
kehadiran Anda di dunia
ini.
Berhentilah Untuk Selalu Memikirkan Kepentingan Diri
Sendiri, Jadikanlah
Kehadiran Anda Di Dunia Ini Sebagai RAHMAT Bagi Orang
Banyak dan Bagi
Orang2
Yang Anda Cintai (Ayah, Ibu, Saudara/i,Suami/ Istri,
Anak2 Anda, dst)
taken from email from Ratnawati
Senin, 10 Desember 2007
Dan aku ingin mengingatkanmu lagi dan lagi.... (by Max Lucado)
Allah suka padamu...
Kalau Dia punya dompet, pasti fotomu disimpan di dalam-nya,
Kalau Dia punya kulkas, fotomu pasti disimpan di pintunya,
Dia mengirim bunga untukmu setiap musim semi dan matahari terbit setiap pagi,
Kalau kamu ingin bicara, Dia pasti mau mendengarkan.
Sebenarnya Dia bisa tinggal dimana saja di alam semesta ini,
dan Dia memilih hatimu.
Terima saja sobat, Dia tergila-gila padamu!
Kayak nya mungkin kamu susah sekali percaya bahwa Allah mengenal namamu.
Dia benar benar mengenal namamu (Yes45:3-4) .
Tertulis ditelapak tangan-Nya,diucapkan dengan mulut-Nya,
Dibisikkan dengan bibir-Nya, Namamu.
Hati kita tidak cukup besar untuk memuat semua berkat yang ingin Allah berikan.
Jadi, coba ini :
Kalau matahari terbit membuatmu begitu takjub sampai menahan nafas, atau
bunga bunga dipadang membuatmu begitu terpesona, sampai tidak bisa berkata-kata,
tetaplah seperti itu.
Tidak perlu mengatakan apa-apa dan dengarkan sorga berbisik,
"Kau suka itu? Aku melakukannya hanya untukmu"
Kalau kita saja suka memberi hadiah hadiah untuk menunjukkan kasih sayang kita,apalagi Dia?
Bisa saja Dia biarkan bumi ini datar dan berwarna abu-abu, tapi Dia tidak begitu.
Dipercikan-Nya warna jingga pada matahari terbit,
Dan diberi-Nya warna biru pada langit.
Dan kalau kamu suka melihat sekawanan angsa yang sedang berkumpul,
kamu juga pasti bisa melihatNya.
Apa Dia harus menjadikan bulu ekor musang empuk dan
lembutnya?
Apa Dia harus membuat burung- burung berkicau?
Dan lucunya ayam berjalan tergopoh gopoh.
Atau dasyatnya gelegar guntur? Mengapa Dia memberi aroma bagi bunga?
Mengapa Dia memberi rasa pada makanan?
Mungkinkah itu semua karena Dia suka sekali melihat raut wajahmu?
Jadi berjanjilah, kamu tidak akan lupa, bahwa kamu bukan suatu kebetulan
atau kejadian.. kamu adalah karunia bagi dunia.
Karya seni sorgawi, tanda tangan Allah.
(Engkau menenunku didalam kandungan ibuku, Mazmur 139:13)
kamu ditenun/rajutNya, Kamu bukan produksi massal,
kamu bukan hasil buatan mesin.
Kamu dirancang secara khusus, diberi karunia khusus,dan ditempatkan
di dunia ini dengan penuh kasih...
oleh sang Pencipta Agung.
MenurutNya kamu adalah hal terindah yang melesat turun dari puncak
dalam sekejap.
Menolehlah kepinggir jalan, lihat, Allah sedang bersorak-sorak memberimu
dukungan dalam lomba lari.
Coba lihat ke depan ke garis akhir, lihat Allah sedang bertepuk tangan
memuji langkahmu.
Allah ada bagimu
Kalau Allah punya kalender,pasti tanggal ulang tahunmu sudah di lingkari.
Kalau Dia menyetir mobil, pasti namamu sudah tertulis di bemperNya,
Kalau ada pohon di sorga, pasti Dia sudah mengukir namamu dibatangnya.
Mungkin kamu tidak mau menggangu Allah dengan lukamu.
Tetapi "Dia yang memelihara kamu" ( 1 Petrus 5:7 )
Dia menunggumu, untuk memelukmu. dalam keberhasilan dan kegagalanmu.
Bapa Sorgawi sangat menyayangimu dan hanya ingin memberikan kasih-Nya
kepadamu.
Tanpa dibatasi oleh waktu, Allah melihat kita semua.
Gelandangan & anak terlantar, semuanya.
Dia melihat kita sebelum kita dilahirkan. Dan Dia suka dengan semua yang
dilihatNya.
Dengan luapan emosi, penuh kebanggaan,sang Pencipta bintang itu menoleh ke
arah kita, satu persatu dan mengatakan "Engkau anakKu, Aku sangat mengasihimu"
Aku tahu, suatu hari nanti, engkau akan berpaling dariKu dan menjauh.
Tetapi Aku ingin engkau tahu,Aku telah menyediakan jalan pulang bagimu.
Kamu telah memikat hati Allah. Dia tidak sanggup hidup tanpamu.
Impian Allah, membawamu denganNya.
Dan jalan menuju salib, memberitahu kita, sejauh apa jalan yang Allah
tempuh untuk memanggil kita kembali kepadaNya.
"Apa yang bisa membuatKu berhenti mengasihimu? "tanya Allah.
"Ingin tahu berapa lama kasihKu akan bertahan?
Lihat saja, Aku bicara dalam bahasamu,tidur di duniamu, dan merasakan
sakitmu.
temukan jawabannya diatas kayu salib itu,di atas bukit berbatu itu. Itulah
bukti besarnya kasihKu kepadamu"
Masih banyak yang Allah lakukan selain mengampuni kesalahan kita,
Dia menghapusnya! kita hanya harus membawa kesalahan kita kepadaNya.
Kamu bisa bicara dengan Allah karena Allah pasti mendengarkan.
Biar saja air mata menetes dipipimu Ia akan menyekanya.
Dia telah mengutus malaikat-malaikat Nya untuk menjagaimu (Maz. 91:11),
Roh KudusNya untuk tinggal didalammu. GerejaNya untuk mendukungmu dan
pedangNya untuk memimpin mu.
Sebesar kerinduan mu untuk bertemu dengannya, lebih besar lagi
kerinduanNya untuk bertemu denganmu.
Kalau kamu menyentuh hati Allah, pakailah nama sebutan yang paling Ia
sukai, panggil dia "Bapa"
Menurut Allah, kamu indah!
taken from email by arief
Kalau Dia punya dompet, pasti fotomu disimpan di dalam-nya,
Kalau Dia punya kulkas, fotomu pasti disimpan di pintunya,
Dia mengirim bunga untukmu setiap musim semi dan matahari terbit setiap pagi,
Kalau kamu ingin bicara, Dia pasti mau mendengarkan.
Sebenarnya Dia bisa tinggal dimana saja di alam semesta ini,
dan Dia memilih hatimu.
Terima saja sobat, Dia tergila-gila padamu!
Kayak nya mungkin kamu susah sekali percaya bahwa Allah mengenal namamu.
Dia benar benar mengenal namamu (Yes45:3-4) .
Tertulis ditelapak tangan-Nya,diucapkan dengan mulut-Nya,
Dibisikkan dengan bibir-Nya, Namamu.
Hati kita tidak cukup besar untuk memuat semua berkat yang ingin Allah berikan.
Jadi, coba ini :
Kalau matahari terbit membuatmu begitu takjub sampai menahan nafas, atau
bunga bunga dipadang membuatmu begitu terpesona, sampai tidak bisa berkata-kata,
tetaplah seperti itu.
Tidak perlu mengatakan apa-apa dan dengarkan sorga berbisik,
"Kau suka itu? Aku melakukannya hanya untukmu"
Kalau kita saja suka memberi hadiah hadiah untuk menunjukkan kasih sayang kita,apalagi Dia?
Bisa saja Dia biarkan bumi ini datar dan berwarna abu-abu, tapi Dia tidak begitu.
Dipercikan-Nya warna jingga pada matahari terbit,
Dan diberi-Nya warna biru pada langit.
Dan kalau kamu suka melihat sekawanan angsa yang sedang berkumpul,
kamu juga pasti bisa melihatNya.
Apa Dia harus menjadikan bulu ekor musang empuk dan
lembutnya?
Apa Dia harus membuat burung- burung berkicau?
Dan lucunya ayam berjalan tergopoh gopoh.
Atau dasyatnya gelegar guntur? Mengapa Dia memberi aroma bagi bunga?
Mengapa Dia memberi rasa pada makanan?
Mungkinkah itu semua karena Dia suka sekali melihat raut wajahmu?
Jadi berjanjilah, kamu tidak akan lupa, bahwa kamu bukan suatu kebetulan
atau kejadian.. kamu adalah karunia bagi dunia.
Karya seni sorgawi, tanda tangan Allah.
(Engkau menenunku didalam kandungan ibuku, Mazmur 139:13)
kamu ditenun/rajutNya, Kamu bukan produksi massal,
kamu bukan hasil buatan mesin.
Kamu dirancang secara khusus, diberi karunia khusus,dan ditempatkan
di dunia ini dengan penuh kasih...
oleh sang Pencipta Agung.
MenurutNya kamu adalah hal terindah yang melesat turun dari puncak
dalam sekejap.
Menolehlah kepinggir jalan, lihat, Allah sedang bersorak-sorak memberimu
dukungan dalam lomba lari.
Coba lihat ke depan ke garis akhir, lihat Allah sedang bertepuk tangan
memuji langkahmu.
Allah ada bagimu
Kalau Allah punya kalender,pasti tanggal ulang tahunmu sudah di lingkari.
Kalau Dia menyetir mobil, pasti namamu sudah tertulis di bemperNya,
Kalau ada pohon di sorga, pasti Dia sudah mengukir namamu dibatangnya.
Mungkin kamu tidak mau menggangu Allah dengan lukamu.
Tetapi "Dia yang memelihara kamu" ( 1 Petrus 5:7 )
Dia menunggumu, untuk memelukmu. dalam keberhasilan dan kegagalanmu.
Bapa Sorgawi sangat menyayangimu dan hanya ingin memberikan kasih-Nya
kepadamu.
Tanpa dibatasi oleh waktu, Allah melihat kita semua.
Gelandangan & anak terlantar, semuanya.
Dia melihat kita sebelum kita dilahirkan. Dan Dia suka dengan semua yang
dilihatNya.
Dengan luapan emosi, penuh kebanggaan,sang Pencipta bintang itu menoleh ke
arah kita, satu persatu dan mengatakan "Engkau anakKu, Aku sangat mengasihimu"
Aku tahu, suatu hari nanti, engkau akan berpaling dariKu dan menjauh.
Tetapi Aku ingin engkau tahu,Aku telah menyediakan jalan pulang bagimu.
Kamu telah memikat hati Allah. Dia tidak sanggup hidup tanpamu.
Impian Allah, membawamu denganNya.
Dan jalan menuju salib, memberitahu kita, sejauh apa jalan yang Allah
tempuh untuk memanggil kita kembali kepadaNya.
"Apa yang bisa membuatKu berhenti mengasihimu? "tanya Allah.
"Ingin tahu berapa lama kasihKu akan bertahan?
Lihat saja, Aku bicara dalam bahasamu,tidur di duniamu, dan merasakan
sakitmu.
temukan jawabannya diatas kayu salib itu,di atas bukit berbatu itu. Itulah
bukti besarnya kasihKu kepadamu"
Masih banyak yang Allah lakukan selain mengampuni kesalahan kita,
Dia menghapusnya! kita hanya harus membawa kesalahan kita kepadaNya.
Kamu bisa bicara dengan Allah karena Allah pasti mendengarkan.
Biar saja air mata menetes dipipimu Ia akan menyekanya.
Dia telah mengutus malaikat-malaikat Nya untuk menjagaimu (Maz. 91:11),
Roh KudusNya untuk tinggal didalammu. GerejaNya untuk mendukungmu dan
pedangNya untuk memimpin mu.
Sebesar kerinduan mu untuk bertemu dengannya, lebih besar lagi
kerinduanNya untuk bertemu denganmu.
Kalau kamu menyentuh hati Allah, pakailah nama sebutan yang paling Ia
sukai, panggil dia "Bapa"
Menurut Allah, kamu indah!
taken from email by arief
Cintailah Aku Apa Adanya
Saya memiliki suami yang seorang insinyur. Saya mencintai sifatnya yang
alami dan menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya
bersandar di bahunya yang bidang.
Setelah tiga tahun dalam masa perkenalan dan dua tahun dalam masa
pernikahan, harus saya akui bahwa saya mulai merasa lelah. Alasan-alasan
saya mencintainya dahulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.
Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta
berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak
yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan pada
dirinya.
Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang.
Ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan
kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya,
bahwa saya menginginkan perceraian.
"Mengapa ?", dia bertanya dengan terkejut. "Saya lelah, kamu tidak pernah
bisa memberikan cinta yang saya inginkan". Dia terdiam dan termenung
sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan
sesuatu, padahal tidak.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat
mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya ?
(gumam ku di dalam hati). Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya
lakukan untuk merubah pikiranmu?".
Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya
pertanyaan, jika kamu dapat menemukan jawabannya di dalam hati, saya akan
merubah pikiran saya ".
Sayangku, seandainya saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing
gunung, akan tetapi kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu kamu
akan mati, apakah kamu akan melakukannya untukku ?".
Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya
besok". Hati saya langsung gundah mendengar responnya.
Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar
kertas dengan coretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu
hangat. Disitu tertulis ... "Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu
untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya". Kalimat pertama
ini menghancurkan hati saya, namun saya melanjutkan untuk membacanya.
" Kamu sering mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program-program
di PC dan akhirnya menangis di depan monitor karena panik, namun saya
selalu memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki
programnya. Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar, dan
saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu dan membukakan
pintu untukmu ketika pulang. Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi
selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu
di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu. Kamu selalu
pegal-pegal pada waktu "teman baikmu" datang setiap bulannya, dan saya
harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal. Kamu senang
diam di rumah dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi "aneh". Dan harus
membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku
untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami. Kamu selalu menatap
komputermu, membaca buku sambil tidur dan
itu semua tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya
agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu
dan mencabuti ubanmu. Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu
menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah.
Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya
wajahmu ".
" Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena
saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku.
Sayangku, saya tahu ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari apa
yang dapat aku lakukan. Namun jika semua yang telah diberikan tanganku,
kakiku, mataku tidak juga cukup bagimu, maka aku tidak akan bisa menahan
dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu ".
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur,
tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.
" Sayang, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan
semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini,
tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri didepan
menunggu jawabanmu. Jika kamu tidak puas sayangku, biarkan aku masuk untuk
membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu.
Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia ".
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu
dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.
Oh… kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari
dia mencintaiku.
Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang
dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam
wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam
wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan
kita, dan bukan mengharapkan wujud tertent
alami dan menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya
bersandar di bahunya yang bidang.
Setelah tiga tahun dalam masa perkenalan dan dua tahun dalam masa
pernikahan, harus saya akui bahwa saya mulai merasa lelah. Alasan-alasan
saya mencintainya dahulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.
Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta
berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak
yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan pada
dirinya.
Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang.
Ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan
kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya,
bahwa saya menginginkan perceraian.
"Mengapa ?", dia bertanya dengan terkejut. "Saya lelah, kamu tidak pernah
bisa memberikan cinta yang saya inginkan". Dia terdiam dan termenung
sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan
sesuatu, padahal tidak.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat
mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya ?
(gumam ku di dalam hati). Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya
lakukan untuk merubah pikiranmu?".
Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya
pertanyaan, jika kamu dapat menemukan jawabannya di dalam hati, saya akan
merubah pikiran saya ".
Sayangku, seandainya saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing
gunung, akan tetapi kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu kamu
akan mati, apakah kamu akan melakukannya untukku ?".
Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya
besok". Hati saya langsung gundah mendengar responnya.
Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar
kertas dengan coretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu
hangat. Disitu tertulis ... "Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu
untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya". Kalimat pertama
ini menghancurkan hati saya, namun saya melanjutkan untuk membacanya.
" Kamu sering mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program-program
di PC dan akhirnya menangis di depan monitor karena panik, namun saya
selalu memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki
programnya. Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar, dan
saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu dan membukakan
pintu untukmu ketika pulang. Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi
selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu
di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu. Kamu selalu
pegal-pegal pada waktu "teman baikmu" datang setiap bulannya, dan saya
harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal. Kamu senang
diam di rumah dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi "aneh". Dan harus
membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku
untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami. Kamu selalu menatap
komputermu, membaca buku sambil tidur dan
itu semua tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya
agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu
dan mencabuti ubanmu. Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu
menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah.
Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya
wajahmu ".
" Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena
saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku.
Sayangku, saya tahu ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari apa
yang dapat aku lakukan. Namun jika semua yang telah diberikan tanganku,
kakiku, mataku tidak juga cukup bagimu, maka aku tidak akan bisa menahan
dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu ".
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur,
tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.
" Sayang, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan
semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini,
tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri didepan
menunggu jawabanmu. Jika kamu tidak puas sayangku, biarkan aku masuk untuk
membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu.
Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia ".
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu
dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.
Oh… kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari
dia mencintaiku.
Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang
dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam
wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam
wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan
kita, dan bukan mengharapkan wujud tertent
Kamis, 06 Desember 2007
Ketika Saya Meminta
Saya minta kekuatan, Tuhan memberi saya
rintangan untuk membuat saya
kuat.
Saya minta kebijaksanaan, Tuhan memberi
saya masalah untuk saya
pecahkan.
Saya minta kekayaan, Tuhan memberi saya
akal untuk bekerja.
Saya minta keberanian, Tuhan memberi
saya bahaya-bahaya untuk saya
atasi.
Saya minta Cinta, Tuhan memberi saya
seorang pasangan yang selalu
mengasihiku
Saya minta kasih, Tuhan memberi saya
anak-anak terlantar untuk saya
bantu.
Saya minta karunia, Tuhan memberi saya
kesempatan.
Dalam semua hal itu, saya tidak
menerima apa yang saya inginkan,
Tetapi saya menerima apa yang saya
butuhkan.
Ternyata doa saya dikabulkan.
Amin.....
taken from fs bulletin from eva
rintangan untuk membuat saya
kuat.
Saya minta kebijaksanaan, Tuhan memberi
saya masalah untuk saya
pecahkan.
Saya minta kekayaan, Tuhan memberi saya
akal untuk bekerja.
Saya minta keberanian, Tuhan memberi
saya bahaya-bahaya untuk saya
atasi.
Saya minta Cinta, Tuhan memberi saya
seorang pasangan yang selalu
mengasihiku
Saya minta kasih, Tuhan memberi saya
anak-anak terlantar untuk saya
bantu.
Saya minta karunia, Tuhan memberi saya
kesempatan.
Dalam semua hal itu, saya tidak
menerima apa yang saya inginkan,
Tetapi saya menerima apa yang saya
butuhkan.
Ternyata doa saya dikabulkan.
Amin.....
taken from fs bulletin from eva
Hidup Ini Adalah Anugerah
Hari ini sebelum anda mengatakan kata-
kata yang tidak baik; ingatlah
orang-orang yang tidak bisa bicara
Sebelum anda mengeluh tentang rasa
masakan anda; ingatlah orang-orang
yang tidak punya makanan untuk dimakan
Sebelum anda mengeluh tentang istri
atau suami anda; ingatlah orang-
orang yang memohon pasangan hidup dan
belum mendapatkanya
Sebelum anda mengeluh tentang hidup;
ingatlah orang-orang yang
meninggal terlalu awal
Sebelum anda mengeluh tentang anak
anda; ingatlah orang-orang yang
sangat mendambakannya tapi belum
memilikinya
Sebelum anda mengeluh tentang rumah
anda yang kotor belum disapu;
ingatlah orang-orang yang tidak punya
rumah dan terpaksa hidup di
jalanan
Sebelum anda mengeluh tentang jarak
yang anda tempuh dengan kendaraan
anda; ingatlah orang-orang yang harus
berjalan kaki untuk menempuh
jarak yang sama
Dan ketika anda merasa lelah dan bosan
dengan pekerjaan anda; ingatlah
orang-orang yang tidak bisa bekerja dan
yang tidak mempunyai pekerjaan
Sebelum anda menuding seseorang;
ingatlah bahwa tidak ada manusia yang
sempurna
Ketika anda merasa tertekan dan galau;
senyumlah dan bersyukurlah anda
masih hidup !
Hidup ini anugerah, jalanilah,
nikmatilah dengan penuh rasa syukur dan
semangat !
taken from fs bulletin from eva
kata yang tidak baik; ingatlah
orang-orang yang tidak bisa bicara
Sebelum anda mengeluh tentang rasa
masakan anda; ingatlah orang-orang
yang tidak punya makanan untuk dimakan
Sebelum anda mengeluh tentang istri
atau suami anda; ingatlah orang-
orang yang memohon pasangan hidup dan
belum mendapatkanya
Sebelum anda mengeluh tentang hidup;
ingatlah orang-orang yang
meninggal terlalu awal
Sebelum anda mengeluh tentang anak
anda; ingatlah orang-orang yang
sangat mendambakannya tapi belum
memilikinya
Sebelum anda mengeluh tentang rumah
anda yang kotor belum disapu;
ingatlah orang-orang yang tidak punya
rumah dan terpaksa hidup di
jalanan
Sebelum anda mengeluh tentang jarak
yang anda tempuh dengan kendaraan
anda; ingatlah orang-orang yang harus
berjalan kaki untuk menempuh
jarak yang sama
Dan ketika anda merasa lelah dan bosan
dengan pekerjaan anda; ingatlah
orang-orang yang tidak bisa bekerja dan
yang tidak mempunyai pekerjaan
Sebelum anda menuding seseorang;
ingatlah bahwa tidak ada manusia yang
sempurna
Ketika anda merasa tertekan dan galau;
senyumlah dan bersyukurlah anda
masih hidup !
Hidup ini anugerah, jalanilah,
nikmatilah dengan penuh rasa syukur dan
semangat !
taken from fs bulletin from eva
Selasa, 04 Desember 2007
PERANGKAP TIKUS
Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja.
Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikur memperhatikan
dengan seksama sambil menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa
mereka dari pasar??"
Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus.
Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan
berteriak " Ada Perangkap Tikus di rumah....di rumah sekarang ada
perangkap tikus...."
Ia mendatangi ayam dan berteriak " ada perangkat tikus"
Sang Ayam berkata " Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak
berpengaruh terhadap diriku"
Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak.
Sang Kambing pun berkata " Aku turut ber simpati...tapi tidak ada yang
bisa aku lakukan"
Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. " Maafkan aku. Tapi
perangkap tikus tidak ! berbahaya buat aku sama sekali"
Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sng ular berkata "
Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"
Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia
akan menghadapi bahaya sendiri.
Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap
tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat
perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang
terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik
rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang
istri tidak sempat diselamatkan.
Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya
sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam.
Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau,
sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam) Suaminya dengan
segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.
Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman
menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya
untuk mengambil hatinya.
Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.
Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani
harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.
Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari
kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.
SO...SUATU HARI..KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN
MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA...PIKIRKANLAH SEKALI LAGI
taken from email by david
Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikur memperhatikan
dengan seksama sambil menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa
mereka dari pasar??"
Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus.
Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan
berteriak " Ada Perangkap Tikus di rumah....di rumah sekarang ada
perangkap tikus...."
Ia mendatangi ayam dan berteriak " ada perangkat tikus"
Sang Ayam berkata " Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak
berpengaruh terhadap diriku"
Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak.
Sang Kambing pun berkata " Aku turut ber simpati...tapi tidak ada yang
bisa aku lakukan"
Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. " Maafkan aku. Tapi
perangkap tikus tidak ! berbahaya buat aku sama sekali"
Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sng ular berkata "
Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"
Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia
akan menghadapi bahaya sendiri.
Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap
tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat
perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang
terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik
rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang
istri tidak sempat diselamatkan.
Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya
sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam.
Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau,
sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam) Suaminya dengan
segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.
Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman
menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya
untuk mengambil hatinya.
Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.
Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani
harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.
Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari
kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.
SO...SUATU HARI..KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN
MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA...PIKIRKANLAH SEKALI LAGI
taken from email by david
Senin, 03 Desember 2007
2 pilihan...
Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan.
Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab, " Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!"
Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain.
Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry adalah karena sikapnya.
Jerry adalah seorang motivator alami. jika karyawannya sedang mengalami hari yang buruk, dia selalu ada di sana , memberitahu karyawan tersebut bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialami.
Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu hari aku temui Jerry dan bertanya padanya, "Aku tidak mengerti! Tidak mungkin seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu.
Bagaimana kamu dapat melakukannya? " Jerry menjawab, "Tiap pagi aku bangun dan berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu memilih dalam suasana yang baik. Tiap kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih untuk menjadi korban atau aku belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih belajar dari hal itu. Setiap ada seseorang
menyampaikan keluhan, aku dapat memilih untuk menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya.. Aku selalu memilih sisi positifnya."
"Tetapi tidak selalu semudah itu," protesku. "Ya, memang begitu," kata Jerry, "Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh masalah, setiap keadaan adalah sebuah pilihan. Kamu memilih bagaimana
bereaksi terhadap semua keadaan.
Kamu memilih bagaimana orang-orang disekelilingmu terpengaruh oleh keadaanmu.
Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk. Itu adalah pilihanmu, bagaimana kamu hidup."
Beberapa tahun kemudian, aku dengar Jerry mengalami musibah yang tak pernah terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu belakang tidak terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang
bersenjata.
Saat mencoba membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah memutar nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry cepat ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit.
Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan intensif, Jerry dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian peluru masih berada di dalam tubuhnya. Aku melihat Jerry enam bulan
setelah musibah tersebut.
Saat aku tanya Jerry bagaimana keadaannya, dia menjawab, "Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau melihat bekas luka-lukaku? " Aku menunduk untuk melihat luka-lukanya, tetapi aku
masih juga bertanya apa yang dia pikirkan saat terjadinya perampokan.
> >
"Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus mengunci pintu belakang," jawab Jerry. "Kemudian setelah mereka menembak dan aku tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua
pilihan: aku dapat memilih untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup."
> >
"Apakah kamu tidak takut?" tanyaku. Jerry melanjutkan, " Para ahli medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi saat mereka mendorongku ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah
para dokter dan suster aku jadi takut. Mata mereka berkata 'Orang ini akan mati'. Aku tahu aku harus mengambil tindakan."
> >
"Apa yang kamu lakukan?" tanya saya.
"Disana ada suster gemuk yang bertanya padaku," kata Jerry. "Dia bertanya apakah aku punya alergi.
'Ya' jawabku..
Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku.
Aku menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, 'Peluru!'
Ditengah tertawa mereka aku katakan, ' Aku memilih untuk hidup. Tolong aku dioperasi sebagai orang hidup, bukan orang mati'."
> >
Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena sikapnya hidupnya yang mengagumkan. Aku belajar dari dia bahwa tiap hari kamu dapat memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau
membencinya.
> >
Satu hal yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain adalah sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa mengendalikannya dan segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah.
> >
Sekarang kamu punya dua pilihan:
1. Kamu dapat menutup mail ini, atau
2. Kamu meneruskannya ke seseorang yang kamu kasihi.
> >
Aku berharap kamu memilih #2, karena aku telah melakukannya
peterone
Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab, " Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!"
Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain.
Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry adalah karena sikapnya.
Jerry adalah seorang motivator alami. jika karyawannya sedang mengalami hari yang buruk, dia selalu ada di sana , memberitahu karyawan tersebut bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialami.
Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu hari aku temui Jerry dan bertanya padanya, "Aku tidak mengerti! Tidak mungkin seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu.
Bagaimana kamu dapat melakukannya? " Jerry menjawab, "Tiap pagi aku bangun dan berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu memilih dalam suasana yang baik. Tiap kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih untuk menjadi korban atau aku belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih belajar dari hal itu. Setiap ada seseorang
menyampaikan keluhan, aku dapat memilih untuk menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya.. Aku selalu memilih sisi positifnya."
"Tetapi tidak selalu semudah itu," protesku. "Ya, memang begitu," kata Jerry, "Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh masalah, setiap keadaan adalah sebuah pilihan. Kamu memilih bagaimana
bereaksi terhadap semua keadaan.
Kamu memilih bagaimana orang-orang disekelilingmu terpengaruh oleh keadaanmu.
Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk. Itu adalah pilihanmu, bagaimana kamu hidup."
Beberapa tahun kemudian, aku dengar Jerry mengalami musibah yang tak pernah terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu belakang tidak terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang
bersenjata.
Saat mencoba membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah memutar nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry cepat ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit.
Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan intensif, Jerry dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian peluru masih berada di dalam tubuhnya. Aku melihat Jerry enam bulan
setelah musibah tersebut.
Saat aku tanya Jerry bagaimana keadaannya, dia menjawab, "Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau melihat bekas luka-lukaku? " Aku menunduk untuk melihat luka-lukanya, tetapi aku
masih juga bertanya apa yang dia pikirkan saat terjadinya perampokan.
> >
"Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus mengunci pintu belakang," jawab Jerry. "Kemudian setelah mereka menembak dan aku tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua
pilihan: aku dapat memilih untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup."
> >
"Apakah kamu tidak takut?" tanyaku. Jerry melanjutkan, " Para ahli medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi saat mereka mendorongku ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah
para dokter dan suster aku jadi takut. Mata mereka berkata 'Orang ini akan mati'. Aku tahu aku harus mengambil tindakan."
> >
"Apa yang kamu lakukan?" tanya saya.
"Disana ada suster gemuk yang bertanya padaku," kata Jerry. "Dia bertanya apakah aku punya alergi.
'Ya' jawabku..
Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku.
Aku menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, 'Peluru!'
Ditengah tertawa mereka aku katakan, ' Aku memilih untuk hidup. Tolong aku dioperasi sebagai orang hidup, bukan orang mati'."
> >
Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena sikapnya hidupnya yang mengagumkan. Aku belajar dari dia bahwa tiap hari kamu dapat memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau
membencinya.
> >
Satu hal yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain adalah sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa mengendalikannya dan segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah.
> >
Sekarang kamu punya dua pilihan:
1. Kamu dapat menutup mail ini, atau
2. Kamu meneruskannya ke seseorang yang kamu kasihi.
> >
Aku berharap kamu memilih #2, karena aku telah melakukannya
peterone
PEREMPUAN BAGI SEORANG PRIA
Dia yang diambil dari tulang rusuk
Dia tidak berhadapan denganmu,untuk
me lawanmu..
tapi,di a akan berada bersamamu untuk
berjaga2 di belakang,saat engkau berada
di depan.
Dialah ,yang akan menutupi kekuranganmu
Dia ada untuk melengkapi yang tak ada
pada laki-laki:
perasa an,kelembutan,keinda han.
Dialah yang akan menyelesaikan
bag iannya
sehingg a tanpa kau sadari ketika kau
menjalankan sisa hidupmu,kau menjadi
lebih kuat karena kehadirannya.
jika ada makhluk yg sangat bertolak
belakang dngn laki2,itulah perempuan.
ji ka ada makhluk yg sanggup menaklukan
hati hanya dngn sebuah senyuman itulah
perempuan.
Ia tdk butuh argumentasi hebat dari
laki2,tapi ia butuh jaminan rasa
aman.karena ia ada untuk dilindungi
tidak hanya secara fisik tetapi secara
emosi.
Ia tidak butuh fakta2 dan bahasa yg
logis yg biasa disampaikan oleh laki2.
tapi yang dia butuhkan adalah
perhatiaan ,kata2 yg lembut,ungkapan2
yg
sepele namun baginya sangat berarti dan
membuatnya aman di dekatmu.
Batu yg keras,dapat terkikis habis o;eh
air yg lembut.sifat laki2 yg keras
ternetralis ir leh kelembutan
peremp uan.
Ru mput yg lembut tdk mudah tumbang
oleh
b adai,diband ingkan dngn pohon yg besar
dan rindang.
Sepe rti juga didalam
kelembuta nnya,disitulah terletak
kekuatan dan ketahanan yg membuatnya
bisa bertahan dalam situasi apapun.
Ia lembut bukan untuk di injak,rumput
ygle mbut akan di naungi oleh pohon yg
kokoh dan rindang...
taken from fs bulletin by vicky
Dia tidak berhadapan denganmu,untuk
me lawanmu..
tapi,di a akan berada bersamamu untuk
berjaga2 di belakang,saat engkau berada
di depan.
Dialah ,yang akan menutupi kekuranganmu
Dia ada untuk melengkapi yang tak ada
pada laki-laki:
perasa an,kelembutan,keinda han.
Dialah yang akan menyelesaikan
bag iannya
sehingg a tanpa kau sadari ketika kau
menjalankan sisa hidupmu,kau menjadi
lebih kuat karena kehadirannya.
jika ada makhluk yg sangat bertolak
belakang dngn laki2,itulah perempuan.
ji ka ada makhluk yg sanggup menaklukan
hati hanya dngn sebuah senyuman itulah
perempuan.
Ia tdk butuh argumentasi hebat dari
laki2,tapi ia butuh jaminan rasa
aman.karena ia ada untuk dilindungi
tidak hanya secara fisik tetapi secara
emosi.
Ia tidak butuh fakta2 dan bahasa yg
logis yg biasa disampaikan oleh laki2.
tapi yang dia butuhkan adalah
perhatiaan ,kata2 yg lembut,ungkapan2
yg
sepele namun baginya sangat berarti dan
membuatnya aman di dekatmu.
Batu yg keras,dapat terkikis habis o;eh
air yg lembut.sifat laki2 yg keras
ternetralis ir leh kelembutan
peremp uan.
Ru mput yg lembut tdk mudah tumbang
oleh
b adai,diband ingkan dngn pohon yg besar
dan rindang.
Sepe rti juga didalam
kelembuta nnya,disitulah terletak
kekuatan dan ketahanan yg membuatnya
bisa bertahan dalam situasi apapun.
Ia lembut bukan untuk di injak,rumput
ygle mbut akan di naungi oleh pohon yg
kokoh dan rindang...
taken from fs bulletin by vicky
Titipan cinta untuk temanku....
Untuk temanku yang masih sendiri.
Cinta itu seoerti kupu-kupu, semakin
dikejar, semakin jauh. Tapi, jika kamu
membiarkanny a terbang, dia akan datang
dengan sendirinya. Cinta dapat
membuatmu bahagia, tapi cinta juga
sering menyakitkan. Tapi cinta akan
menjadi special ketika kamu
memberikanny a pada orang yang pantas
mendapatka nnya. Jadi, santai saja dan
pilih yang terbaik.
Untu k temanku yang masih menunggu
kepastia n.
Cinta bukanlah menjadi orang lain yang
sempuran. Cinta adalah menemukan
seseora ng yang menuntunmu menjadi yang
terbaik.
Untuk temanku yang suka mempermainkan
cin ta.
Jangan pernah katakan ‘Aku cinta kamu’
jika kamu tak peduli.
Jangan pernah bicara soal perasaan jika
perasaan itu tak ada.
Jangan pernah menyentuh hati seseorang
jika kamu hanya menyakitinya.
Jan gan pernah melihat matanya jika
semua yang lakukan adalah bohong.
Hal yang paling jahat yang bisa laki-
laki lakukan pada peremupan adalah
membiarkan nya jatuh, tetapi laki-laki
tidak benar-benar ingin menangkapnya.
Dan itu terjadi pada keduanya.
Unt uk temanku yang telah menikah.
Cinta bukanlah soal ‘Ini salahmu’,
tetapi ‘Aku minta maaf’.
Bukan ‘Dimana kau, tetapi ‘Aku disini’.
Bukan ‘Bagaimana ini bisa terjadi’,
tetapi ‘Aku mengerti’.
Bukan juga ‘Andai kau ada disini’,
tetapi ‘Syukurlah kau ada’.
Untuk temanku yang bertunangan.
Keco cokan bukan dikur dari berapa lama
berhubungan. Tapi seberapa kalian
mengerti satu sama lain.
Untuk temanku yang patah hati.
Patah hati itu tergantung padamu. Patah
hati akan dirasakan selama kamu memang
mau, dan dalam sedalam kamu
membiarkanny a. Tantangannya, adalah
bukan bertahan atas patah hati, tapi
bagaimana bisa belajar darinya.
Untu k temanku yang naรฏf.
Cara untuk jatuh cinta adalah, jatuhlah
tapi jangan terjun. Konsisten tapi
janga persisten. Berbagilah dan
adillah. Mengertilah dan jangan coba
meminta. Sakitlah, tapi jangan pernag
menahan rasa sakit itu.
Untuk temanku yang posesif.
Akan sangat sakit melihat orang yang
kita cintai bahagia bersama orang lain.
Tapi akan lebih menyakitkan lagi ketika
tahu bahwa orang yang kamu cintai tidak
bahagia bersamamu.
Un tuk temanku yang takut mengakui.
Cinta menyakitkan jika kamu memutuskan
cinta. cinta lebih menyakitkan jika
seseoarang memutuskanmu. Tapi cinta
paling menyakitkan ketika orang yang
kamu cintai tidak tahu perasaanmu.
U ntuk temanku yang masih bertahan.
Hal yang menyedihkan tentang hidup
adalah ketika kamu bertemu seseorang,
dan kamu jatuh cinta kepadanya, tapi
pada akhirnya, cinta itu tidak benar-
benar ada. Dankamu telah menyia-nyiakan
wa ktumu bersama orang yang tidak pantas
mendapatka n cintamu. Jika dia tidak
pantas, dia juga tidak akan pantas
mendapatka nnya setahu, atau bahkan
sepuluh tahun dari sekarang. Jadi,
lepaskanlah dia….
taken from fs bulletin by fenny
Cinta itu seoerti kupu-kupu, semakin
dikejar, semakin jauh. Tapi, jika kamu
membiarkanny a terbang, dia akan datang
dengan sendirinya. Cinta dapat
membuatmu bahagia, tapi cinta juga
sering menyakitkan. Tapi cinta akan
menjadi special ketika kamu
memberikanny a pada orang yang pantas
mendapatka nnya. Jadi, santai saja dan
pilih yang terbaik.
Untu k temanku yang masih menunggu
kepastia n.
Cinta bukanlah menjadi orang lain yang
sempuran. Cinta adalah menemukan
seseora ng yang menuntunmu menjadi yang
terbaik.
Untuk temanku yang suka mempermainkan
cin ta.
Jangan pernah katakan ‘Aku cinta kamu’
jika kamu tak peduli.
Jangan pernah bicara soal perasaan jika
perasaan itu tak ada.
Jangan pernah menyentuh hati seseorang
jika kamu hanya menyakitinya.
Jan gan pernah melihat matanya jika
semua yang lakukan adalah bohong.
Hal yang paling jahat yang bisa laki-
laki lakukan pada peremupan adalah
membiarkan nya jatuh, tetapi laki-laki
tidak benar-benar ingin menangkapnya.
Dan itu terjadi pada keduanya.
Unt uk temanku yang telah menikah.
Cinta bukanlah soal ‘Ini salahmu’,
tetapi ‘Aku minta maaf’.
Bukan ‘Dimana kau, tetapi ‘Aku disini’.
Bukan ‘Bagaimana ini bisa terjadi’,
tetapi ‘Aku mengerti’.
Bukan juga ‘Andai kau ada disini’,
tetapi ‘Syukurlah kau ada’.
Untuk temanku yang bertunangan.
Keco cokan bukan dikur dari berapa lama
berhubungan. Tapi seberapa kalian
mengerti satu sama lain.
Untuk temanku yang patah hati.
Patah hati itu tergantung padamu. Patah
hati akan dirasakan selama kamu memang
mau, dan dalam sedalam kamu
membiarkanny a. Tantangannya, adalah
bukan bertahan atas patah hati, tapi
bagaimana bisa belajar darinya.
Untu k temanku yang naรฏf.
Cara untuk jatuh cinta adalah, jatuhlah
tapi jangan terjun. Konsisten tapi
janga persisten. Berbagilah dan
adillah. Mengertilah dan jangan coba
meminta. Sakitlah, tapi jangan pernag
menahan rasa sakit itu.
Untuk temanku yang posesif.
Akan sangat sakit melihat orang yang
kita cintai bahagia bersama orang lain.
Tapi akan lebih menyakitkan lagi ketika
tahu bahwa orang yang kamu cintai tidak
bahagia bersamamu.
Un tuk temanku yang takut mengakui.
Cinta menyakitkan jika kamu memutuskan
cinta. cinta lebih menyakitkan jika
seseoarang memutuskanmu. Tapi cinta
paling menyakitkan ketika orang yang
kamu cintai tidak tahu perasaanmu.
U ntuk temanku yang masih bertahan.
Hal yang menyedihkan tentang hidup
adalah ketika kamu bertemu seseorang,
dan kamu jatuh cinta kepadanya, tapi
pada akhirnya, cinta itu tidak benar-
benar ada. Dankamu telah menyia-nyiakan
wa ktumu bersama orang yang tidak pantas
mendapatka n cintamu. Jika dia tidak
pantas, dia juga tidak akan pantas
mendapatka nnya setahu, atau bahkan
sepuluh tahun dari sekarang. Jadi,
lepaskanlah dia….
taken from fs bulletin by fenny
Kamis, 22 November 2007
CARA PANDANG TERHADAP BEBAN HIDUP
Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita memikul
beban tersebut.
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey
mengangkat segelas
air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira
segelas air ini?"
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr."Ini bukanlah masalah
berat absolutnya,
tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya
memegangnya selama 1
jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1
hari penuh, mungkin anda
harus memanggilkan ambulans untuk saya.Beratnya sebenarnya sama, tapi
semakin lama saya
memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan
mampu membawanya
lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang
harus kita lakukan adalah
meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
Kita harus meninggalkan
beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu
membawanya lagi.
Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban
pekerjaan. Jangan bawa
pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada
dipundak anda hari ini, coba
tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil
lagi.
Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya...!! Hal
terindah dan terbaik
di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh
di relung hati kita.
Start the day with smile and have a good day........
taken from my friendster bulletin form yonathan:)
beban tersebut.
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey
mengangkat segelas
air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira
segelas air ini?"
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr."Ini bukanlah masalah
berat absolutnya,
tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya
memegangnya selama 1
jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1
hari penuh, mungkin anda
harus memanggilkan ambulans untuk saya.Beratnya sebenarnya sama, tapi
semakin lama saya
memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan
mampu membawanya
lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang
harus kita lakukan adalah
meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
Kita harus meninggalkan
beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu
membawanya lagi.
Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban
pekerjaan. Jangan bawa
pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada
dipundak anda hari ini, coba
tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil
lagi.
Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya...!! Hal
terindah dan terbaik
di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh
di relung hati kita.
Start the day with smile and have a good day........
taken from my friendster bulletin form yonathan:)
Jumat, 02 November 2007
BANGKITLAH KAMU AKAN KUSUNTIK MATI
Judulnya agak terlalu kejam. Mohon
maaf Bapak, Ibu, dan Saudara yang
budiman, sebab saya punya alasan.
Untuk setiap kegagalan dan
keterpurukan, memang diperlukan
perlak uan yang istimewa. Jika jatuhnya
dalam, maka perlu waktu lama untuk
sampai kembali ke bibir jurang. Jika
tenggelamnya sampai ke dasar, maka
butuh energi besar untuk kembali ke
permukaan.
Berkaitan dengan kegagalan dan
keterpurukan, kata-kata bisa menjadi
penyemang at, atau malah jadi racun
yang lebih mematikan. Ia bisa
membangkitka n, atau malah bisa fatal
karena terlanjur disuntikkan.
DARI SETBACK MENJADI COMEBACK
Tips berikut ini berasal dari materi
oleh Herbert Gordon. Isinya tentang
bagaimana sebuah kebangkitan bisa
diciptakan, setelah terlanjur jatuh
dan terpuruk. Anda mungkin pernah
mengalamin ya. Anda mungkin akan
mengalaminya . Anda mungkin sedang
mengalamin ya. Ingatlah baik-baik tips
ini, agar Anda bisa segera bangkit
kembali, tak terlalu lama setelah
terpuruk dan jatuh.
IDENTI FIKASI APA YANG BISA ANDA
KONTROL DAN YANG TIDAK
Buatlah dua buah daftar atau
inventori, yang satu berisi berbagai
hal yang bisa Anda kontrol, dan yang
satu lagi berisi hal-hal yang tidak
bisa Anda kontrol. Berbagai hal itu,
adalah segala sesuatu yang (mestinya)
bisa membantu Anda mencapai kesuksesan
atau keberhasilan.
Ingatlah bahwa sebagian besar "sebab"
pada dasarnya bisa Anda kontrol, dan
sebagian besar "akibat" memang tidak
bisa Anda kontrol.
Misa lnya, berlatih olahraga
bulutang kis sekeras mungkin, atau
melakukan prospecting penjualan
asurans i sebanyak mungkin, berada
dalam kontrol Anda.
Tapi, menjadi juara pertama dalam
olahraga bulutangkis dengan segala
kualifikas inya, atau mencapai omzet
penjualan asuransi terbesar se-
Indonesia, adalah di luar kontrol Anda.
Jika sesuatu berada di dalam kontrol
Anda, Anda boleh menyesal karena tidak
memaksimalk annya. Sebaliknya, jika
sesuatu tidak berada di dalam kontrol
Anda, maka Anda harus mau merelakannya.
Lakukanlah inventori dan identifikasi
ini dengan obyektif dan tidak terjebak
pada blame game.
DARI BITTER MENJADI BETTER
Jika Anda seperti kebanyakan orang
lain, maka ketahuilah bahwa kritikus
paling ulung bagi diri Anda, adalah
diri Anda sendiri. Kata-kata dan
pikiran Anda, sering Anda jadikan
cambuk yang terus memecut perasaan
Anda. Keduanya, berubah menjadi kata
buruk dan pikiran buruk. Lebih buruk
lagi, atas kata dan pikiran buruk itu,
Anda pecut lagi dengan kata buruk dan
pikiran buruk berikutnya. Demikian
seterusn ya. Bagaimanakah buruknya
perasaan Anda karena semua itu?
"Ah, saya gagal lagi."
"Saya memang bodoh."
"Ya gusti... mengapa saya kok bodoh
sekali."
You feel bad about feel bad.
Lupakan apa pun yang tak bisa Anda
kontrol. Dan jika Anda menemukan ada
hal yang (mestinya) bisa Anda kontrol,
segerala h meng-assess pikiran dan
perasaan Anda saat itu juga.
"Ya, Elu enak aja Pak Sopa bisa
ngomong gitu. Pan Gua nyang ngalamin!
Elu kagak!"
Ya. Anda benar. Dan satu-satunya sebab
bahwa Anda tidak bisa mengganti
ungkapa n itu dengan sesuatu yang lebih
positif, adalah karena Anda memang
tidak mencoba menggantinya. Anda,
hanya mengungkapkan apa yang Anda
rasakan. Mulai sekarang, cobalah untuk
menggantiny a dengan yang lebih
positif. Itulah yang akan membuat Anda
mampu bangkit.
Saat pikiran negatif mulai
berseliwera n di kepala Anda, segeralah
terapka n pada diri Anda sendiri sebuah
teknik yang disebut dengan "Hapus dan
Ganti". Ucapkan "Hapus dan Ganti" itu
dengan tegas kepada diri Anda sendiri.
"Say a memang bodoh."
"Hapus itu. Ganti dengan..."
La njutkan kalimat itu dengan:
"Saya telah gagal dan salah. Sekarang
saya tahu yang lebih baik, maka saya
akan melakukan yang lebih baik."
JANGAN HUKUM ORANG YANG TAK BERSALAH
Will ie Jollie pernah mengatakan "the
past is a place of reference; not a
place of residence." Kebanyakan orang
yang jatuh dan terpuruk, secara
bertubi-tu bi menghukum diri mereka
sendiri. Mereka membiarkan dirinya
bertempat tinggal di masa lalu.
Mungkin saja Anda masih menyesali dan
menangisi, apapun kesalahan yang telah
terlanjur terjadi di masa lalu.
Kesalahan kemarin, kegagalan minggu
lalu, jatuhnya bisnis setengah tahun
lewat, hancurnya hidup Anda dua tahun
belakangan, dan seterusnya. Dan Anda,
mungkin masih melanjutkan penghukuman
pada diri sendiri sampai dengan hari
ini.
Ketahuilah, Anda telah menghukum orang
yang salah.
Ketahu ilah, Anda yang kemarin dan Anda
hari ini adalah dua manusia yang
berbeda. Anda yang lalu telah gagal
dan bersalah, tapi Anda yang hari ini
telah berhasil belajar dan berubah.
Anda yang hari ini adalah korban tak
berdosa. Ia sama sekali tidak
bersalah. Dan jika Anda tetap
menghukumny a, maka Anda telah semena-
mena.
Jangan hukum orang yang tak bersalah.
Jik a Anda telah mengatakan "Sekarang
saya tahu yang lebih baik, dan saya
akan melakukan yang lebih baik", maka
berilah maaf pada diri Anda yang hari
ini. Itulah yang lebih baik, yang akan
membuat segalanya menjadi lebih baik.
Bagaima na jika Anda yang di masa lalu
masih dihukum oleh orang lain?
Ingatlah bahwa...
PEND APAT ORANG TIDAK HARUS MENJADI
REALITAS ANDA
Anda yang sekarang adalah bukan Anda
yang lalu. Anda yang sekarang adalah
Anda yang telah berhasil belajar dari
masa lalu.
Maka jika orang lain melewatkan
kesemp atan untuk memanfaatkan apa yang
Anda punya hari ini, jika mereka
melupakan kemampuan Anda sekarang,
jika mereka tak memandang keahlian dan
bakat Anda saat ini, jika mereka
meremehkan kehebatan Anda kini,
ketahuilah, bahwa merekalah yang telah
merugi, dan Anda tidak sama sekali.
Apa yang perlu Anda katakan kepada
diri Anda sendiri adalah "Beberapa
akan, beberapa tidak akan, so what,
next."
<>"Beberapa kesempatan dan peluang akan
terbuka untuk saya. Beberapa mungkin
tidak. So what. Apa berikutnya?"
Teruslah bergerak. Mengapa? Sebab...
GAGA L TIDAKLAH PERMANEN KECUALI ANDA
BERHENTI
Berita jelek: Sukses tidak permanen.
Setelah Anda mencapainya, Anda harus
terus berupaya agar tetap di sana.
Berita bagus: Gagal juga tidak
permanen, kecuali seseorang memutuskan
untuk berhenti.
Ber hentilah sebentar saja untuk
melakukan evaluasi. Gunakanlah kembali
prinsip-p rinsip dalam tips ini.
Kemudian, fokuslah pada kesempatan dan
peluang berikutnya yang sudah
mengantri di hadapan Anda.
Next please!
KESEM PATAN BARU MENYEMBUHKAN LUKA LAMA
Inilah pentingnya terus bergerak.
Sebab setiap kesempatan baru yang Anda
songsong, sangat berpeluang menjadi
obat. Coba Anda resapi puisi yang saya
buat untuk Anda hari ini.
Sese orang telah terluka
Seger a setelah ia mengalami, duduklah
ia terdiam
di pojok gelap menyendiri merasakan
perihny a
Tak lama kemudian, mulailah ia
menjilati lukanya,
berharap ia sembuh segera
Terus ia lakukan dengan penuh harap di
bawah bayang-bayang sisa kepedihannya
Setelah waktu berlalu, seseorang
kemudia n datang membuka pintu
Cahaya terang menerobos menyiram bekas
lukanya
Ia mengajak, mari keluar mari bermain
Ayo kita temui seseorang, dan kita
bersenang-se nang
Just like that
and the fun begins again!
Hal yang persis sama, bisa juga
bekerja untuk kegagalan dan
keterpurukan Anda. Jangan hanya duduk
terdiam dan menjilati luka. Tataplah
sekelili ng Anda untuk berbagai
kesempat an dan peluang baru.
KESIMPU LAN
Jadi bagaimana, masihkah Anda mau
menggeletak terkapar di tempat becek
dan basah di bawah situ? Atau marilah
sambut tangan saya, mari bangkit
bersama menyongsong segala kesempatan
baru!<>
Ayolah, sebelum saya terlanjur
berpiki r lebih jauh untuk menyuntik
mati saja Anda.
Saya Ingin Anda Sukses,
Saya Harus Membuat Anda Sukses.
maaf Bapak, Ibu, dan Saudara yang
budiman, sebab saya punya alasan.
Untuk setiap kegagalan dan
keterpurukan, memang diperlukan
perlak uan yang istimewa. Jika jatuhnya
dalam, maka perlu waktu lama untuk
sampai kembali ke bibir jurang. Jika
tenggelamnya sampai ke dasar, maka
butuh energi besar untuk kembali ke
permukaan.
Berkaitan dengan kegagalan dan
keterpurukan, kata-kata bisa menjadi
penyemang at, atau malah jadi racun
yang lebih mematikan. Ia bisa
membangkitka n, atau malah bisa fatal
karena terlanjur disuntikkan.
DARI SETBACK MENJADI COMEBACK
Tips berikut ini berasal dari materi
oleh Herbert Gordon. Isinya tentang
bagaimana sebuah kebangkitan bisa
diciptakan, setelah terlanjur jatuh
dan terpuruk. Anda mungkin pernah
mengalamin ya. Anda mungkin akan
mengalaminya . Anda mungkin sedang
mengalamin ya. Ingatlah baik-baik tips
ini, agar Anda bisa segera bangkit
kembali, tak terlalu lama setelah
terpuruk dan jatuh.
IDENTI FIKASI APA YANG BISA ANDA
KONTROL DAN YANG TIDAK
Buatlah dua buah daftar atau
inventori, yang satu berisi berbagai
hal yang bisa Anda kontrol, dan yang
satu lagi berisi hal-hal yang tidak
bisa Anda kontrol. Berbagai hal itu,
adalah segala sesuatu yang (mestinya)
bisa membantu Anda mencapai kesuksesan
atau keberhasilan.
Ingatlah bahwa sebagian besar "sebab"
pada dasarnya bisa Anda kontrol, dan
sebagian besar "akibat" memang tidak
bisa Anda kontrol.
Misa lnya, berlatih olahraga
bulutang kis sekeras mungkin, atau
melakukan prospecting penjualan
asurans i sebanyak mungkin, berada
dalam kontrol Anda.
Tapi, menjadi juara pertama dalam
olahraga bulutangkis dengan segala
kualifikas inya, atau mencapai omzet
penjualan asuransi terbesar se-
Indonesia, adalah di luar kontrol Anda.
Jika sesuatu berada di dalam kontrol
Anda, Anda boleh menyesal karena tidak
memaksimalk annya. Sebaliknya, jika
sesuatu tidak berada di dalam kontrol
Anda, maka Anda harus mau merelakannya.
Lakukanlah inventori dan identifikasi
ini dengan obyektif dan tidak terjebak
pada blame game.
DARI BITTER MENJADI BETTER
Jika Anda seperti kebanyakan orang
lain, maka ketahuilah bahwa kritikus
paling ulung bagi diri Anda, adalah
diri Anda sendiri. Kata-kata dan
pikiran Anda, sering Anda jadikan
cambuk yang terus memecut perasaan
Anda. Keduanya, berubah menjadi kata
buruk dan pikiran buruk. Lebih buruk
lagi, atas kata dan pikiran buruk itu,
Anda pecut lagi dengan kata buruk dan
pikiran buruk berikutnya. Demikian
seterusn ya. Bagaimanakah buruknya
perasaan Anda karena semua itu?
"Ah, saya gagal lagi."
"Saya memang bodoh."
"Ya gusti... mengapa saya kok bodoh
sekali."
You feel bad about feel bad.
Lupakan apa pun yang tak bisa Anda
kontrol. Dan jika Anda menemukan ada
hal yang (mestinya) bisa Anda kontrol,
segerala h meng-assess pikiran dan
perasaan Anda saat itu juga.
"Ya, Elu enak aja Pak Sopa bisa
ngomong gitu. Pan Gua nyang ngalamin!
Elu kagak!"
Ya. Anda benar. Dan satu-satunya sebab
bahwa Anda tidak bisa mengganti
ungkapa n itu dengan sesuatu yang lebih
positif, adalah karena Anda memang
tidak mencoba menggantinya. Anda,
hanya mengungkapkan apa yang Anda
rasakan. Mulai sekarang, cobalah untuk
menggantiny a dengan yang lebih
positif. Itulah yang akan membuat Anda
mampu bangkit.
Saat pikiran negatif mulai
berseliwera n di kepala Anda, segeralah
terapka n pada diri Anda sendiri sebuah
teknik yang disebut dengan "Hapus dan
Ganti". Ucapkan "Hapus dan Ganti" itu
dengan tegas kepada diri Anda sendiri.
"Say a memang bodoh."
"Hapus itu. Ganti dengan..."
La njutkan kalimat itu dengan:
"Saya telah gagal dan salah. Sekarang
saya tahu yang lebih baik, maka saya
akan melakukan yang lebih baik."
JANGAN HUKUM ORANG YANG TAK BERSALAH
Will ie Jollie pernah mengatakan "the
past is a place of reference; not a
place of residence." Kebanyakan orang
yang jatuh dan terpuruk, secara
bertubi-tu bi menghukum diri mereka
sendiri. Mereka membiarkan dirinya
bertempat tinggal di masa lalu.
Mungkin saja Anda masih menyesali dan
menangisi, apapun kesalahan yang telah
terlanjur terjadi di masa lalu.
Kesalahan kemarin, kegagalan minggu
lalu, jatuhnya bisnis setengah tahun
lewat, hancurnya hidup Anda dua tahun
belakangan, dan seterusnya. Dan Anda,
mungkin masih melanjutkan penghukuman
pada diri sendiri sampai dengan hari
ini.
Ketahuilah, Anda telah menghukum orang
yang salah.
Ketahu ilah, Anda yang kemarin dan Anda
hari ini adalah dua manusia yang
berbeda. Anda yang lalu telah gagal
dan bersalah, tapi Anda yang hari ini
telah berhasil belajar dan berubah.
Anda yang hari ini adalah korban tak
berdosa. Ia sama sekali tidak
bersalah. Dan jika Anda tetap
menghukumny a, maka Anda telah semena-
mena.
Jangan hukum orang yang tak bersalah.
Jik a Anda telah mengatakan "Sekarang
saya tahu yang lebih baik, dan saya
akan melakukan yang lebih baik", maka
berilah maaf pada diri Anda yang hari
ini. Itulah yang lebih baik, yang akan
membuat segalanya menjadi lebih baik.
Bagaima na jika Anda yang di masa lalu
masih dihukum oleh orang lain?
Ingatlah bahwa...
PEND APAT ORANG TIDAK HARUS MENJADI
REALITAS ANDA
Anda yang sekarang adalah bukan Anda
yang lalu. Anda yang sekarang adalah
Anda yang telah berhasil belajar dari
masa lalu.
Maka jika orang lain melewatkan
kesemp atan untuk memanfaatkan apa yang
Anda punya hari ini, jika mereka
melupakan kemampuan Anda sekarang,
jika mereka tak memandang keahlian dan
bakat Anda saat ini, jika mereka
meremehkan kehebatan Anda kini,
ketahuilah, bahwa merekalah yang telah
merugi, dan Anda tidak sama sekali.
Apa yang perlu Anda katakan kepada
diri Anda sendiri adalah "Beberapa
akan, beberapa tidak akan, so what,
next."
<>"Beberapa kesempatan dan peluang akan
terbuka untuk saya. Beberapa mungkin
tidak. So what. Apa berikutnya?"
Teruslah bergerak. Mengapa? Sebab...
GAGA L TIDAKLAH PERMANEN KECUALI ANDA
BERHENTI
Berita jelek: Sukses tidak permanen.
Setelah Anda mencapainya, Anda harus
terus berupaya agar tetap di sana.
Berita bagus: Gagal juga tidak
permanen, kecuali seseorang memutuskan
untuk berhenti.
Ber hentilah sebentar saja untuk
melakukan evaluasi. Gunakanlah kembali
prinsip-p rinsip dalam tips ini.
Kemudian, fokuslah pada kesempatan dan
peluang berikutnya yang sudah
mengantri di hadapan Anda.
Next please!
KESEM PATAN BARU MENYEMBUHKAN LUKA LAMA
Inilah pentingnya terus bergerak.
Sebab setiap kesempatan baru yang Anda
songsong, sangat berpeluang menjadi
obat. Coba Anda resapi puisi yang saya
buat untuk Anda hari ini.
Sese orang telah terluka
Seger a setelah ia mengalami, duduklah
ia terdiam
di pojok gelap menyendiri merasakan
perihny a
Tak lama kemudian, mulailah ia
menjilati lukanya,
berharap ia sembuh segera
Terus ia lakukan dengan penuh harap di
bawah bayang-bayang sisa kepedihannya
Setelah waktu berlalu, seseorang
kemudia n datang membuka pintu
Cahaya terang menerobos menyiram bekas
lukanya
Ia mengajak, mari keluar mari bermain
Ayo kita temui seseorang, dan kita
bersenang-se nang
Just like that
and the fun begins again!
Hal yang persis sama, bisa juga
bekerja untuk kegagalan dan
keterpurukan Anda. Jangan hanya duduk
terdiam dan menjilati luka. Tataplah
sekelili ng Anda untuk berbagai
kesempat an dan peluang baru.
KESIMPU LAN
Jadi bagaimana, masihkah Anda mau
menggeletak terkapar di tempat becek
dan basah di bawah situ? Atau marilah
sambut tangan saya, mari bangkit
bersama menyongsong segala kesempatan
baru!<>
Ayolah, sebelum saya terlanjur
berpiki r lebih jauh untuk menyuntik
mati saja Anda.
Saya Ingin Anda Sukses,
Saya Harus Membuat Anda Sukses.
SEMAKIN BESAR PENGORBANAN รข€“ SEMAKIN
Di kisahkan ada pendeta tua, 6oth, yang
sedang tidur siang di hari senin. Dia
memang sedang mengantuk berat, karena
hari minggu kotbah maraton di 3
gereja, melelahkan. Dalam keheningan
dan kenikmatannya tidur, datang
mengetuk seorang anak kecil, 9 th,
laki-laki.'. .Tok..tok. .tok.., Pak
Pendeta, tolong-tolong. .ada yang
sakit, doakan kami..' si anak kecil,
Tomo, teriak-teriak di depan pintu
rumah pendeta yang sedang tidur. Pak
pendeta terkejut, sambil bangun, dia
bergumam:'Sia pa sih ini, mengganggu
aja..o rang lagi
tiduran..dib angunan ..' Dengan berat
hati, dia membuka pintu rumahnya,
sambil masih mengantuk:'Ada apa
nak..?' dia bertanya. 'Pak pendeta,
saya Tomo, tinggal 500 meter dari
sini, tolong..tolong. .tolonglah ada
yang sakit, doakan Pak pendeta..'
'Ini khan siang, saya sedang
istirahat, ' jawab pendeta. 'Tolonglah
Pak Pendeta, kalo tidak dia akan
meninggal..' Dengan perasaan terpaksa,
berangk atlah Pak Pendeta tadi dengan
si Tomo berjalan kaki. Setiba di rumah
si anak, Pendeta masuk, dia heran, gak
ada yang sakit.'Mana yang sakit?
Siapa?' tanya Pak Pendeta. 'Ini,Pak
Pendeta. .!'
'Hah..apa? Ini khan anjing..!' 'Tapi,
dia sakit berat Pak Pendeta.., tolong
doakan dia!' si anak terus merayu.
Sudah kepalang tanggung, Pak Pendeta
dengan rasa sangat terpaksa, dia pun
mulai mendoakan si anjing, begini
doanya:'He y, anjing, jika engkau mau
sembuh, sembuhlah, jika mau mati,
matilah.Ami n' doa pendeta singkat,
jelas, agar dia cepat selesai dan
pulang. Dia pikir, bodoh amat
mendoakan anjing! Anehnya, setelah 3
hari kemudian, si anjing mendadak
sembuh. Tomo sungguh senang sekali, ia
berniat ingin mengucapkan rasa terima
kasih kepada Pak Pendeta. Dia pun ke
rumah Pak Pendeta lagi. Sesampai di
rumah Pak Pendeta, dia pun mengetuk
rumah Pak Pendeta
lagi,'Tok ..tok. .tok..'
Rupanya Pak Pendeta sedang sakit demam
di tempat tidurnya, tergeletak tak
berdaya, lemah, dengan selimut tebal.
Dengan kepolosan si Tomo, ia
menawarkan ingin mendoakan Pak Pendeta
sebagai balas budi, pikirnya. 'Pak
Pendeta, bolehkah saya mendoakan Pak
Pendeta?' tanya si anak kepada Pak
Pendeta dengan polosnya,
lugu. 'Silahkan..' jawab Pak Pendeta.
Begini doanya:'Hey, pendeta, jika
engkau mau sembuh, sembuhlah, jika mau
mati, matilah.Amin' doa si anak persis
sama dengan contoh Pak Pendeta, doanya
singkat dan jelas. Pak Pendeta,
bengong dan malu pada dirinya sendiri.
Eh, ternyata, 3 hari kemudian, Pak
Pendeta inipun sembuh..!
Doa itupun lalu tersebar, tersohor dan
terkenal di kampung itu, menjadi: DOA
ANJING..sampa i sekarang..!
sedang tidur siang di hari senin. Dia
memang sedang mengantuk berat, karena
hari minggu kotbah maraton di 3
gereja, melelahkan. Dalam keheningan
dan kenikmatannya tidur, datang
mengetuk seorang anak kecil, 9 th,
laki-laki.'. .Tok..tok. .tok.., Pak
Pendeta, tolong-tolong. .ada yang
sakit, doakan kami..' si anak kecil,
Tomo, teriak-teriak di depan pintu
rumah pendeta yang sedang tidur. Pak
pendeta terkejut, sambil bangun, dia
bergumam:'Sia pa sih ini, mengganggu
aja..o rang lagi
tiduran..dib angunan ..' Dengan berat
hati, dia membuka pintu rumahnya,
sambil masih mengantuk:'Ada apa
nak..?' dia bertanya. 'Pak pendeta,
saya Tomo, tinggal 500 meter dari
sini, tolong..tolong. .tolonglah ada
yang sakit, doakan Pak pendeta..'
'Ini khan siang, saya sedang
istirahat, ' jawab pendeta. 'Tolonglah
Pak Pendeta, kalo tidak dia akan
meninggal..' Dengan perasaan terpaksa,
berangk atlah Pak Pendeta tadi dengan
si Tomo berjalan kaki. Setiba di rumah
si anak, Pendeta masuk, dia heran, gak
ada yang sakit.'Mana yang sakit?
Siapa?' tanya Pak Pendeta. 'Ini,Pak
Pendeta. .!'
'Hah..apa? Ini khan anjing..!' 'Tapi,
dia sakit berat Pak Pendeta.., tolong
doakan dia!' si anak terus merayu.
Sudah kepalang tanggung, Pak Pendeta
dengan rasa sangat terpaksa, dia pun
mulai mendoakan si anjing, begini
doanya:'He y, anjing, jika engkau mau
sembuh, sembuhlah, jika mau mati,
matilah.Ami n' doa pendeta singkat,
jelas, agar dia cepat selesai dan
pulang. Dia pikir, bodoh amat
mendoakan anjing! Anehnya, setelah 3
hari kemudian, si anjing mendadak
sembuh. Tomo sungguh senang sekali, ia
berniat ingin mengucapkan rasa terima
kasih kepada Pak Pendeta. Dia pun ke
rumah Pak Pendeta lagi. Sesampai di
rumah Pak Pendeta, dia pun mengetuk
rumah Pak Pendeta
lagi,'Tok ..tok. .tok..'
Rupanya Pak Pendeta sedang sakit demam
di tempat tidurnya, tergeletak tak
berdaya, lemah, dengan selimut tebal.
Dengan kepolosan si Tomo, ia
menawarkan ingin mendoakan Pak Pendeta
sebagai balas budi, pikirnya. 'Pak
Pendeta, bolehkah saya mendoakan Pak
Pendeta?' tanya si anak kepada Pak
Pendeta dengan polosnya,
lugu. 'Silahkan..' jawab Pak Pendeta.
Begini doanya:'Hey, pendeta, jika
engkau mau sembuh, sembuhlah, jika mau
mati, matilah.Amin' doa si anak persis
sama dengan contoh Pak Pendeta, doanya
singkat dan jelas. Pak Pendeta,
bengong dan malu pada dirinya sendiri.
Eh, ternyata, 3 hari kemudian, Pak
Pendeta inipun sembuh..!
Doa itupun lalu tersebar, tersohor dan
terkenal di kampung itu, menjadi: DOA
ANJING..sampa i sekarang..!
Menggapai Impian, Meraih Cita-Cita
Apa agendamu di tahun 2008 nanti?
Mengisi agenda dengan sederetan
resolus i memang sudah menjadi tradisi
yang populer begitu memasuki bulan
Januari. Kita seakan-akan ingin
membuat perubahan pada diri sendiri ke
arah yang positif. Tema keinginan yang
paling sering ditulis oleh setiap
orang adalah perbaikan pada kesehatan,
baik jasmani maupun rohani. Misalnya
bercita- cita untuk berolahraga lebih
banyak, atau bertekad untuk bersikap
baik kepada sesama. Itu tidak salah,
justru bagus sekali. Masalahnya adalah
sejauh mana kamu bisa mencapai
resolusi mu dan seberapa kuat bisa
mempertahank annya? Nah, jangan keburu
kecil dulu. Simak deh petunjuk-
petunju k afdol di bawah ini yang
dijamin bisa membuat resolusi yang
kamu ciptakan tidak mubazir begitu
saja.
< BR>1. Buat cita-cita yang bisa diraih,
dan yakini diri kalau kamu pasti bisa
meraihnya. Sering kita merasa gagal
dalam meraih keinginan atau cita-cita
yang sudah dibuat. Hal ini dikarenakan
kita sendiri yang terlalu kreatif
membuat cita-cita yang tidak realistis
dengan keadaan diri kita sendiri.
Simpan dulu saja keinginan untuk
merubah dunia. Fokus pada cita-cita
yang berefek pada diri sendiri dan
masih dalam area jangkauanmu. Misalnya
kamu bertekad untuk berolahraga lebih
banyak atau bersikap baik kepada
sesama. Setelah itu, percaya pada diri
sendiri kalau kamu bisa meraihnya.
Keyaki nan diri dan komitmen atau
keteguhan hati adalah resep
keberhasila n. Pokoknya pede aja lagi!
2. Tulis resolusimu secara lengkap dan
terperinci.Te kad yang terlalu umum
atau tidak jelas bisa buat kamu susah
untuk mencapainya. Lebih baik kamu
buat cita-cita yang spesifik,
macam "Saya akan berolahraga selama 30
menit pada setiap hari Senin, Rabu dan
Sabtu" atau "Saya akan memberikan satu
buah pujian yang tulus buat satu orang
di rumah setiap harinya." Tulis
tekadmu itu pada secarik kertas dan
letakan di suatu tempat supaya dapat
terbaca setiap waktu. Misal di cermin
kaca, jadi sambil menyisir rambut
secara tidak sengaja kamu selalu
membacanya . Dengan membacanya setiap
waktu berarti kamu akan selalu
diingati, yang ujungnya kamu akan
selalu termotivasi untuk
melaksanaka nnya setiap hari.
3. Buat jangka waktu dan biasakan
untuk selalu disiplin. Supaya bisa
mencapai ke tujuan kamu perlu membuat
pembagian waktu yang berisi langkah-
langkah yang harus dikerjakan. Pada
setiap langkahnya buat batas final
kapan harus selesai. Misal cita-citamu
tadi adalah berolahraga selama 30
menit setiap hari Senin, Rabu dan
Sabtu. Mulailah dengan 15 menit pada
minggu pertama, kemudian bertambah
menjadi 20 menit, 25 menit sampai
kemudian 30 menit pada minggu keempat.
Atau mulai dari sekali seminggu,
kemudia n dua kali hingga akhirnya bisa
tiga kali seminggu. Buat tanda pada
setiap langkah yang telah
dilaksanaka n, misal dengan mencoret
atau memberi tanda bintang sebagai
lambang keberhasilan. Sekali-kali
boleh juga memberi diri sendiri
hadiah, hitung-hitung sebagai penambah
semangat . Karena bisa saja, kamu
merasa jenuh atau bosan terus putus
tengah jalan, atau gawatnya lagi balik
ke kondisi semula. Nah, supaya nggak
mengalami hal seperti itu, kamu harus
tetap semangat dan jangan mudah
menyerah.
Sekarang mungkin kamu sudah punya
tekad yang ingin diraih di tahun 2003
ini. Jangan sia-siakan tekad tersebut.
Kalau kamu membiasakan diri untuk
selalu membuat tekad atau cita-cita
lengkap dengan langkah-langkah
n yatanya, bisa dipastikan hidup kamu
juga akan lebih terarah dan rapih,
alias tidak berantakan kemana-mana
tanpa tujuan. Kalau misalnya cita-cita
yang kamu buat dirasa terlalu berat
atau kamu punya impian yang kayaknya
susah diraih, jangan putus asa dulu.
Anggap saja impian besarmu itu adalah
kemenangan pada pertandingan final,
dimana untuk mencapainya kamu harus
melalui dulu beberapa pertandingan
sebe lumnya. Keberhasilanmu mengerjakan
langk ah demi langkah dalam proses
meraih cita-cita ibarat kemenangan
yang kamu raih pada setiap babak
pertandinga n. Satu hal yang tidak
boleh dilupakan : tetap semangat dan
jangan mudah menyerah. Kegigihan akan
selalu berbuah manis. Percaya deh!
Mengisi agenda dengan sederetan
resolus i memang sudah menjadi tradisi
yang populer begitu memasuki bulan
Januari. Kita seakan-akan ingin
membuat perubahan pada diri sendiri ke
arah yang positif. Tema keinginan yang
paling sering ditulis oleh setiap
orang adalah perbaikan pada kesehatan,
baik jasmani maupun rohani. Misalnya
bercita- cita untuk berolahraga lebih
banyak, atau bertekad untuk bersikap
baik kepada sesama. Itu tidak salah,
justru bagus sekali. Masalahnya adalah
sejauh mana kamu bisa mencapai
resolusi mu dan seberapa kuat bisa
mempertahank annya? Nah, jangan keburu
kecil dulu. Simak deh petunjuk-
petunju k afdol di bawah ini yang
dijamin bisa membuat resolusi yang
kamu ciptakan tidak mubazir begitu
saja.
< BR>1. Buat cita-cita yang bisa diraih,
dan yakini diri kalau kamu pasti bisa
meraihnya. Sering kita merasa gagal
dalam meraih keinginan atau cita-cita
yang sudah dibuat. Hal ini dikarenakan
kita sendiri yang terlalu kreatif
membuat cita-cita yang tidak realistis
dengan keadaan diri kita sendiri.
Simpan dulu saja keinginan untuk
merubah dunia. Fokus pada cita-cita
yang berefek pada diri sendiri dan
masih dalam area jangkauanmu. Misalnya
kamu bertekad untuk berolahraga lebih
banyak atau bersikap baik kepada
sesama. Setelah itu, percaya pada diri
sendiri kalau kamu bisa meraihnya.
Keyaki nan diri dan komitmen atau
keteguhan hati adalah resep
keberhasila n. Pokoknya pede aja lagi!
2. Tulis resolusimu secara lengkap dan
terperinci.Te kad yang terlalu umum
atau tidak jelas bisa buat kamu susah
untuk mencapainya. Lebih baik kamu
buat cita-cita yang spesifik,
macam "Saya akan berolahraga selama 30
menit pada setiap hari Senin, Rabu dan
Sabtu" atau "Saya akan memberikan satu
buah pujian yang tulus buat satu orang
di rumah setiap harinya." Tulis
tekadmu itu pada secarik kertas dan
letakan di suatu tempat supaya dapat
terbaca setiap waktu. Misal di cermin
kaca, jadi sambil menyisir rambut
secara tidak sengaja kamu selalu
membacanya . Dengan membacanya setiap
waktu berarti kamu akan selalu
diingati, yang ujungnya kamu akan
selalu termotivasi untuk
melaksanaka nnya setiap hari.
3. Buat jangka waktu dan biasakan
untuk selalu disiplin. Supaya bisa
mencapai ke tujuan kamu perlu membuat
pembagian waktu yang berisi langkah-
langkah yang harus dikerjakan. Pada
setiap langkahnya buat batas final
kapan harus selesai. Misal cita-citamu
tadi adalah berolahraga selama 30
menit setiap hari Senin, Rabu dan
Sabtu. Mulailah dengan 15 menit pada
minggu pertama, kemudian bertambah
menjadi 20 menit, 25 menit sampai
kemudian 30 menit pada minggu keempat.
Atau mulai dari sekali seminggu,
kemudia n dua kali hingga akhirnya bisa
tiga kali seminggu. Buat tanda pada
setiap langkah yang telah
dilaksanaka n, misal dengan mencoret
atau memberi tanda bintang sebagai
lambang keberhasilan. Sekali-kali
boleh juga memberi diri sendiri
hadiah, hitung-hitung sebagai penambah
semangat . Karena bisa saja, kamu
merasa jenuh atau bosan terus putus
tengah jalan, atau gawatnya lagi balik
ke kondisi semula. Nah, supaya nggak
mengalami hal seperti itu, kamu harus
tetap semangat dan jangan mudah
menyerah.
Sekarang mungkin kamu sudah punya
tekad yang ingin diraih di tahun 2003
ini. Jangan sia-siakan tekad tersebut.
Kalau kamu membiasakan diri untuk
selalu membuat tekad atau cita-cita
lengkap dengan langkah-langkah
n yatanya, bisa dipastikan hidup kamu
juga akan lebih terarah dan rapih,
alias tidak berantakan kemana-mana
tanpa tujuan. Kalau misalnya cita-cita
yang kamu buat dirasa terlalu berat
atau kamu punya impian yang kayaknya
susah diraih, jangan putus asa dulu.
Anggap saja impian besarmu itu adalah
kemenangan pada pertandingan final,
dimana untuk mencapainya kamu harus
melalui dulu beberapa pertandingan
sebe lumnya. Keberhasilanmu mengerjakan
langk ah demi langkah dalam proses
meraih cita-cita ibarat kemenangan
yang kamu raih pada setiap babak
pertandinga n. Satu hal yang tidak
boleh dilupakan : tetap semangat dan
jangan mudah menyerah. Kegigihan akan
selalu berbuah manis. Percaya deh!
Pelatih Terbaik Bukan Terpintar
Beberapa Tips
# TIP 1
Silahkan kutip ungkapan Pak Mario Teguh
"Orang yang mulia dan tinggi, biasanya
sudah kehilangan kemampuannya untuk
merendahkan Orang" kemudian silahkan
lanjutka n dengan jawaban usahakan
membuat transisi yang yambung dengan
permasalah annya. Hal ini hanya
menghancurk an selera membantainya saja.
Audienc e akan berfikir dua tiga kali
jika ingin merendahkan dan membantai
anda.
#Tip 2
Tipnya Pak Norman Firman.
Bawal ah hadiah-hadiah kecil untuk
khususnya mereka yang punya keinginan
"menyer ang", karena pada dasarnya
manusia pasti akan balas budi. JIka
anda
pern ah menulis buku atau membuat Audio
CD bisa anda gunakan sebagai
hadiah, sekaligus mengangkat nilai
anda dan respek sanag penanya.
#Tip 3
Tanyakan jawabannya pada penanya.
Biasanya mereka akan panjang lebar
menjelaskan . Sering kali anda akan
melihat bahwa apa yang mereka sampaikan
tidak bertentangan. Tambahkan sedikit
bila memang perlu, atau cukup
mintalah peserta lain untuk tepuk
tangan atas jawabanya, sebagai applaus
#Tips 4
Gunakan Methapore atau cerita-cerita
unt uk membangun dukungan atas jawaban
anda. Karena dengan cerita tidak akan
menyinggung atau menusuk, namun akan
membuat sang "teroris" menjadi enggan.
Misal ya hati hati menilai. Seorang
pengemudi memberi uang Rp. 100.000,-
pada sang pengemis. Seroang pendeta
berkata "Puji Tuhan, betapa mulia
hatinya", seorang Ustad berkata"
Subhanal lah, semoga Alloh membalasnya"
seda ng Ibu Subangun (tokoh gosip dan
tukang ngiri di sinetron) bilang
"Ahhh dasar sok kaya, biar dibilang
dermawan !"
Nah mereka akan mendapat insight,
untuk hati hati menilai, hati hati
berkomentar yang buruk, karena dengan
mudah akan ketahuan nilai dirinya.
#Tip s 5
Temukan motivnya. Bertanya bisa jadi
ingin tahu, ingin dapat jawaban,
ingin kelihatan tahu, ingin dipandang
berwawa san, ingin dihormati,
benar- benar ingin membantai anda...
dan banyak lagi motivnya. Temukan
motiv utamanya, mudah-mudahan anda
akan segera menemukan jawabanya.
#T ips 6
Tanyakan pertanyaan itu ke forum atau
audience. Anda akan terbantu dengan
jawaban audiense lainnya sekaligus
anda memiliki waktu yang cukup untuk
berfikir dan RELOADING ilmu ilmu yang
anda miliki. Anda bisa berputar
posisi sejenak sebagai moderator.
#T ips 7
Mintalah maaf kalau memang benar-benar
tidak tahu. Jika itu bidang yang
anda ajarkan, berjanjilah untuk
menjawab lain waktu vie email atau
telpon,
n amun bila bukan spesialisasi anda.
Cukup minta maaf karena saya tidak
tahu jawaban yang baik.
# Tips 8
Gunakan Games atau permainan. Ada
games-games dan permainan yang bisa
untuk menjawab pertanyaan, bisa
sebagai pembuktian, bisa sebagai alat
yang
lang sung menjawab dan memuaskan.
#T ips 9
Belajar, belajar, belajar. Karena
trainer selain semangat mengajarnya
harus menggebu, semangat belajarnya
juga harus jauh lebih menggebu
# TIP 1
Silahkan kutip ungkapan Pak Mario Teguh
"Orang yang mulia dan tinggi, biasanya
sudah kehilangan kemampuannya untuk
merendahkan Orang" kemudian silahkan
lanjutka n dengan jawaban usahakan
membuat transisi yang yambung dengan
permasalah annya. Hal ini hanya
menghancurk an selera membantainya saja.
Audienc e akan berfikir dua tiga kali
jika ingin merendahkan dan membantai
anda.
#Tip 2
Tipnya Pak Norman Firman.
Bawal ah hadiah-hadiah kecil untuk
khususnya mereka yang punya keinginan
"menyer ang", karena pada dasarnya
manusia pasti akan balas budi. JIka
anda
pern ah menulis buku atau membuat Audio
CD bisa anda gunakan sebagai
hadiah, sekaligus mengangkat nilai
anda dan respek sanag penanya.
#Tip 3
Tanyakan jawabannya pada penanya.
Biasanya mereka akan panjang lebar
menjelaskan . Sering kali anda akan
melihat bahwa apa yang mereka sampaikan
tidak bertentangan. Tambahkan sedikit
bila memang perlu, atau cukup
mintalah peserta lain untuk tepuk
tangan atas jawabanya, sebagai applaus
#Tips 4
Gunakan Methapore atau cerita-cerita
unt uk membangun dukungan atas jawaban
anda. Karena dengan cerita tidak akan
menyinggung atau menusuk, namun akan
membuat sang "teroris" menjadi enggan.
Misal ya hati hati menilai. Seorang
pengemudi memberi uang Rp. 100.000,-
pada sang pengemis. Seroang pendeta
berkata "Puji Tuhan, betapa mulia
hatinya", seorang Ustad berkata"
Subhanal lah, semoga Alloh membalasnya"
seda ng Ibu Subangun (tokoh gosip dan
tukang ngiri di sinetron) bilang
"Ahhh dasar sok kaya, biar dibilang
dermawan !"
Nah mereka akan mendapat insight,
untuk hati hati menilai, hati hati
berkomentar yang buruk, karena dengan
mudah akan ketahuan nilai dirinya.
#Tip s 5
Temukan motivnya. Bertanya bisa jadi
ingin tahu, ingin dapat jawaban,
ingin kelihatan tahu, ingin dipandang
berwawa san, ingin dihormati,
benar- benar ingin membantai anda...
dan banyak lagi motivnya. Temukan
motiv utamanya, mudah-mudahan anda
akan segera menemukan jawabanya.
#T ips 6
Tanyakan pertanyaan itu ke forum atau
audience. Anda akan terbantu dengan
jawaban audiense lainnya sekaligus
anda memiliki waktu yang cukup untuk
berfikir dan RELOADING ilmu ilmu yang
anda miliki. Anda bisa berputar
posisi sejenak sebagai moderator.
#T ips 7
Mintalah maaf kalau memang benar-benar
tidak tahu. Jika itu bidang yang
anda ajarkan, berjanjilah untuk
menjawab lain waktu vie email atau
telpon,
n amun bila bukan spesialisasi anda.
Cukup minta maaf karena saya tidak
tahu jawaban yang baik.
# Tips 8
Gunakan Games atau permainan. Ada
games-games dan permainan yang bisa
untuk menjawab pertanyaan, bisa
sebagai pembuktian, bisa sebagai alat
yang
lang sung menjawab dan memuaskan.
#T ips 9
Belajar, belajar, belajar. Karena
trainer selain semangat mengajarnya
harus menggebu, semangat belajarnya
juga harus jauh lebih menggebu
Tak Terkena Sindrom Liburan
Ruli paling senang kalau masuk ke
kantor lagi setelah cuti atau
libur panjang. Mengapa? Karena dia
bisa segera menyelesaikan
pek erjaannya yang tertunda. Setiap
kali menjelang libur panjang,
Ruli selalu bekerja lembur. Dia ingin
menyelesaik an pekerjaan
sebanya k mungkin, supaya kalau nanti
masuk kembali, pekerjaan yang
tertunda dan pekerjaan lain tidak
menumpuk setinggi gunung.
Sebel um Lebaran tiba, Ruli lembur tiap
hari. Dia juga selalu datang
paling pagi. Sebagai sales
administrat or, Ruli memang harus
mendata
penjualan harian dari seluruh cabang
di Indonesia, kemudian membuat
laporan penjualan harian, laporan
penjualan mingguan, laporan
masalah yang dihadapi cabang, dan
masih banyak lagi. Semua laporan
tersebut dibuat untuk manajer
penjualan dan direksi. Laporan
penjualan harian harus diserahkan tiap
sore.
Belum lagi mendata pengiriman dan
menyampaikan jadwal pengiriman
barang ke bagian gudang agar bisa
dikirim ke cabang sesuai
kebutuhan. Selain itu semua pekerjaan
adminis trasi para tenaga
penjualan juga harus dilaporkan tiap
hari, misalnya permohonan biaya
promosi, cuti, dan lain-lain.
Se mua laporan dari cabang itu akan
laporkan ke Manajer Penjualan.
Setela h mendapat persetujuan barulah
Ruli harus meneruskannya ke
bagian lain yang bersangkutan,
mis alnya bagian keuangan, bagian
sumber daya manusia, dan lain-lain.
An na, manajernya, sering memperhatikan
Rul i. Apa yang membuatnya
demiki an rajin? Dari dulu tidak pernah
ada sales administrator yang
bisa tahan bekerja lebih dari tiga
bulan. Semua tidak betah bekerja
lama karena mereka merasa pekerjaan
terlalu berat. Bahkan ada yang
keluar ketika baru bekerja seminggu.
Tapi Ruli sudah tujuh bulan
bekerja dan dia kelihatan sangat
menikmati pekerjaannya.
Bukannya tidak pernah mengeluh. Pernah
sih, misalnya:"Sebentar lagi
selesai Bu. Maaf agak lama, soalnya
pekerjaan saya banyak sekali
Bu." Tapi hanya sebatas itu. Dia tidak
pernah malas atau berkeluh
kesah.
Kemarin, belum banyak karyawan yang
masuk kerja seusai libur
Lebaran. Tapi Ruli sudah masuk
bekerja. Anna sampai heran melihat
kerajinan Ruli. Di hari pertama masuk
kerja setelah libur panjang,
biasanya belum ada orang yang langsung
aktif.
Langsung bekerja
Sebag ian masih merapi-rapikan ruangan
atau membereskan meja kerja
dan dokumen-dokumen lainnya. Tapi Ruli
lain, sesudah menyalami semua
orang sambil bermaaf-maafan, Ruli
langsung bekerja.
Anna mendekati Ruli. Dia ingin tahu
apa yang dikerjakannya. Laporan
dari cabang kan belum ada yang masuk?
Sibuk apa sih? Ternyata Ruli
sedang membuat formulir isian baru
untuk dipakai oleh seluruh cabang
dalam membuat semua laporan.
Sela ma ini memang tiap cabang membuat
laporan dengan formulir buatan
mereka sendiri, sehingga semua laporan
tidak ada yang seragam. Ada
sih beberapa formulir isian yang lama,
tapi hanya sedikit yang mau
memakainya karena proses pengisiannya
terl alu berbelit-belit
se hingga menyulitkan.
Ketika ditanya apa yang sedang
dilakukann ya, Ruli menjawab:"Saya
me mbuat formulir laporan yang lebih
mudah diisi tapi lengkap Bu.
Soalnya semua laporan tidak ada yang
seragam. Hari ini kan saya
belum banyak pekerjaan, jadi saya mau
menyelesaikan hari ini. Nanti
setelah selesai, saya tunjukkan ke Ibu
Anna, mungkin Ibu bisa
memberikan masukan. Kalau sudah saya
perbaiki, besok pagi bisa
langsung saya serahkan ke tiap divisi
lain untuk sosialisasi. Senin
bisa langsung dikirim ke semua cabang
Bu. Mulai Selasa mereka sudah
bisa menggunakannya.
< BR>"
Anna hanya bisa mengangguk-angguk.Ruli ini memang luar biasa.
Selama ini tiap orang yang pernah
menjabat jabatan Ruli tidak ada
yang berpikir untuk mencari solusi.
Mereka hanya mengeluh terus.
Yang laporan cabang sering terlambat
lah, yang laporan tidak seragam
lah, dan lain sebagainya. Karena tidak
ada solusi, maka mereka semua
tidak tahan dan akhirnya mengundurkan
diri . Aduuuuuh!
Rul i berkata lagi:"Besok kan masih
belum banyak pekerjaan Bu, besok
saya akan mencari cara agar laporan
dari cabang tidak terlambat
lagi."< BR>
"Bagaimana caranya?" tanya Anna.
"Mungki n saya kirimkan email internal
tiap siang untuk mengingatkan
mere ka, mungkin juga saya email lagi
formulir isiannya. Entahlah bu,
saya belum pasti. Tapi saya pasti akan
mencari jalan keluar terbaik.
Soalnya kalau tidak, saya juga yang
nanti ikut repot bu."
embali Anna hanya bisa mengangguk-
anggu k. Ruli benar-benar bisa
memanfaatkan waktu kerjanya. Tidak
menunggu disuruh! Kalau
menghadapi masalah tidak mengeluh,
tapi mencari solusi sendiri. Ah,
kalau saja semua anak buahnya seperti
Ruli...!< BR>
Ruli sendiri memang senang sekali
dengan pekerjaannya. Dia bisa
belajar banyak sekali dalam
pekerjaanny a. Dia bisa berkomunikasi
den gan semua kepala cabang dan kepala
divisi, bahkan dia memiliki
akses langsung ke direksi.
Dia jadi bisa menganalisa, salesman
mana yang paling berhasil, dan
yang tidak serta mengapa demikian. Dia
selalu mencoba mempelajari
segal a sesuatu dan selalu ingin
mencari solusi bagi semua
permasalaha n.
Saat semua orang masih melakukan
pemanas an untuk kembali bekerja
seusai liburan, Ruli sudah memiliki
rencana- rencana besar yang
membuatnya bersemangat dan langsung
bisa aktif kembali. Bagaimana
dengan kita? Start today! Find
solution!
kantor lagi setelah cuti atau
libur panjang. Mengapa? Karena dia
bisa segera menyelesaikan
pek erjaannya yang tertunda. Setiap
kali menjelang libur panjang,
Ruli selalu bekerja lembur. Dia ingin
menyelesaik an pekerjaan
sebanya k mungkin, supaya kalau nanti
masuk kembali, pekerjaan yang
tertunda dan pekerjaan lain tidak
menumpuk setinggi gunung.
Sebel um Lebaran tiba, Ruli lembur tiap
hari. Dia juga selalu datang
paling pagi. Sebagai sales
administrat or, Ruli memang harus
mendata
penjualan harian dari seluruh cabang
di Indonesia, kemudian membuat
laporan penjualan harian, laporan
penjualan mingguan, laporan
masalah yang dihadapi cabang, dan
masih banyak lagi. Semua laporan
tersebut dibuat untuk manajer
penjualan dan direksi. Laporan
penjualan harian harus diserahkan tiap
sore.
Belum lagi mendata pengiriman dan
menyampaikan jadwal pengiriman
barang ke bagian gudang agar bisa
dikirim ke cabang sesuai
kebutuhan. Selain itu semua pekerjaan
adminis trasi para tenaga
penjualan juga harus dilaporkan tiap
hari, misalnya permohonan biaya
promosi, cuti, dan lain-lain.
Se mua laporan dari cabang itu akan
laporkan ke Manajer Penjualan.
Setela h mendapat persetujuan barulah
Ruli harus meneruskannya ke
bagian lain yang bersangkutan,
mis alnya bagian keuangan, bagian
sumber daya manusia, dan lain-lain.
An na, manajernya, sering memperhatikan
Rul i. Apa yang membuatnya
demiki an rajin? Dari dulu tidak pernah
ada sales administrator yang
bisa tahan bekerja lebih dari tiga
bulan. Semua tidak betah bekerja
lama karena mereka merasa pekerjaan
terlalu berat. Bahkan ada yang
keluar ketika baru bekerja seminggu.
Tapi Ruli sudah tujuh bulan
bekerja dan dia kelihatan sangat
menikmati pekerjaannya.
Bukannya tidak pernah mengeluh. Pernah
sih, misalnya:"Sebentar lagi
selesai Bu. Maaf agak lama, soalnya
pekerjaan saya banyak sekali
Bu." Tapi hanya sebatas itu. Dia tidak
pernah malas atau berkeluh
kesah.
Kemarin, belum banyak karyawan yang
masuk kerja seusai libur
Lebaran. Tapi Ruli sudah masuk
bekerja. Anna sampai heran melihat
kerajinan Ruli. Di hari pertama masuk
kerja setelah libur panjang,
biasanya belum ada orang yang langsung
aktif.
Langsung bekerja
Sebag ian masih merapi-rapikan ruangan
atau membereskan meja kerja
dan dokumen-dokumen lainnya. Tapi Ruli
lain, sesudah menyalami semua
orang sambil bermaaf-maafan, Ruli
langsung bekerja.
Anna mendekati Ruli. Dia ingin tahu
apa yang dikerjakannya. Laporan
dari cabang kan belum ada yang masuk?
Sibuk apa sih? Ternyata Ruli
sedang membuat formulir isian baru
untuk dipakai oleh seluruh cabang
dalam membuat semua laporan.
Sela ma ini memang tiap cabang membuat
laporan dengan formulir buatan
mereka sendiri, sehingga semua laporan
tidak ada yang seragam. Ada
sih beberapa formulir isian yang lama,
tapi hanya sedikit yang mau
memakainya karena proses pengisiannya
terl alu berbelit-belit
se hingga menyulitkan.
Ketika ditanya apa yang sedang
dilakukann ya, Ruli menjawab:"Saya
me mbuat formulir laporan yang lebih
mudah diisi tapi lengkap Bu.
Soalnya semua laporan tidak ada yang
seragam. Hari ini kan saya
belum banyak pekerjaan, jadi saya mau
menyelesaikan hari ini. Nanti
setelah selesai, saya tunjukkan ke Ibu
Anna, mungkin Ibu bisa
memberikan masukan. Kalau sudah saya
perbaiki, besok pagi bisa
langsung saya serahkan ke tiap divisi
lain untuk sosialisasi. Senin
bisa langsung dikirim ke semua cabang
Bu. Mulai Selasa mereka sudah
bisa menggunakannya.
< BR>"
Anna hanya bisa mengangguk-angguk.Ruli ini memang luar biasa.
Selama ini tiap orang yang pernah
menjabat jabatan Ruli tidak ada
yang berpikir untuk mencari solusi.
Mereka hanya mengeluh terus.
Yang laporan cabang sering terlambat
lah, yang laporan tidak seragam
lah, dan lain sebagainya. Karena tidak
ada solusi, maka mereka semua
tidak tahan dan akhirnya mengundurkan
diri . Aduuuuuh!
Rul i berkata lagi:"Besok kan masih
belum banyak pekerjaan Bu, besok
saya akan mencari cara agar laporan
dari cabang tidak terlambat
lagi."< BR>
"Bagaimana caranya?" tanya Anna.
"Mungki n saya kirimkan email internal
tiap siang untuk mengingatkan
mere ka, mungkin juga saya email lagi
formulir isiannya. Entahlah bu,
saya belum pasti. Tapi saya pasti akan
mencari jalan keluar terbaik.
Soalnya kalau tidak, saya juga yang
nanti ikut repot bu."
embali Anna hanya bisa mengangguk-
anggu k. Ruli benar-benar bisa
memanfaatkan waktu kerjanya. Tidak
menunggu disuruh! Kalau
menghadapi masalah tidak mengeluh,
tapi mencari solusi sendiri. Ah,
kalau saja semua anak buahnya seperti
Ruli...!< BR>
Ruli sendiri memang senang sekali
dengan pekerjaannya. Dia bisa
belajar banyak sekali dalam
pekerjaanny a. Dia bisa berkomunikasi
den gan semua kepala cabang dan kepala
divisi, bahkan dia memiliki
akses langsung ke direksi.
Dia jadi bisa menganalisa, salesman
mana yang paling berhasil, dan
yang tidak serta mengapa demikian. Dia
selalu mencoba mempelajari
segal a sesuatu dan selalu ingin
mencari solusi bagi semua
permasalaha n.
Saat semua orang masih melakukan
pemanas an untuk kembali bekerja
seusai liburan, Ruli sudah memiliki
rencana- rencana besar yang
membuatnya bersemangat dan langsung
bisa aktif kembali. Bagaimana
dengan kita? Start today! Find
solution!
"SAVE PAPER - THINK BEFORE YOU PRINT! "
Mari kita lebih peduli pada nasib Bumi
kita !
Save the Nature, Save the Earth !!!
Harta Karun untuk Semua
oleh Dewi Lestari
Hari ini kiriman buku yang saya pesan
dari Amazon.com datang. Ada satu
buku
yang langsung saya sambar dan baca
seketika. Judulnya: "Stuff - The
Secret Lives of Everyday Things". Buku
itu tipis, hanya 86 halaman,
tapi
informasi di dalamnya bercerita
tentang perjalanan ribuan mil dari mana
barang-baran g kita berasal dan ke mana
barang-baran g kita berakhir.
Dim ulai sejak SD, saat saya pertama
kali tahu bahwa plastik memakan
waktu
ratusan tahun untuk musnah, saya
sering merenung: orang gila mana yang
mencipta sesuatu yang tak musnah
ratusan tahun tapi masa penggunaannya
han ya dalam skala jam-bahkan detik?
Bungkus permen yang hanya bertahan
sepuluh detik di tangan, lalu masuk
tong sampah, ditimbun di tanah dan
baru
h ancur setelah si pemakan permen
menjadi fosil.
Sukar membayangkan apa j adi nya hidup
ini tanpa plastik, tanpa cat,
tanpa
det erjen, tanpa karet, tanpa mesin,
tanpa bensin, tanpa fashion. Dan
sebagai konsumen dalam sistem
perdaganga n modern, sejak kita lahir
rantai
p engetahuan tentang awal dan akhir
dari segala sesuatu yang kita
konsumsi
telah diputus. Kita tidak tahu dan
tidak dilatih untuk mau tahu ke mana
kemasan styrofoam yang membungkus nasi
rames kita pergi, berapa banyak
pohon yang ditebang untuk koran yang
kita baca setengah jam saja, beban
polutan yang diemban baju-baju semusim
yang kita beli membabi-buta.
Untuk aktivitas harian yang kita
lewatkan tanpa berpikir, yang terasa
wajar-waja r saja, pernahkah kita
berhitung bahwa untuk hidup 24 jam
kita
bisa menghabiskan sumber daya Bumi ini
berkali-kali lipat berat tubuh
kita
sen diri?
Untuk menyiram 200 cc air kencing,
kita memakai 3 liter air. Untuk
mencuci
secangkir kopi, kita butuh air
sebaskom. Untuk memproduksi satu lapis
daging burger yang mengenyangkan perut
setengah hari dibutuhkan sekitar
2,400 liter air. Produksi satu set PC
seberat 24 kg yang parkir di atas
meja kerja kita menghasilkan 62 kg
limbah, memakai 27,594 liter air,
dan
mengo nsumsi listrik 2,300 kwh.
Bagaimana dengan chip kecil yang
bekerja
d i
dalamnya? Limbah yang dihasilkan untuk
memproduksi nya 4,500 kali lipat
lebih berat daripada berat chip itu
sendiri.
< BR>Mengetahui mata rantai tersembunyi ini
bisa menimbulkan berbagai
reaksi.< BR>Kita bisa frustrasi karena terjepit
dalam ketergantungan gaya hidup
yang
tak bisa dikompromi, kita bisa juga
semakin apatis karena tidak mau
pusing.
Yang jelas, sesungguhnya ini adalah
pengetahua n yang sudah saatnya
dibuka.Pelajaran Ilmu Alam, selain belajar
penampang daun dan membedah jantung
katak, dapat dibuat lebih empiris
dengan mempelajari hulu dan hilir
dari
ben da-benda yang kita konsumsi,
sehingg a tanggung jawab akan alam ini
telah
diso sialisasikan sejak kecil.
Pernah kah kita merenung, saat kita
memasuki gedung FO empat lantai,
Pasar
Baru, atau berjalan-jalan ke Gasibu
pada hari Minggu di mana ada lautan
PKL: tidakkah semua baju dan barang-
barang itu mampu memenuhi kecukupan
pendudu k satu kota ? Tapi kenapa
barang-bar ang ini tidak ada habisnya
diproduk si? Setiap hari selalu ada
jubelan pakaian baru yang
menggelontor i
pasar. Pernahkah kita merenung, saat
kita memasuki hypermarket dan
melihat
ra tusan macam biskuit, ratusan varian
mie instan, dan ratusan merk
sabun:
ha ruskah kita memiliki pilihan
sebanyak itu?
Pernahka h kita merenung, apa yang kita
inginkan sesungguhnya jauh
melebihi
apa yang kita butuhkan?
Ata s nama kecukupan, satu manusia bisa
hidup dengan lima pasang baju
dalam
set ahun, bahkan lebih. Atas nama
fashion, jumlah itu menj adi tidak
berbatas. Atas nama kebutuhan, satu
manusia bisa hidup dengan beberapa
pilihan panganan dalam sehari. Atas
nama selera dan nafsu, seisi Bumi
tidak
aka n sanggup memenuhi keinginan satu
manusia.
Permasalahan ini memang bisa dilihat
dari berbagai kaca mata. Seorang
ekonom mungkin akan menyalahkan sistem
kapitalism e dan globalisasi.
Seor ang
sosialis akan mengatakan ini masalah
distribus i dan pemerataan. Tapi
jika
kita runut, satu demi satu, bahwa Bumi
adalah kumpulan negara, negara
adalah kumpulan kelompok, dan kelompok
adalah kumpulan individu,
permasa lahan ini akan kembali ke
pangkuan kita. Dan kesadaran serta
kemauan kitalah yang pada akhirnya
akan memungkinkan sebuah perubahan
sejati.
Belum pernah dalam sejarah kemanusiaan
keput usan harian kita menj adi
sangat menentukan. Tidak perlu
menunggu Amerika menyepakati protocol
Kyoto, tidak
perlu juga menunggu penjarah hutan
tertangkap, setiap langkah
kita-memi lih
merk, kuantitas, tempat, gaya hidup-
adalah pilihan politis dan ekologis
yang menentukan masa depan seisi Bumi.
Saya belum bisa mengorbankan komputer
karena itulah instrumen saya
bekerja,
tapi saya bisa lebih awas dengan jam
penggunaan dan mematikannya jika
tidak
per lu. Saya belum bisa mengorbankan
kebu tuhan akan informasi, tapi saya
bisa memilih membaca berita lewat
internet atau membaca koran di tempat
publik ketimbang berlangganan
lang sung. Bagaimana dengan fashion?
Di dunia citra ini, dengan profesi
yang mengharuskan banyak tampil di
muka
publik , saya pun belum bisa
mengorbankan keperluan fashion (baca:
membeli
busana lebih sering dari yang
dibutuhkan), tapi saya bisa membuat
komitmen< BR>dengan lemari pakaian, yakni baju yang
saya miliki tidak boleh melebihi
kapasita s lemari saya. Jika lebih,
maka harus ada yang keluar. Dan
setiap
beb erapa bulan saya dihadapkan pada
kenyataan bahwa ada baju yang tidak
saya pakai setahun lebih atau baju
yang cuma sekali dipakai dan tak
pernah
lag i. Bukan cuma baju, ada juga buku,
pernik rumah, alat dapur, bahkan
sabun dan sampo yang utuh tak disentuh.
Alh asil, dalam rumah saya ada semacam
peti-peti 'harta karun', yang
berisikan barang-barang yang harus
keluar dari peredaran, karena jika
dipertahanka n hanya menj adi kelebihan
tanpa lagi unsur manfaat. Harta
karun ini lantas harus dic arik an
lagi outlet untuk penyaluran.
P ada waktu perayaan 17 Agustus, di
kompleks saya diselenggarakan
b azaar.
Para warga menyewa stand untuk
berjualan. Saya ikut berpartisipasi,
d an
sayalah satu-satunya penjual barang
bekas di antara penjual barang-baru
baru. Karena bukan demi cari untung,
barang-ba rang itu saya lepas
dengan
h arga sangat murah. Yang membeli bukan
cuma warga kompleks, tapi juga
dari
kamp ung sekitar. Hari pertama, saya
sudah kehabisan dagangan. Terpaksa
saya
mengontak saudara-saudara saya yang
barangkali juga punya barang bekas
untuk disalurkan. Sama dengan saya,
mereka pun punya timbunan harta
karun
ya ng entah harus diapakan. Stand saya
menj adi salah satu stand paling
laris selama bazaar berlangsung. Dan
kakak saya terkaget-kaget dengan
penghasila n
yang ia dapat dari tumpukan barang
yang sudah dianggap sampah.
Berju alan di bazaar tentu bukan satu-
satunya jalan, ada aneka cara
kreatif
l ain untuk memanfaatkan harta karun
kita, termasuk juga disumbangkan ..
Namun yang lebih sukar adalah memulai
membuat komitmen-komitmen
pembatasan
diri. Berkomitmen dengan rak buku,
dengan lemari pakaian, dengan rak
kamar
mand i, dengan laci dapur, dan pada
intinya... dengan diri sendiri.
Siapkah< BR>kita menentukan batasan dan berjalan
dalam koridor itu?
Dan, yang lebih susah lagi, adalah
pengenda lia n diri dari awal bersua
aneka pilihan yang membombardir kita
setiap hari, lalu sadar dan mawas
akan
ran tai sebab-akibat yang menyertai
pilihan kita. Membuka diri untuk
info
dan pengetahuan ekologi adalah salah
satu cara pembekalan yang baik.
Walaupun sekilas tampak merepotkan dan
bikin frustrasi, tapi kantong
kresek
yang kita buang t adi pagi tidak akan
hilang oleh sihir, dan hamburger
yang
kita makan tidak dipetik dari pohon.
Rantai yang menyertai
barang- barang
itu tidak akan hilang hanya karena
kita menolak tahu.
Banyak orang yang berkomentar pada
saya, " Aduh , Wi . Kamu bikin hidup
tambah susah saja." Dan mereka benar.
Hidup ini tak mudah. Untuk itu
kita justru
harus belajar menghargai setiap
jengkalnya . Memilih hidup yang lebih
sederhana, hidup dengan tempo yang
lebih pelan, hidup dengan pengasahan
kesada ran, tak hanya membantu kita
lebih eling dan terkendali, tapi
juga
memb antu Bumi ini dan jutaan manusia
yang dij adi kan alas kaki oleh
industri demi pemenuhan nafsu konsumsi
kita sendiri.
Ling karan setan? Ya. Tapi tidak
berarti kita tak sanggup berubah.
Sela ma ini kita adalah pembeli yang
berlari. Dalam kecepatan tinggi
kita
be rtransaksi, sabet sana sabet sini,
tanpa tahu lagi apa yang
sesungguhny kita cari.
berhentilah sejenak. marilah kita
berjalan
kita !
Save the Nature, Save the Earth !!!
Harta Karun untuk Semua
oleh Dewi Lestari
Hari ini kiriman buku yang saya pesan
dari Amazon.com datang. Ada satu
buku
yang langsung saya sambar dan baca
seketika. Judulnya: "Stuff - The
Secret Lives of Everyday Things". Buku
itu tipis, hanya 86 halaman,
tapi
informasi di dalamnya bercerita
tentang perjalanan ribuan mil dari mana
barang-baran g kita berasal dan ke mana
barang-baran g kita berakhir.
Dim ulai sejak SD, saat saya pertama
kali tahu bahwa plastik memakan
waktu
ratusan tahun untuk musnah, saya
sering merenung: orang gila mana yang
mencipta sesuatu yang tak musnah
ratusan tahun tapi masa penggunaannya
han ya dalam skala jam-bahkan detik?
Bungkus permen yang hanya bertahan
sepuluh detik di tangan, lalu masuk
tong sampah, ditimbun di tanah dan
baru
h ancur setelah si pemakan permen
menjadi fosil.
Sukar membayangkan apa j adi nya hidup
ini tanpa plastik, tanpa cat,
tanpa
det erjen, tanpa karet, tanpa mesin,
tanpa bensin, tanpa fashion. Dan
sebagai konsumen dalam sistem
perdaganga n modern, sejak kita lahir
rantai
p engetahuan tentang awal dan akhir
dari segala sesuatu yang kita
konsumsi
telah diputus. Kita tidak tahu dan
tidak dilatih untuk mau tahu ke mana
kemasan styrofoam yang membungkus nasi
rames kita pergi, berapa banyak
pohon yang ditebang untuk koran yang
kita baca setengah jam saja, beban
polutan yang diemban baju-baju semusim
yang kita beli membabi-buta.
Untuk aktivitas harian yang kita
lewatkan tanpa berpikir, yang terasa
wajar-waja r saja, pernahkah kita
berhitung bahwa untuk hidup 24 jam
kita
bisa menghabiskan sumber daya Bumi ini
berkali-kali lipat berat tubuh
kita
sen diri?
Untuk menyiram 200 cc air kencing,
kita memakai 3 liter air. Untuk
mencuci
secangkir kopi, kita butuh air
sebaskom. Untuk memproduksi satu lapis
daging burger yang mengenyangkan perut
setengah hari dibutuhkan sekitar
2,400 liter air. Produksi satu set PC
seberat 24 kg yang parkir di atas
meja kerja kita menghasilkan 62 kg
limbah, memakai 27,594 liter air,
dan
mengo nsumsi listrik 2,300 kwh.
Bagaimana dengan chip kecil yang
bekerja
d i
dalamnya? Limbah yang dihasilkan untuk
memproduksi nya 4,500 kali lipat
lebih berat daripada berat chip itu
sendiri.
< BR>Mengetahui mata rantai tersembunyi ini
bisa menimbulkan berbagai
reaksi.< BR>Kita bisa frustrasi karena terjepit
dalam ketergantungan gaya hidup
yang
tak bisa dikompromi, kita bisa juga
semakin apatis karena tidak mau
pusing.
Yang jelas, sesungguhnya ini adalah
pengetahua n yang sudah saatnya
dibuka.Pelajaran Ilmu Alam, selain belajar
penampang daun dan membedah jantung
katak, dapat dibuat lebih empiris
dengan mempelajari hulu dan hilir
dari
ben da-benda yang kita konsumsi,
sehingg a tanggung jawab akan alam ini
telah
diso sialisasikan sejak kecil.
Pernah kah kita merenung, saat kita
memasuki gedung FO empat lantai,
Pasar
Baru, atau berjalan-jalan ke Gasibu
pada hari Minggu di mana ada lautan
PKL: tidakkah semua baju dan barang-
barang itu mampu memenuhi kecukupan
pendudu k satu kota ? Tapi kenapa
barang-bar ang ini tidak ada habisnya
diproduk si? Setiap hari selalu ada
jubelan pakaian baru yang
menggelontor i
pasar. Pernahkah kita merenung, saat
kita memasuki hypermarket dan
melihat
ra tusan macam biskuit, ratusan varian
mie instan, dan ratusan merk
sabun:
ha ruskah kita memiliki pilihan
sebanyak itu?
Pernahka h kita merenung, apa yang kita
inginkan sesungguhnya jauh
melebihi
apa yang kita butuhkan?
Ata s nama kecukupan, satu manusia bisa
hidup dengan lima pasang baju
dalam
set ahun, bahkan lebih. Atas nama
fashion, jumlah itu menj adi tidak
berbatas. Atas nama kebutuhan, satu
manusia bisa hidup dengan beberapa
pilihan panganan dalam sehari. Atas
nama selera dan nafsu, seisi Bumi
tidak
aka n sanggup memenuhi keinginan satu
manusia.
Permasalahan ini memang bisa dilihat
dari berbagai kaca mata. Seorang
ekonom mungkin akan menyalahkan sistem
kapitalism e dan globalisasi.
Seor ang
sosialis akan mengatakan ini masalah
distribus i dan pemerataan. Tapi
jika
kita runut, satu demi satu, bahwa Bumi
adalah kumpulan negara, negara
adalah kumpulan kelompok, dan kelompok
adalah kumpulan individu,
permasa lahan ini akan kembali ke
pangkuan kita. Dan kesadaran serta
kemauan kitalah yang pada akhirnya
akan memungkinkan sebuah perubahan
sejati.
Belum pernah dalam sejarah kemanusiaan
keput usan harian kita menj adi
sangat menentukan. Tidak perlu
menunggu Amerika menyepakati protocol
Kyoto, tidak
perlu juga menunggu penjarah hutan
tertangkap, setiap langkah
kita-memi lih
merk, kuantitas, tempat, gaya hidup-
adalah pilihan politis dan ekologis
yang menentukan masa depan seisi Bumi.
Saya belum bisa mengorbankan komputer
karena itulah instrumen saya
bekerja,
tapi saya bisa lebih awas dengan jam
penggunaan dan mematikannya jika
tidak
per lu. Saya belum bisa mengorbankan
kebu tuhan akan informasi, tapi saya
bisa memilih membaca berita lewat
internet atau membaca koran di tempat
publik ketimbang berlangganan
lang sung. Bagaimana dengan fashion?
Di dunia citra ini, dengan profesi
yang mengharuskan banyak tampil di
muka
publik , saya pun belum bisa
mengorbankan keperluan fashion (baca:
membeli
busana lebih sering dari yang
dibutuhkan), tapi saya bisa membuat
komitmen< BR>dengan lemari pakaian, yakni baju yang
saya miliki tidak boleh melebihi
kapasita s lemari saya. Jika lebih,
maka harus ada yang keluar. Dan
setiap
beb erapa bulan saya dihadapkan pada
kenyataan bahwa ada baju yang tidak
saya pakai setahun lebih atau baju
yang cuma sekali dipakai dan tak
pernah
lag i. Bukan cuma baju, ada juga buku,
pernik rumah, alat dapur, bahkan
sabun dan sampo yang utuh tak disentuh.
Alh asil, dalam rumah saya ada semacam
peti-peti 'harta karun', yang
berisikan barang-barang yang harus
keluar dari peredaran, karena jika
dipertahanka n hanya menj adi kelebihan
tanpa lagi unsur manfaat. Harta
karun ini lantas harus dic arik an
lagi outlet untuk penyaluran.
P ada waktu perayaan 17 Agustus, di
kompleks saya diselenggarakan
b azaar.
Para warga menyewa stand untuk
berjualan. Saya ikut berpartisipasi,
d an
sayalah satu-satunya penjual barang
bekas di antara penjual barang-baru
baru. Karena bukan demi cari untung,
barang-ba rang itu saya lepas
dengan
h arga sangat murah. Yang membeli bukan
cuma warga kompleks, tapi juga
dari
kamp ung sekitar. Hari pertama, saya
sudah kehabisan dagangan. Terpaksa
saya
mengontak saudara-saudara saya yang
barangkali juga punya barang bekas
untuk disalurkan. Sama dengan saya,
mereka pun punya timbunan harta
karun
ya ng entah harus diapakan. Stand saya
menj adi salah satu stand paling
laris selama bazaar berlangsung. Dan
kakak saya terkaget-kaget dengan
penghasila n
yang ia dapat dari tumpukan barang
yang sudah dianggap sampah.
Berju alan di bazaar tentu bukan satu-
satunya jalan, ada aneka cara
kreatif
l ain untuk memanfaatkan harta karun
kita, termasuk juga disumbangkan ..
Namun yang lebih sukar adalah memulai
membuat komitmen-komitmen
pembatasan
diri. Berkomitmen dengan rak buku,
dengan lemari pakaian, dengan rak
kamar
mand i, dengan laci dapur, dan pada
intinya... dengan diri sendiri.
Siapkah< BR>kita menentukan batasan dan berjalan
dalam koridor itu?
Dan, yang lebih susah lagi, adalah
pengenda lia n diri dari awal bersua
aneka pilihan yang membombardir kita
setiap hari, lalu sadar dan mawas
akan
ran tai sebab-akibat yang menyertai
pilihan kita. Membuka diri untuk
info
dan pengetahuan ekologi adalah salah
satu cara pembekalan yang baik.
Walaupun sekilas tampak merepotkan dan
bikin frustrasi, tapi kantong
kresek
yang kita buang t adi pagi tidak akan
hilang oleh sihir, dan hamburger
yang
kita makan tidak dipetik dari pohon.
Rantai yang menyertai
barang- barang
itu tidak akan hilang hanya karena
kita menolak tahu.
Banyak orang yang berkomentar pada
saya, " Aduh , Wi . Kamu bikin hidup
tambah susah saja." Dan mereka benar.
Hidup ini tak mudah. Untuk itu
kita justru
harus belajar menghargai setiap
jengkalnya . Memilih hidup yang lebih
sederhana, hidup dengan tempo yang
lebih pelan, hidup dengan pengasahan
kesada ran, tak hanya membantu kita
lebih eling dan terkendali, tapi
juga
memb antu Bumi ini dan jutaan manusia
yang dij adi kan alas kaki oleh
industri demi pemenuhan nafsu konsumsi
kita sendiri.
Ling karan setan? Ya. Tapi tidak
berarti kita tak sanggup berubah.
Sela ma ini kita adalah pembeli yang
berlari. Dalam kecepatan tinggi
kita
be rtransaksi, sabet sana sabet sini,
tanpa tahu lagi apa yang
sesungguhny kita cari.
berhentilah sejenak. marilah kita
berjalan
"SAVE PAPER - THINK BEFORE YOU PRINT! "
Mari kita lebih peduli pada nasib Bumi
kita !
Save the Nature, Save the Earth !!!
Harta Karun untuk Semua
oleh Dewi Lestari
Hari ini kiriman buku yang saya pesan
dari Amazon.com datang. Ada satu
buku
yang langsung saya sambar dan baca
seketika. Judulnya: "Stuff - The
Secret Lives of Everyday Things". Buku
itu tipis, hanya 86 halaman,
tapi
informasi di dalamnya bercerita
tentang perjalanan ribuan mil dari mana
barang-baran g kita berasal dan ke mana
barang-baran g kita berakhir.
Dim ulai sejak SD, saat saya pertama
kali tahu bahwa plastik memakan
waktu
ratusan tahun untuk musnah, saya
sering merenung: orang gila mana yang
mencipta sesuatu yang tak musnah
ratusan tahun tapi masa penggunaannya
han ya dalam skala jam-bahkan detik?
Bungkus permen yang hanya bertahan
sepuluh detik di tangan, lalu masuk
tong sampah, ditimbun di tanah dan
baru
h ancur setelah si pemakan permen
menjadi fosil.
Sukar membayangkan apa j adi nya hidup
ini tanpa plastik, tanpa cat,
tanpa
det erjen, tanpa karet, tanpa mesin,
tanpa bensin, tanpa fashion. Dan
sebagai konsumen dalam sistem
perdaganga n modern, sejak kita lahir
rantai
p engetahuan tentang awal dan akhir
dari segala sesuatu yang kita
konsumsi
telah diputus. Kita tidak tahu dan
tidak dilatih untuk mau tahu ke mana
kemasan styrofoam yang membungkus nasi
rames kita pergi, berapa banyak
pohon yang ditebang untuk koran yang
kita baca setengah jam saja, beban
polutan yang diemban baju-baju semusim
yang kita beli membabi-buta.
Untuk aktivitas harian yang kita
lewatkan tanpa berpikir, yang terasa
wajar-waja r saja, pernahkah kita
berhitung bahwa untuk hidup 24 jam
kita
bisa menghabiskan sumber daya Bumi ini
berkali-kali lipat berat tubuh
kita
sen diri?
Untuk menyiram 200 cc air kencing,
kita memakai 3 liter air. Untuk
mencuci
secangkir kopi, kita butuh air
sebaskom. Untuk memproduksi satu lapis
daging burger yang mengenyangkan perut
setengah hari dibutuhkan sekitar
2,400 liter air. Produksi satu set PC
seberat 24 kg yang parkir di atas
meja kerja kita menghasilkan 62 kg
limbah, memakai 27,594 liter air,
dan
mengo nsumsi listrik 2,300 kwh.
Bagaimana dengan chip kecil yang
bekerja
d i
dalamnya? Limbah yang dihasilkan untuk
memproduksi nya 4,500 kali lipat
lebih berat daripada berat chip itu
sendiri.
< BR>Mengetahui mata rantai tersembunyi ini
bisa menimbulkan berbagai
reaksi.< BR>Kita bisa frustrasi karena terjepit
dalam ketergantungan gaya hidup
yang
tak bisa dikompromi, kita bisa juga
semakin apatis karena tidak mau
pusing.
Yang jelas, sesungguhnya ini adalah
pengetahua n yang sudah saatnya
dibuka.Pelajaran Ilmu Alam, selain belajar
penampang daun dan membedah jantung
katak, dapat dibuat lebih empiris
dengan mempelajari hulu dan hilir
dari
ben da-benda yang kita konsumsi,
sehingg a tanggung jawab akan alam ini
telah
diso sialisasikan sejak kecil.
Pernah kah kita merenung, saat kita
memasuki gedung FO empat lantai,
Pasar
Baru, atau berjalan-jalan ke Gasibu
pada hari Minggu di mana ada lautan
PKL: tidakkah semua baju dan barang-
barang itu mampu memenuhi kecukupan
pendudu k satu kota ? Tapi kenapa
barang-bar ang ini tidak ada habisnya
diproduk si? Setiap hari selalu ada
jubelan pakaian baru yang
menggelontor i
pasar. Pernahkah kita merenung, saat
kita memasuki hypermarket dan
melihat
ra tusan macam biskuit, ratusan varian
mie instan, dan ratusan merk
sabun:
ha ruskah kita memiliki pilihan
sebanyak itu?
Pernahka h kita merenung, apa yang kita
inginkan sesungguhnya jauh
melebihi
apa yang kita butuhkan?
Ata s nama kecukupan, satu manusia bisa
hidup dengan lima pasang baju
dalam
set ahun, bahkan lebih. Atas nama
fashion, jumlah itu menj adi tidak
berbatas. Atas nama kebutuhan, satu
manusia bisa hidup dengan beberapa
pilihan panganan dalam sehari. Atas
nama selera dan nafsu, seisi Bumi
tidak
aka n sanggup memenuhi keinginan satu
manusia.
Permasalahan ini memang bisa dilihat
dari berbagai kaca mata. Seorang
ekonom mungkin akan menyalahkan sistem
kapitalism e dan globalisasi.
Seor ang
sosialis akan mengatakan ini masalah
distribus i dan pemerataan. Tapi
jika
kita runut, satu demi satu, bahwa Bumi
adalah kumpulan negara, negara
adalah kumpulan kelompok, dan kelompok
adalah kumpulan individu,
permasa lahan ini akan kembali ke
pangkuan kita. Dan kesadaran serta
kemauan kitalah yang pada akhirnya
akan memungkinkan sebuah perubahan
sejati.
Belum pernah dalam sejarah kemanusiaan
keput usan harian kita menj adi
sangat menentukan. Tidak perlu
menunggu Amerika menyepakati protocol
Kyoto, tidak
perlu juga menunggu penjarah hutan
tertangkap, setiap langkah
kita-memi lih
merk, kuantitas, tempat, gaya hidup-
adalah pilihan politis dan ekologis
yang menentukan masa depan seisi Bumi.
Saya belum bisa mengorbankan komputer
karena itulah instrumen saya
bekerja,
tapi saya bisa lebih awas dengan jam
penggunaan dan mematikannya jika
tidak
per lu. Saya belum bisa mengorbankan
kebu tuhan akan informasi, tapi saya
bisa memilih membaca berita lewat
internet atau membaca koran di tempat
publik ketimbang berlangganan
lang sung. Bagaimana dengan fashion?
Di dunia citra ini, dengan profesi
yang mengharuskan banyak tampil di
muka
publik , saya pun belum bisa
mengorbankan keperluan fashion (baca:
membeli
busana lebih sering dari yang
dibutuhkan), tapi saya bisa membuat
komitmen< BR>dengan lemari pakaian, yakni baju yang
saya miliki tidak boleh melebihi
kapasita s lemari saya. Jika lebih,
maka harus ada yang keluar. Dan
setiap
beb erapa bulan saya dihadapkan pada
kenyataan bahwa ada baju yang tidak
saya pakai setahun lebih atau baju
yang cuma sekali dipakai dan tak
pernah
lag i. Bukan cuma baju, ada juga buku,
pernik rumah, alat dapur, bahkan
sabun dan sampo yang utuh tak disentuh.
Alh asil, dalam rumah saya ada semacam
peti-peti 'harta karun', yang
berisikan barang-barang yang harus
keluar dari peredaran, karena jika
dipertahanka n hanya menj adi kelebihan
tanpa lagi unsur manfaat. Harta
karun ini lantas harus dic arik an
lagi outlet untuk penyaluran.
P ada waktu perayaan 17 Agustus, di
kompleks saya diselenggarakan
b azaar.
Para warga menyewa stand untuk
berjualan. Saya ikut berpartisipasi,
d an
sayalah satu-satunya penjual barang
bekas di antara penjual barang-baru
baru. Karena bukan demi cari untung,
barang-ba rang itu saya lepas
dengan
h arga sangat murah. Yang membeli bukan
cuma warga kompleks, tapi juga
dari
kamp ung sekitar. Hari pertama, saya
sudah kehabisan dagangan. Terpaksa
saya
mengontak saudara-saudara saya yang
barangkali juga punya barang bekas
untuk disalurkan. Sama dengan saya,
mereka pun punya timbunan harta
karun
ya ng entah harus diapakan. Stand saya
menj adi salah satu stand paling
laris selama bazaar berlangsung. Dan
kakak saya terkaget-kaget dengan
penghasila n
yang ia dapat dari tumpukan barang
yang sudah dianggap sampah.
Berju alan di bazaar tentu bukan satu-
satunya jalan, ada aneka cara
kreatif
l ain untuk memanfaatkan harta karun
kita, termasuk juga disumbangkan ..
Namun yang lebih sukar adalah memulai
membuat komitmen-komitmen
pembatasan
diri. Berkomitmen dengan rak buku,
dengan lemari pakaian, dengan rak
kamar
mand i, dengan laci dapur, dan pada
intinya... dengan diri sendiri.
Siapkah< BR>kita menentukan batasan dan berjalan
dalam koridor itu?
Dan, yang lebih susah lagi, adalah
pengenda lia n diri dari awal bersua
aneka pilihan yang membombardir kita
setiap hari, lalu sadar dan mawas
akan
ran tai sebab-akibat yang menyertai
pilihan kita. Membuka diri untuk
info
dan pengetahuan ekologi adalah salah
satu cara pembekalan yang baik.
Walaupun sekilas tampak merepotkan dan
bikin frustrasi, tapi kantong
kresek
yang kita buang t adi pagi tidak akan
hilang oleh sihir, dan hamburger
yang
kita makan tidak dipetik dari pohon.
Rantai yang menyertai
barang- barang
itu tidak akan hilang hanya karena
kita menolak tahu.
Banyak orang yang berkomentar pada
saya, " Aduh , Wi . Kamu bikin hidup
tambah susah saja." Dan mereka benar.
Hidup ini tak mudah. Untuk itu
kita justru
harus belajar menghargai setiap
jengkalnya . Memilih hidup yang lebih
sederhana, hidup dengan tempo yang
lebih pelan, hidup dengan pengasahan
kesada ran, tak hanya membantu kita
lebih eling dan terkendali, tapi
juga
memb antu Bumi ini dan jutaan manusia
yang dij adi kan alas kaki oleh
industri demi pemenuhan nafsu konsumsi
kita sendiri.
Ling karan setan? Ya. Tapi tidak
berarti kita tak sanggup berubah.
Sela ma ini kita adalah pembeli yang
berlari. Dalam kecepatan tinggi
kita
be rtransaksi, sabet sana sabet sini,
tanpa tahu lagi apa yang
sesungguhny kita cari.
berhentilah sejenak. marilah kita
berjalan
kita !
Save the Nature, Save the Earth !!!
Harta Karun untuk Semua
oleh Dewi Lestari
Hari ini kiriman buku yang saya pesan
dari Amazon.com datang. Ada satu
buku
yang langsung saya sambar dan baca
seketika. Judulnya: "Stuff - The
Secret Lives of Everyday Things". Buku
itu tipis, hanya 86 halaman,
tapi
informasi di dalamnya bercerita
tentang perjalanan ribuan mil dari mana
barang-baran g kita berasal dan ke mana
barang-baran g kita berakhir.
Dim ulai sejak SD, saat saya pertama
kali tahu bahwa plastik memakan
waktu
ratusan tahun untuk musnah, saya
sering merenung: orang gila mana yang
mencipta sesuatu yang tak musnah
ratusan tahun tapi masa penggunaannya
han ya dalam skala jam-bahkan detik?
Bungkus permen yang hanya bertahan
sepuluh detik di tangan, lalu masuk
tong sampah, ditimbun di tanah dan
baru
h ancur setelah si pemakan permen
menjadi fosil.
Sukar membayangkan apa j adi nya hidup
ini tanpa plastik, tanpa cat,
tanpa
det erjen, tanpa karet, tanpa mesin,
tanpa bensin, tanpa fashion. Dan
sebagai konsumen dalam sistem
perdaganga n modern, sejak kita lahir
rantai
p engetahuan tentang awal dan akhir
dari segala sesuatu yang kita
konsumsi
telah diputus. Kita tidak tahu dan
tidak dilatih untuk mau tahu ke mana
kemasan styrofoam yang membungkus nasi
rames kita pergi, berapa banyak
pohon yang ditebang untuk koran yang
kita baca setengah jam saja, beban
polutan yang diemban baju-baju semusim
yang kita beli membabi-buta.
Untuk aktivitas harian yang kita
lewatkan tanpa berpikir, yang terasa
wajar-waja r saja, pernahkah kita
berhitung bahwa untuk hidup 24 jam
kita
bisa menghabiskan sumber daya Bumi ini
berkali-kali lipat berat tubuh
kita
sen diri?
Untuk menyiram 200 cc air kencing,
kita memakai 3 liter air. Untuk
mencuci
secangkir kopi, kita butuh air
sebaskom. Untuk memproduksi satu lapis
daging burger yang mengenyangkan perut
setengah hari dibutuhkan sekitar
2,400 liter air. Produksi satu set PC
seberat 24 kg yang parkir di atas
meja kerja kita menghasilkan 62 kg
limbah, memakai 27,594 liter air,
dan
mengo nsumsi listrik 2,300 kwh.
Bagaimana dengan chip kecil yang
bekerja
d i
dalamnya? Limbah yang dihasilkan untuk
memproduksi nya 4,500 kali lipat
lebih berat daripada berat chip itu
sendiri.
< BR>Mengetahui mata rantai tersembunyi ini
bisa menimbulkan berbagai
reaksi.< BR>Kita bisa frustrasi karena terjepit
dalam ketergantungan gaya hidup
yang
tak bisa dikompromi, kita bisa juga
semakin apatis karena tidak mau
pusing.
Yang jelas, sesungguhnya ini adalah
pengetahua n yang sudah saatnya
dibuka.Pelajaran Ilmu Alam, selain belajar
penampang daun dan membedah jantung
katak, dapat dibuat lebih empiris
dengan mempelajari hulu dan hilir
dari
ben da-benda yang kita konsumsi,
sehingg a tanggung jawab akan alam ini
telah
diso sialisasikan sejak kecil.
Pernah kah kita merenung, saat kita
memasuki gedung FO empat lantai,
Pasar
Baru, atau berjalan-jalan ke Gasibu
pada hari Minggu di mana ada lautan
PKL: tidakkah semua baju dan barang-
barang itu mampu memenuhi kecukupan
pendudu k satu kota ? Tapi kenapa
barang-bar ang ini tidak ada habisnya
diproduk si? Setiap hari selalu ada
jubelan pakaian baru yang
menggelontor i
pasar. Pernahkah kita merenung, saat
kita memasuki hypermarket dan
melihat
ra tusan macam biskuit, ratusan varian
mie instan, dan ratusan merk
sabun:
ha ruskah kita memiliki pilihan
sebanyak itu?
Pernahka h kita merenung, apa yang kita
inginkan sesungguhnya jauh
melebihi
apa yang kita butuhkan?
Ata s nama kecukupan, satu manusia bisa
hidup dengan lima pasang baju
dalam
set ahun, bahkan lebih. Atas nama
fashion, jumlah itu menj adi tidak
berbatas. Atas nama kebutuhan, satu
manusia bisa hidup dengan beberapa
pilihan panganan dalam sehari. Atas
nama selera dan nafsu, seisi Bumi
tidak
aka n sanggup memenuhi keinginan satu
manusia.
Permasalahan ini memang bisa dilihat
dari berbagai kaca mata. Seorang
ekonom mungkin akan menyalahkan sistem
kapitalism e dan globalisasi.
Seor ang
sosialis akan mengatakan ini masalah
distribus i dan pemerataan. Tapi
jika
kita runut, satu demi satu, bahwa Bumi
adalah kumpulan negara, negara
adalah kumpulan kelompok, dan kelompok
adalah kumpulan individu,
permasa lahan ini akan kembali ke
pangkuan kita. Dan kesadaran serta
kemauan kitalah yang pada akhirnya
akan memungkinkan sebuah perubahan
sejati.
Belum pernah dalam sejarah kemanusiaan
keput usan harian kita menj adi
sangat menentukan. Tidak perlu
menunggu Amerika menyepakati protocol
Kyoto, tidak
perlu juga menunggu penjarah hutan
tertangkap, setiap langkah
kita-memi lih
merk, kuantitas, tempat, gaya hidup-
adalah pilihan politis dan ekologis
yang menentukan masa depan seisi Bumi.
Saya belum bisa mengorbankan komputer
karena itulah instrumen saya
bekerja,
tapi saya bisa lebih awas dengan jam
penggunaan dan mematikannya jika
tidak
per lu. Saya belum bisa mengorbankan
kebu tuhan akan informasi, tapi saya
bisa memilih membaca berita lewat
internet atau membaca koran di tempat
publik ketimbang berlangganan
lang sung. Bagaimana dengan fashion?
Di dunia citra ini, dengan profesi
yang mengharuskan banyak tampil di
muka
publik , saya pun belum bisa
mengorbankan keperluan fashion (baca:
membeli
busana lebih sering dari yang
dibutuhkan), tapi saya bisa membuat
komitmen< BR>dengan lemari pakaian, yakni baju yang
saya miliki tidak boleh melebihi
kapasita s lemari saya. Jika lebih,
maka harus ada yang keluar. Dan
setiap
beb erapa bulan saya dihadapkan pada
kenyataan bahwa ada baju yang tidak
saya pakai setahun lebih atau baju
yang cuma sekali dipakai dan tak
pernah
lag i. Bukan cuma baju, ada juga buku,
pernik rumah, alat dapur, bahkan
sabun dan sampo yang utuh tak disentuh.
Alh asil, dalam rumah saya ada semacam
peti-peti 'harta karun', yang
berisikan barang-barang yang harus
keluar dari peredaran, karena jika
dipertahanka n hanya menj adi kelebihan
tanpa lagi unsur manfaat. Harta
karun ini lantas harus dic arik an
lagi outlet untuk penyaluran.
P ada waktu perayaan 17 Agustus, di
kompleks saya diselenggarakan
b azaar.
Para warga menyewa stand untuk
berjualan. Saya ikut berpartisipasi,
d an
sayalah satu-satunya penjual barang
bekas di antara penjual barang-baru
baru. Karena bukan demi cari untung,
barang-ba rang itu saya lepas
dengan
h arga sangat murah. Yang membeli bukan
cuma warga kompleks, tapi juga
dari
kamp ung sekitar. Hari pertama, saya
sudah kehabisan dagangan. Terpaksa
saya
mengontak saudara-saudara saya yang
barangkali juga punya barang bekas
untuk disalurkan. Sama dengan saya,
mereka pun punya timbunan harta
karun
ya ng entah harus diapakan. Stand saya
menj adi salah satu stand paling
laris selama bazaar berlangsung. Dan
kakak saya terkaget-kaget dengan
penghasila n
yang ia dapat dari tumpukan barang
yang sudah dianggap sampah.
Berju alan di bazaar tentu bukan satu-
satunya jalan, ada aneka cara
kreatif
l ain untuk memanfaatkan harta karun
kita, termasuk juga disumbangkan ..
Namun yang lebih sukar adalah memulai
membuat komitmen-komitmen
pembatasan
diri. Berkomitmen dengan rak buku,
dengan lemari pakaian, dengan rak
kamar
mand i, dengan laci dapur, dan pada
intinya... dengan diri sendiri.
Siapkah< BR>kita menentukan batasan dan berjalan
dalam koridor itu?
Dan, yang lebih susah lagi, adalah
pengenda lia n diri dari awal bersua
aneka pilihan yang membombardir kita
setiap hari, lalu sadar dan mawas
akan
ran tai sebab-akibat yang menyertai
pilihan kita. Membuka diri untuk
info
dan pengetahuan ekologi adalah salah
satu cara pembekalan yang baik.
Walaupun sekilas tampak merepotkan dan
bikin frustrasi, tapi kantong
kresek
yang kita buang t adi pagi tidak akan
hilang oleh sihir, dan hamburger
yang
kita makan tidak dipetik dari pohon.
Rantai yang menyertai
barang- barang
itu tidak akan hilang hanya karena
kita menolak tahu.
Banyak orang yang berkomentar pada
saya, " Aduh , Wi . Kamu bikin hidup
tambah susah saja." Dan mereka benar.
Hidup ini tak mudah. Untuk itu
kita justru
harus belajar menghargai setiap
jengkalnya . Memilih hidup yang lebih
sederhana, hidup dengan tempo yang
lebih pelan, hidup dengan pengasahan
kesada ran, tak hanya membantu kita
lebih eling dan terkendali, tapi
juga
memb antu Bumi ini dan jutaan manusia
yang dij adi kan alas kaki oleh
industri demi pemenuhan nafsu konsumsi
kita sendiri.
Ling karan setan? Ya. Tapi tidak
berarti kita tak sanggup berubah.
Sela ma ini kita adalah pembeli yang
berlari. Dalam kecepatan tinggi
kita
be rtransaksi, sabet sana sabet sini,
tanpa tahu lagi apa yang
sesungguhny kita cari.
berhentilah sejenak. marilah kita
berjalan
Langganan:
Postingan (Atom)