Jumat, 02 November 2007

BANGKITLAH KAMU AKAN KUSUNTIK MATI

Judulnya agak terlalu kejam. Mohon
maaf Bapak, Ibu, dan Saudara yang
budiman, sebab saya punya alasan.
Untuk setiap kegagalan dan
keterpurukan, memang diperlukan
perlak uan yang istimewa. Jika jatuhnya
dalam, maka perlu waktu lama untuk
sampai kembali ke bibir jurang. Jika
tenggelamnya sampai ke dasar, maka
butuh energi besar untuk kembali ke
permukaan.

Berkaitan dengan kegagalan dan
keterpurukan, kata-kata bisa menjadi
penyemang at, atau malah jadi racun
yang lebih mematikan. Ia bisa
membangkitka n, atau malah bisa fatal
karena terlanjur disuntikkan.

DARI SETBACK MENJADI COMEBACK

Tips berikut ini berasal dari materi
oleh Herbert Gordon. Isinya tentang
bagaimana sebuah kebangkitan bisa
diciptakan, setelah terlanjur jatuh
dan terpuruk. Anda mungkin pernah
mengalamin ya. Anda mungkin akan
mengalaminya . Anda mungkin sedang
mengalamin ya. Ingatlah baik-baik tips
ini, agar Anda bisa segera bangkit
kembali, tak terlalu lama setelah
terpuruk dan jatuh.

IDENTI FIKASI APA YANG BISA ANDA
KONTROL DAN YANG TIDAK

Buatlah dua buah daftar atau
inventori, yang satu berisi berbagai
hal yang bisa Anda kontrol, dan yang
satu lagi berisi hal-hal yang tidak
bisa Anda kontrol. Berbagai hal itu,
adalah segala sesuatu yang (mestinya)
bisa membantu Anda mencapai kesuksesan
atau keberhasilan.

Ingatlah bahwa sebagian besar "sebab"
pada dasarnya bisa Anda kontrol, dan
sebagian besar "akibat" memang tidak
bisa Anda kontrol.

Misa lnya, berlatih olahraga
bulutang kis sekeras mungkin, atau
melakukan prospecting penjualan
asurans i sebanyak mungkin, berada
dalam kontrol Anda.

Tapi, menjadi juara pertama dalam
olahraga bulutangkis dengan segala
kualifikas inya, atau mencapai omzet
penjualan asuransi terbesar se-
Indonesia, adalah di luar kontrol Anda.

Jika sesuatu berada di dalam kontrol
Anda, Anda boleh menyesal karena tidak
memaksimalk annya. Sebaliknya, jika
sesuatu tidak berada di dalam kontrol
Anda, maka Anda harus mau merelakannya.

Lakukanlah inventori dan identifikasi
ini dengan obyektif dan tidak terjebak
pada blame game.

DARI BITTER MENJADI BETTER

Jika Anda seperti kebanyakan orang
lain, maka ketahuilah bahwa kritikus
paling ulung bagi diri Anda, adalah
diri Anda sendiri. Kata-kata dan
pikiran Anda, sering Anda jadikan
cambuk yang terus memecut perasaan
Anda. Keduanya, berubah menjadi kata
buruk dan pikiran buruk. Lebih buruk
lagi, atas kata dan pikiran buruk itu,
Anda pecut lagi dengan kata buruk dan
pikiran buruk berikutnya. Demikian
seterusn ya. Bagaimanakah buruknya
perasaan Anda karena semua itu?

"Ah, saya gagal lagi."
"Saya memang bodoh."
"Ya gusti... mengapa saya kok bodoh
sekali."

You feel bad about feel bad.

Lupakan apa pun yang tak bisa Anda
kontrol. Dan jika Anda menemukan ada
hal yang (mestinya) bisa Anda kontrol,
segerala h meng-assess pikiran dan
perasaan Anda saat itu juga.

"Ya, Elu enak aja Pak Sopa bisa
ngomong gitu. Pan Gua nyang ngalamin!
Elu kagak!"

Ya. Anda benar. Dan satu-satunya sebab
bahwa Anda tidak bisa mengganti
ungkapa n itu dengan sesuatu yang lebih
positif, adalah karena Anda memang
tidak mencoba menggantinya. Anda,
hanya mengungkapkan apa yang Anda
rasakan. Mulai sekarang, cobalah untuk
menggantiny a dengan yang lebih
positif. Itulah yang akan membuat Anda
mampu bangkit.

Saat pikiran negatif mulai
berseliwera n di kepala Anda, segeralah
terapka n pada diri Anda sendiri sebuah
teknik yang disebut dengan "Hapus dan
Ganti". Ucapkan "Hapus dan Ganti" itu
dengan tegas kepada diri Anda sendiri.

"Say a memang bodoh."
"Hapus itu. Ganti dengan..."

La njutkan kalimat itu dengan:

"Saya telah gagal dan salah. Sekarang
saya tahu yang lebih baik, maka saya
akan melakukan yang lebih baik."

JANGAN HUKUM ORANG YANG TAK BERSALAH

Will ie Jollie pernah mengatakan "the
past is a place of reference; not a
place of residence." Kebanyakan orang
yang jatuh dan terpuruk, secara
bertubi-tu bi menghukum diri mereka
sendiri. Mereka membiarkan dirinya
bertempat tinggal di masa lalu.

Mungkin saja Anda masih menyesali dan
menangisi, apapun kesalahan yang telah
terlanjur terjadi di masa lalu.
Kesalahan kemarin, kegagalan minggu
lalu, jatuhnya bisnis setengah tahun
lewat, hancurnya hidup Anda dua tahun
belakangan, dan seterusnya. Dan Anda,
mungkin masih melanjutkan penghukuman
pada diri sendiri sampai dengan hari
ini.

Ketahuilah, Anda telah menghukum orang
yang salah.

Ketahu ilah, Anda yang kemarin dan Anda
hari ini adalah dua manusia yang
berbeda. Anda yang lalu telah gagal
dan bersalah, tapi Anda yang hari ini
telah berhasil belajar dan berubah.
Anda yang hari ini adalah korban tak
berdosa. Ia sama sekali tidak
bersalah. Dan jika Anda tetap
menghukumny a, maka Anda telah semena-
mena.

Jangan hukum orang yang tak bersalah.

Jik a Anda telah mengatakan "Sekarang
saya tahu yang lebih baik, dan saya
akan melakukan yang lebih baik", maka
berilah maaf pada diri Anda yang hari
ini. Itulah yang lebih baik, yang akan
membuat segalanya menjadi lebih baik.

Bagaima na jika Anda yang di masa lalu
masih dihukum oleh orang lain?
Ingatlah bahwa...

PEND APAT ORANG TIDAK HARUS MENJADI
REALITAS ANDA

Anda yang sekarang adalah bukan Anda
yang lalu. Anda yang sekarang adalah
Anda yang telah berhasil belajar dari
masa lalu.

Maka jika orang lain melewatkan
kesemp atan untuk memanfaatkan apa yang
Anda punya hari ini, jika mereka
melupakan kemampuan Anda sekarang,
jika mereka tak memandang keahlian dan
bakat Anda saat ini, jika mereka
meremehkan kehebatan Anda kini,
ketahuilah, bahwa merekalah yang telah
merugi, dan Anda tidak sama sekali.

Apa yang perlu Anda katakan kepada
diri Anda sendiri adalah "Beberapa
akan, beberapa tidak akan, so what,
next."
<>"Beberapa kesempatan dan peluang akan
terbuka untuk saya. Beberapa mungkin
tidak. So what. Apa berikutnya?"

Teruslah bergerak. Mengapa? Sebab...

GAGA L TIDAKLAH PERMANEN KECUALI ANDA
BERHENTI

Berita jelek: Sukses tidak permanen.
Setelah Anda mencapainya, Anda harus
terus berupaya agar tetap di sana.
Berita bagus: Gagal juga tidak
permanen, kecuali seseorang memutuskan
untuk berhenti.

Ber hentilah sebentar saja untuk
melakukan evaluasi. Gunakanlah kembali
prinsip-p rinsip dalam tips ini.
Kemudian, fokuslah pada kesempatan dan
peluang berikutnya yang sudah
mengantri di hadapan Anda.

Next please!

KESEM PATAN BARU MENYEMBUHKAN LUKA LAMA

Inilah pentingnya terus bergerak.
Sebab setiap kesempatan baru yang Anda
songsong, sangat berpeluang menjadi
obat. Coba Anda resapi puisi yang saya
buat untuk Anda hari ini.


Sese orang telah terluka

Seger a setelah ia mengalami, duduklah
ia terdiam
di pojok gelap menyendiri merasakan
perihny a

Tak lama kemudian, mulailah ia
menjilati lukanya,
berharap ia sembuh segera

Terus ia lakukan dengan penuh harap di
bawah bayang-bayang sisa kepedihannya

Setelah waktu berlalu, seseorang
kemudia n datang membuka pintu
Cahaya terang menerobos menyiram bekas
lukanya

Ia mengajak, mari keluar mari bermain
Ayo kita temui seseorang, dan kita
bersenang-se nang

Just like that
and the fun begins again!

Hal yang persis sama, bisa juga
bekerja untuk kegagalan dan
keterpurukan Anda. Jangan hanya duduk
terdiam dan menjilati luka. Tataplah
sekelili ng Anda untuk berbagai
kesempat an dan peluang baru.

KESIMPU LAN

Jadi bagaimana, masihkah Anda mau
menggeletak terkapar di tempat becek
dan basah di bawah situ? Atau marilah
sambut tangan saya, mari bangkit
bersama menyongsong segala kesempatan
baru!<>
Ayolah, sebelum saya terlanjur
berpiki r lebih jauh untuk menyuntik
mati saja Anda.

Saya Ingin Anda Sukses,
Saya Harus Membuat Anda Sukses.

Tidak ada komentar: