Jumat, 02 November 2007

SEMAKIN BESAR PENGORBANAN – SEMAKIN

Di kisahkan ada pendeta tua, 6oth, yang
sedang tidur siang di hari senin. Dia
memang sedang mengantuk berat, karena
hari minggu kotbah maraton di 3
gereja, melelahkan. Dalam keheningan
dan kenikmatannya tidur, datang
mengetuk seorang anak kecil, 9 th,
laki-laki.'. .Tok..tok. .tok.., Pak
Pendeta, tolong-tolong. .ada yang
sakit, doakan kami..' si anak kecil,
Tomo, teriak-teriak di depan pintu
rumah pendeta yang sedang tidur. Pak
pendeta terkejut, sambil bangun, dia
bergumam:'Sia pa sih ini, mengganggu
aja..o rang lagi
tiduran..dib angunan ..' Dengan berat
hati, dia membuka pintu rumahnya,
sambil masih mengantuk:'Ada apa
nak..?' dia bertanya. 'Pak pendeta,
saya Tomo, tinggal 500 meter dari
sini, tolong..tolong. .tolonglah ada
yang sakit, doakan Pak pendeta..'
'Ini khan siang, saya sedang
istirahat, ' jawab pendeta. 'Tolonglah
Pak Pendeta, kalo tidak dia akan
meninggal..' Dengan perasaan terpaksa,
berangk atlah Pak Pendeta tadi dengan
si Tomo berjalan kaki. Setiba di rumah
si anak, Pendeta masuk, dia heran, gak
ada yang sakit.'Mana yang sakit?
Siapa?' tanya Pak Pendeta. 'Ini,Pak
Pendeta. .!'
'Hah..apa? Ini khan anjing..!' 'Tapi,
dia sakit berat Pak Pendeta.., tolong
doakan dia!' si anak terus merayu.
Sudah kepalang tanggung, Pak Pendeta
dengan rasa sangat terpaksa, dia pun
mulai mendoakan si anjing, begini
doanya:'He y, anjing, jika engkau mau
sembuh, sembuhlah, jika mau mati,
matilah.Ami n' doa pendeta singkat,
jelas, agar dia cepat selesai dan
pulang. Dia pikir, bodoh amat
mendoakan anjing! Anehnya, setelah 3
hari kemudian, si anjing mendadak
sembuh. Tomo sungguh senang sekali, ia
berniat ingin mengucapkan rasa terima
kasih kepada Pak Pendeta. Dia pun ke
rumah Pak Pendeta lagi. Sesampai di
rumah Pak Pendeta, dia pun mengetuk
rumah Pak Pendeta
lagi,'Tok ..tok. .tok..'
Rupanya Pak Pendeta sedang sakit demam
di tempat tidurnya, tergeletak tak
berdaya, lemah, dengan selimut tebal.
Dengan kepolosan si Tomo, ia
menawarkan ingin mendoakan Pak Pendeta
sebagai balas budi, pikirnya. 'Pak
Pendeta, bolehkah saya mendoakan Pak
Pendeta?' tanya si anak kepada Pak
Pendeta dengan polosnya,
lugu. 'Silahkan..' jawab Pak Pendeta.
Begini doanya:'Hey, pendeta, jika
engkau mau sembuh, sembuhlah, jika mau
mati, matilah.Amin' doa si anak persis
sama dengan contoh Pak Pendeta, doanya
singkat dan jelas. Pak Pendeta,
bengong dan malu pada dirinya sendiri.
Eh, ternyata, 3 hari kemudian, Pak
Pendeta inipun sembuh..!
Doa itupun lalu tersebar, tersohor dan
terkenal di kampung itu, menjadi: DOA
ANJING..sampa i sekarang..!

Tidak ada komentar: