Minggu, 30 Desember 2007

Cara Tuhan menjawab doa kita....

Ada seorang tentara Amerika yang melayani Tuhan
berdiri di pinggir jalan
untuk mencari tumpangan ke kota Chicago di Illinois.
Sebenarnya
perbuatan
"hitchhiking" ini melanggar hukum dan sangat
berbahaya, tetapi tidak ada
alternatif lain bagi tentara ini kecuali melakukan hal
itu.

Tiba-tiba sebuah limousine warna hitam menghampiri
tentara itu dan
memberikan tumpangan.

Tentara dan pemilik limousine tersebut saling
berkenalan (siapa namanya,
asalnya dari mana, kerja di mana, dsb) dan tiba-tiba
Roh Kudus
membisikkan
dalam hati tentara ini untuk membagikan berita
mengenai keselamatan di
alam
Kristus kepada pemilik limousine ini. Tentara itu
menolak bisikan Roh
tersebut, karena pikirnya, masakan saya habis
melanggar hukum tiba2
memberitakan Kristus, dan terlebih lagi karena tentara
ini TAKUT
dipukuli
pemilik limousine ini dan diturunkan di
tengah jalan.

Tapi bisikan Roh Kudus tersebut sedemikian kuat
sehingga tentara ini
tidak
tahan lagi dan berkata kepada pemilik limousine ini,
"Pak... boleh nggak
saya menanyakan masalah pribadi?"
"Oh, boleh saja," jawab Bapak ini, "Pertanyaan apa?"
"Kalau misalnya
Bapak
meninggal dunia besok pagi, Bapak kira-kira akan masuk
surga atau masuk
neraka?" "Kamu tahu nggak?" jawab Bapak ini, "Sesaat
sebelum saya
memberimu
tumpangan, saya juga tiba-tiba memikirkan hal itu, dan
saya
pikir kalau saya mati besok, saya akan masuk neraka."
"Bapak mau nggak
saya
beritahu caranya masuk surga?" tanya tentara ini. "Oh,
tentu saja mau,"
jawab Bapak itu.

Tentara itu lalu mulai membagikan berita keselamatan
mengenai Yesus
Kristus
dan menantang Bapak ini untuk menerima Yesus Kristus
sebagai Tuhan dan
Juruselamat pribadinya. Bapak itu bersedia menerima
Yesus, dan ia
menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan mengajak
tentara itu
membimbing dia berdoa untuk menerima Yesus sebagai
Tuhan dan
Juruselamatnya.
Air mata meleleh di pipi Bapak ini. Ia mengatakan,
"kamu tahu nggak?
Malam
ini kamu sudah melakukan hal yang sangat besar bagi
hidup saya, saya
nggak
akan pernah melupakan apa yang kamu sudah lakukan bagi
hidup saya
Chicago,
ketika tentara ini mohon diri (turun dari mobil),
Bapak itu memberikan
satu
kartu nama sambil berkata, "Ketahuilah. .. hari ini
anda sudah melakukan
hal
yang sangat penting dalam hidup saya. Kapan-kapan
kalau main ke Chicago
hubungilah saya di alamat ini." dan tak lama kemudian
mereka berpisah.

Waktu lima tahun sudah berlalu dan tentara ini
kemudian kembali
berkunjung
ke kota Chicago, dan ia ingat akan kartu nama yang
diberikan oleh Bapak
pemilik limousine ini kepadanya. Tentara ini ingin
tahu kabar mengenai
Bapak
tersebut, dan ia datang ke alamat yang tertera di
kartu nama tersebut,
dan
ia sampai ke sebuah gedung pencakar langit kantor
pusat sebuah
perusahaan
raksasa di Amerika Serikat. Ia memberikan kartu
tersebut kepada satpam,
dan
satpam itu sangat terkejut dan bertanya, "Dari mana
kamu dapatkan kartu
ini?" Tentara itu menjawab, "Yang empunya kartu itu
sendiri yang
memberikannya kepada saya." sehingga satpam itu
menjawab, "Kamu naik ke
lantai paling atas, sampai sana belok kiri dan kamu
tanya pada
sekretaris
yang ada di sana."

Tentara itu naik ke lantai paling atas dan memberikan
kartu nama itu
kepada
sekretaris yang ada di sana yang juga sangat terkejut,
"Dari mana anda
dapatkan kartu ini?" Jawab tentara itu, "Wah...
panjang ceritanya...
tapi
beliau sendiri yang memberikannya kepada saya." "Bapak
ini sekarang
tidak
ada di sini...apakah anda ingin bertemu dengan
istrinya?" "Boleh", jawab
tentara itu, dan ia dipertemukan dengan istri Bapak
itu yang adalah
Presiden
Direktur dari perusahaan raksasa tersebut. "Dari mana
kamu peroleh kartu
ini?" tanya ibu (istri) tersebut.

Tentara itu menceriterakan ihwal pertemuannya dengan
Bapak itu dan
bagaimana
Bapak itu menerima Yesus sebagai penyelamatnya.
Mendengar itu semua
meledaklah tangis Ibu tersebut. Ia menceriterakan
bahwa tak lama sesudah
menurunkan tentara itu, limousine tersebut memperoleh
kecelakaan yang
sangat
fatal yang menewaskan Bapak tersebut. Ibu itu
mengatakan bahwa
bertahun-tahun ia berdoa supaya suaminya diselamatkan,
dan ia mengira
bahwa
suaminya meninggal tanpa diselamatkan, sehingga ia
begitu marah kepada
Tuhan
dan meninggalkan gereja dan pelayanannya.

Apa yang dilakukan oleh tentara itu adalah hal yang
paling penting yang
pernah terjadi dalam hidup Bapak itu, tetapi hal yang
tidak kalah
penting
lagi ialah CARA Allah mengabulkan doa ibu itu.

Ibu itu sadar bahwa Allah BEKERJA di dalam doa2 yang
disampaikannya
TANPA
memberitahu Ibu tersebut bahwa doanya TELAH DIKABULKAN
TUHAN.

Dari kisah ini kita bisa belajar:

HARUSKAH Tuhan itu memberitahu kita apabila Ia bekerja
dalam rangka
mengabulkan doa-doa kita?

TIDAKKAH mata iman kita itu bisa melihat bahwa di
balik doa yang
SEPERTINYA
tidak dikabulkan oleh Tuhan itu TERNYATA Tuhan bekerja
untuk mengabulkan
doa2 kita?
Sedemikian cepatnyakah kita MENUDUH bahwa Tuhan itu
tidak setia, Tuhan
itu
berbohong, Tuhan itu tidak menjawab doa-doa kita, dan
Tuhan itu tidak
berkenan atas doa-doa kita?

HARUSKAH Allah itu mengabulkan doa kita dengan cara
yang SESUAI dengan
cara
yang kita sodorkan kepada Tuhan?

Apakah kita sudah sedemikian "dijangkiti" oleh "doa
instan" yang "harus
dikabulkan hari ini juga","harus dikabulkan tahun ini
juga" dan lain
sebagainya?

taken from email by Ratnawati

Tidak ada komentar: