Jumat, 02 November 2007

Menggapai Impian, Meraih Cita-Cita

Apa agendamu di tahun 2008 nanti?
Mengisi agenda dengan sederetan
resolus i memang sudah menjadi tradisi
yang populer begitu memasuki bulan
Januari. Kita seakan-akan ingin
membuat perubahan pada diri sendiri ke
arah yang positif. Tema keinginan yang
paling sering ditulis oleh setiap
orang adalah perbaikan pada kesehatan,
baik jasmani maupun rohani. Misalnya
bercita- cita untuk berolahraga lebih
banyak, atau bertekad untuk bersikap
baik kepada sesama. Itu tidak salah,
justru bagus sekali. Masalahnya adalah
sejauh mana kamu bisa mencapai
resolusi mu dan seberapa kuat bisa
mempertahank annya? Nah, jangan keburu
kecil dulu. Simak deh petunjuk-
petunju k afdol di bawah ini yang
dijamin bisa membuat resolusi yang
kamu ciptakan tidak mubazir begitu
saja.
< BR>1. Buat cita-cita yang bisa diraih,
dan yakini diri kalau kamu pasti bisa
meraihnya. Sering kita merasa gagal
dalam meraih keinginan atau cita-cita
yang sudah dibuat. Hal ini dikarenakan
kita sendiri yang terlalu kreatif
membuat cita-cita yang tidak realistis
dengan keadaan diri kita sendiri.
Simpan dulu saja keinginan untuk
merubah dunia. Fokus pada cita-cita
yang berefek pada diri sendiri dan
masih dalam area jangkauanmu. Misalnya
kamu bertekad untuk berolahraga lebih
banyak atau bersikap baik kepada
sesama. Setelah itu, percaya pada diri
sendiri kalau kamu bisa meraihnya.
Keyaki nan diri dan komitmen atau
keteguhan hati adalah resep
keberhasila n. Pokoknya pede aja lagi!

2. Tulis resolusimu secara lengkap dan
terperinci.Te kad yang terlalu umum
atau tidak jelas bisa buat kamu susah
untuk mencapainya. Lebih baik kamu
buat cita-cita yang spesifik,
macam "Saya akan berolahraga selama 30
menit pada setiap hari Senin, Rabu dan
Sabtu" atau "Saya akan memberikan satu
buah pujian yang tulus buat satu orang
di rumah setiap harinya." Tulis
tekadmu itu pada secarik kertas dan
letakan di suatu tempat supaya dapat
terbaca setiap waktu. Misal di cermin
kaca, jadi sambil menyisir rambut
secara tidak sengaja kamu selalu
membacanya . Dengan membacanya setiap
waktu berarti kamu akan selalu
diingati, yang ujungnya kamu akan
selalu termotivasi untuk
melaksanaka nnya setiap hari.

3. Buat jangka waktu dan biasakan
untuk selalu disiplin. Supaya bisa
mencapai ke tujuan kamu perlu membuat
pembagian waktu yang berisi langkah-
langkah yang harus dikerjakan. Pada
setiap langkahnya buat batas final
kapan harus selesai. Misal cita-citamu
tadi adalah berolahraga selama 30
menit setiap hari Senin, Rabu dan
Sabtu. Mulailah dengan 15 menit pada
minggu pertama, kemudian bertambah
menjadi 20 menit, 25 menit sampai
kemudian 30 menit pada minggu keempat.
Atau mulai dari sekali seminggu,
kemudia n dua kali hingga akhirnya bisa
tiga kali seminggu. Buat tanda pada
setiap langkah yang telah
dilaksanaka n, misal dengan mencoret
atau memberi tanda bintang sebagai
lambang keberhasilan. Sekali-kali
boleh juga memberi diri sendiri
hadiah, hitung-hitung sebagai penambah
semangat . Karena bisa saja, kamu
merasa jenuh atau bosan terus putus
tengah jalan, atau gawatnya lagi balik
ke kondisi semula. Nah, supaya nggak
mengalami hal seperti itu, kamu harus
tetap semangat dan jangan mudah
menyerah.
Sekarang mungkin kamu sudah punya
tekad yang ingin diraih di tahun 2003
ini. Jangan sia-siakan tekad tersebut.
Kalau kamu membiasakan diri untuk
selalu membuat tekad atau cita-cita
lengkap dengan langkah-langkah
n yatanya, bisa dipastikan hidup kamu
juga akan lebih terarah dan rapih,
alias tidak berantakan kemana-mana
tanpa tujuan. Kalau misalnya cita-cita
yang kamu buat dirasa terlalu berat
atau kamu punya impian yang kayaknya
susah diraih, jangan putus asa dulu.
Anggap saja impian besarmu itu adalah
kemenangan pada pertandingan final,
dimana untuk mencapainya kamu harus
melalui dulu beberapa pertandingan
sebe lumnya. Keberhasilanmu mengerjakan
langk ah demi langkah dalam proses
meraih cita-cita ibarat kemenangan
yang kamu raih pada setiap babak
pertandinga n. Satu hal yang tidak
boleh dilupakan : tetap semangat dan
jangan mudah menyerah. Kegigihan akan
selalu berbuah manis. Percaya deh!

Tidak ada komentar: