Jumat, 02 November 2007

Tak Terkena Sindrom Liburan

Ruli paling senang kalau masuk ke
kantor lagi setelah cuti atau
libur panjang. Mengapa? Karena dia
bisa segera menyelesaikan
pek erjaannya yang tertunda. Setiap
kali menjelang libur panjang,
Ruli selalu bekerja lembur. Dia ingin
menyelesaik an pekerjaan
sebanya k mungkin, supaya kalau nanti
masuk kembali, pekerjaan yang
tertunda dan pekerjaan lain tidak
menumpuk setinggi gunung.

Sebel um Lebaran tiba, Ruli lembur tiap
hari. Dia juga selalu datang
paling pagi. Sebagai sales
administrat or, Ruli memang harus
mendata
penjualan harian dari seluruh cabang
di Indonesia, kemudian membuat
laporan penjualan harian, laporan
penjualan mingguan, laporan
masalah yang dihadapi cabang, dan
masih banyak lagi. Semua laporan
tersebut dibuat untuk manajer
penjualan dan direksi. Laporan
penjualan harian harus diserahkan tiap
sore.

Belum lagi mendata pengiriman dan
menyampaikan jadwal pengiriman
barang ke bagian gudang agar bisa
dikirim ke cabang sesuai
kebutuhan. Selain itu semua pekerjaan
adminis trasi para tenaga
penjualan juga harus dilaporkan tiap
hari, misalnya permohonan biaya
promosi, cuti, dan lain-lain.

Se mua laporan dari cabang itu akan
laporkan ke Manajer Penjualan.
Setela h mendapat persetujuan barulah
Ruli harus meneruskannya ke
bagian lain yang bersangkutan,
mis alnya bagian keuangan, bagian
sumber daya manusia, dan lain-lain.

An na, manajernya, sering memperhatikan
Rul i. Apa yang membuatnya
demiki an rajin? Dari dulu tidak pernah
ada sales administrator yang
bisa tahan bekerja lebih dari tiga
bulan. Semua tidak betah bekerja
lama karena mereka merasa pekerjaan
terlalu berat. Bahkan ada yang
keluar ketika baru bekerja seminggu.
Tapi Ruli sudah tujuh bulan
bekerja dan dia kelihatan sangat
menikmati pekerjaannya.

Bukannya tidak pernah mengeluh. Pernah
sih, misalnya:"Sebentar lagi
selesai Bu. Maaf agak lama, soalnya
pekerjaan saya banyak sekali
Bu." Tapi hanya sebatas itu. Dia tidak
pernah malas atau berkeluh
kesah.
Kemarin, belum banyak karyawan yang
masuk kerja seusai libur
Lebaran. Tapi Ruli sudah masuk
bekerja. Anna sampai heran melihat
kerajinan Ruli. Di hari pertama masuk
kerja setelah libur panjang,
biasanya belum ada orang yang langsung
aktif.
Langsung bekerja

Sebag ian masih merapi-rapikan ruangan
atau membereskan meja kerja
dan dokumen-dokumen lainnya. Tapi Ruli
lain, sesudah menyalami semua
orang sambil bermaaf-maafan, Ruli
langsung bekerja.

Anna mendekati Ruli. Dia ingin tahu
apa yang dikerjakannya. Laporan
dari cabang kan belum ada yang masuk?
Sibuk apa sih? Ternyata Ruli
sedang membuat formulir isian baru
untuk dipakai oleh seluruh cabang
dalam membuat semua laporan.

Sela ma ini memang tiap cabang membuat
laporan dengan formulir buatan
mereka sendiri, sehingga semua laporan
tidak ada yang seragam. Ada
sih beberapa formulir isian yang lama,
tapi hanya sedikit yang mau
memakainya karena proses pengisiannya
terl alu berbelit-belit
se hingga menyulitkan.

Ketika ditanya apa yang sedang
dilakukann ya, Ruli menjawab:"Saya
me mbuat formulir laporan yang lebih
mudah diisi tapi lengkap Bu.
Soalnya semua laporan tidak ada yang
seragam. Hari ini kan saya
belum banyak pekerjaan, jadi saya mau
menyelesaikan hari ini. Nanti
setelah selesai, saya tunjukkan ke Ibu
Anna, mungkin Ibu bisa
memberikan masukan. Kalau sudah saya
perbaiki, besok pagi bisa
langsung saya serahkan ke tiap divisi
lain untuk sosialisasi. Senin
bisa langsung dikirim ke semua cabang
Bu. Mulai Selasa mereka sudah
bisa menggunakannya.
< BR>"

Anna hanya bisa mengangguk-angguk.Ruli ini memang luar biasa.
Selama ini tiap orang yang pernah
menjabat jabatan Ruli tidak ada
yang berpikir untuk mencari solusi.
Mereka hanya mengeluh terus.

Yang laporan cabang sering terlambat
lah, yang laporan tidak seragam
lah, dan lain sebagainya. Karena tidak
ada solusi, maka mereka semua
tidak tahan dan akhirnya mengundurkan
diri . Aduuuuuh!

Rul i berkata lagi:"Besok kan masih
belum banyak pekerjaan Bu, besok
saya akan mencari cara agar laporan
dari cabang tidak terlambat
lagi."< BR>
"Bagaimana caranya?" tanya Anna.

"Mungki n saya kirimkan email internal
tiap siang untuk mengingatkan
mere ka, mungkin juga saya email lagi
formulir isiannya. Entahlah bu,
saya belum pasti. Tapi saya pasti akan
mencari jalan keluar terbaik.
Soalnya kalau tidak, saya juga yang
nanti ikut repot bu."

embali Anna hanya bisa mengangguk-
anggu k. Ruli benar-benar bisa
memanfaatkan waktu kerjanya. Tidak
menunggu disuruh! Kalau
menghadapi masalah tidak mengeluh,
tapi mencari solusi sendiri. Ah,
kalau saja semua anak buahnya seperti
Ruli...!< BR>
Ruli sendiri memang senang sekali
dengan pekerjaannya. Dia bisa
belajar banyak sekali dalam
pekerjaanny a. Dia bisa berkomunikasi
den gan semua kepala cabang dan kepala
divisi, bahkan dia memiliki
akses langsung ke direksi.

Dia jadi bisa menganalisa, salesman
mana yang paling berhasil, dan
yang tidak serta mengapa demikian. Dia
selalu mencoba mempelajari
segal a sesuatu dan selalu ingin
mencari solusi bagi semua
permasalaha n.

Saat semua orang masih melakukan
pemanas an untuk kembali bekerja
seusai liburan, Ruli sudah memiliki
rencana- rencana besar yang
membuatnya bersemangat dan langsung
bisa aktif kembali. Bagaimana
dengan kita? Start today! Find
solution!

Tidak ada komentar: